<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532</id><updated>2012-02-17T03:44:35.726+08:00</updated><category term='PATELKI'/><category term='Mikrobiologi dan Kimia'/><category term='Ucapan Hari Raya'/><category term='Informasi Laboratorium'/><category term='Profesi'/><category term='Informasi Kesehatan'/><category term='Mikrobiologi'/><category term='RADIOLOGI'/><category term='Hematologi'/><category term='Urinalisa'/><category term='SOP'/><category term='Kimia Darah'/><category term='Kimia Air'/><category term='Imunologi dan Serologi'/><title type='text'>UPT LABORATORIUM DAN RADIOLOGI</title><subtitle type='html'>DINAS KESEHATAN KOTA BALIKPAPAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-4950368977575337133</id><published>2012-01-02T12:54:00.000+08:00</published><updated>2012-01-02T12:54:51.260+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>Tarif Kesehatan Ikut Menyesuaikan Setelah 10 Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Minggu, 01 Januari 2012 , 07:28:00&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRBB0inwidVtSu74JReB-TRj1bRaU4Yf2WMqRfFGuoDEflGqMmt" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRBB0inwidVtSu74JReB-TRj1bRaU4Yf2WMqRfFGuoDEflGqMmt" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="hotnews"&gt;&lt;a href="http://kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=121663#"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="huruf_kecil"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="facebook"&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;div class="detailpage"&gt;                                                            &lt;strong&gt;BALIKPAPAN&lt;/strong&gt; - Bukan hanya pelayanan tarif konsmsi air  bersih yang naik tahun 2012 ini. Pelayanan jasa kesehatan juga mengalami  kenaikan hingga rata-rata 35 persen. Terkhusus bagi retribusi dan  pelayanan kesehatan di Puskesmas dan lainnya.&lt;br /&gt;Ini berlaku sejak ditetapkannya Perda nomor 9 tahun 2011 tentang  retsibusi jasa umum beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota  (DKK) Balikpapan Dyah Muryani menuturkan, kenaikan ini &amp;nbsp;menyesuaikan  perkembangan kesehatan. Tarif itu, kata dia, adalah kenaikan yang  pertama sejak satu dekade terakhir.&lt;br /&gt;“Sebelumnya kita mengikuti Perda nomor 5 tahun 2003 tentang retribusi  pelayanan kesehatan. Tapi itu sudah lama, ” jelasnya. &amp;nbsp;Ada 10 item  pelayanan yang dikenakan tarif, selain jasa Pueskemas dan Puskesmas  Pembantu, yaitu pelayanan Kesehatan Gigi, Kesehatan Sederhana, Rawat  Jalan, Rawat Inap, Tindakan Medis, Persalinan UGD dan Mobil Jenazah.  &amp;nbsp;Tarifnya dari ribuan sampai Ratusan ribu. &lt;br /&gt;Kenaikan tarif ini tentu relevan dengan pelayanan. Misalnya,  obat-obatan yang tadinya dibayar oleh pasien, kini menjadi gratis. “Jadi  kenaikan itu plus obat, sebelumnya &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; ditebus oleh pasien,” terangnya. Sedangkan bagi yang tidak mampu membayar, tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;Tentu ada pengecualian bagi mereka yang tak mampu membayar sesuai jasa  retribusi tersebut. Aturan ini berlaku pada 26 Puskesmas di Balikpapan  yang 6 di antaranya melayani 24 jam dengan rawat inap, dan 20 Puskesmas  lainnya untuk rawat jalan.&lt;br /&gt;Diketahui, subsidi untuk pelayanan dan fasilitas kesehatan pada 2011  sebesar Rp 62 miliar. “Tahun 2012 besarnya sama, tapi karena ada  pembangunan RSUD, kita fokus ke sana,” kata Dyah tanpa menyebutkan  nominal tersebut. &lt;strong&gt;(*/lim/adm)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-4950368977575337133?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&amp;id=121663' title='Tarif Kesehatan Ikut Menyesuaikan Setelah 10 Tahun'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/4950368977575337133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=4950368977575337133&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/4950368977575337133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/4950368977575337133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2012/01/tarif-kesehatan-ikut-menyesuaikan.html' title='Tarif Kesehatan Ikut Menyesuaikan Setelah 10 Tahun'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-198250191535236045</id><published>2011-11-22T12:32:00.000+08:00</published><updated>2011-11-21T12:33:30.359+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>Menghitung Kebutuhan SDM Berdasarkan Beban Kerja</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTK2CgZZ8XXk8I4DRmUpiPh00r0HaUi6fLbjyNnv-fvJUFeXy0G" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTK2CgZZ8XXk8I4DRmUpiPh00r0HaUi6fLbjyNnv-fvJUFeXy0G" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komponen kunci dari perencanaan SDM  adalah penentuan tipe SDM yang diperlukan. Perencanaan SDM bertujuan  untuk mencocokkan SDM dengan kebutuhan organisasi yang dinyatakan dalam  bentuk aktifitas. Merencanakan kebutuhan SDM berhubungan dengan hal-hal  sebagai berikut &lt;span style="font-size: 78%;"&gt;[1]&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;a. mendapatkan dan mempertahankan jumlah dan mutu karyawan&lt;br /&gt;b. mengidentifikasi tuntutan keterampilan dan cara memenuhinya&lt;br /&gt;c. menghadapi kelebihan atau kekurangan karyawan&lt;br /&gt;d. mengembangkan tatanan kerja yang fleksibel&lt;br /&gt;e. meningkatkan pemanfaatan karyawan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada  beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan SDM,  salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan analisis beban kerja.  Yang dimaksud dengan beban kerja adalah frekuensi rata-rata  masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Beban kerja  juga dapat berarti berat ringannya suatu pekerjaan yang dirasakan oleh  karyawan yang dipengaruhi oleh pembagian kerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;job distribution&lt;/span&gt;), ukuran kemampuan kerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;standard rate of performance&lt;/span&gt;) dan waktu yang tersedia. &lt;span style="font-size: 78%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode beban kerja adalah tehnik yang paling akurat dalam peramalan kebutuhan tenaga kerja untuk jangka pendek (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;short-term&lt;/span&gt;).  Peramalan jangka pendek ini untuk waktu satu tahun dan selama-lamanya  dua tahun. Tehnik analisis ini memerlukan penggunaan rasio atau pedoman  penyusunan staf standar dalam upaya mengidentifikasi kebutuhan  personalia. &lt;span style="font-size: 78%;"&gt;[3,4]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu  cara untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja  diformulasikan oleh Peter J. Shipp (1998) dan dianjurkan oleh WHO.  Panduan penghitungan kebutuhan tenaga kerja ini telah disesuaikan dengan  kondisi Rumah Sakit di Indonesia. Metode beban kerja ini mudah  dioperasikan, mudah digunakan, secara teknis dapat diterima,  komprehensif, realistis dan dapat diterima oleh manajer medik maupun  manajer non-medik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode beban kerja ini didasarkan pada  pekerjaan nyata yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kesehatan.  Adapun langkah-langkah penyusunan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan  metode ini adalah : 1) menetapkan unit kerja beserta  kategori  tenaganya, 2) menetapkan waktu kerja yang tersedia selama satu tahun, 3)  menyusun standar beban kerja, 4) menyusun standar kelonggaran dan 5)  menghitung kebutuhan tenaga per unit kerja. Untuk menghitung beban kerja  ini diperlukan hal-hal seperti : standar pelayanan, prosedur kerja  tetap serta uraian kerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;job description&lt;/span&gt;) bagi setiap tenaga kerja.&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima langkah dalam menghitung kebutuhan tenaga laboratorium berdasarkan beban kerja, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH PERTAMA&lt;/span&gt;  : menetapkan unit kerja dan kategori tenaga. Kita ambil contoh unit  kerja yang digunakan adalah unit kerja teknis (hematologi, kimia klinik,  mikrobiologi, imunoserologi) dan kategori tenaga yang dipilih adalah  Analis Kesehatan.&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH KEDUA&lt;/span&gt;  : menetapkan waktu kerja yang tersedia bagi tenaga Analis Kesehatan  selama satu tahun. Data yang dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja  yang tersedia adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hari kerja ( A ). Suatu contoh, di  suatu instalasi laboratorium rumah sakit, pelayanan  dilaksanakan selama  24 jam yang dibagi dalam 3 shift sehingga dalam seminggu terdapat 7  hari kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cuti tahunan ( B ). Jumlah cuti tahunan adalah 12 hari dalam satu tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan  dan pelatihan ( C ). Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Rumah  Sakit, Pranata Laboratorium memiliki hak untuk mengikuti pendidikan dan  pelatihan selama 5 hari kerja per tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari libur nasional ( D ). Dalam waktu satu tahun terdapat 15 hari libur nasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidakhadiran  kerja ( E ). Dengan adanya sistem shift, sesudah bertugas pada sore dan  malam hari seorang Pranata Laboratorium mendapatkan ekstra libur selama  1 hari. Di Instalasi Patologi Klinik rata-rata ketidakhadiran kerja  dalam satu bulan selama 7 hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu kerja ( F ) Pada umumnya waktu kerja selama sehari adalah 8 jam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berdasarkan data-data tersebut selanjutnya dilakukan penghitungan untuk menetapkan waktu tersedia dengan rumus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kerja tersedia = A - (B+C+D+E) x F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel  berikut menunjukkan jumlah waktu kerja yang tersedia dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="s" cellspacing="r"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kode&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Faktor&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Waktu Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Keterangan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;A&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;365&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;B&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Cuti Tahunan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;12&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;C&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pendidikan dan Latihan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;D&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari Libur Nasional&lt;/td&gt;&lt;td&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;E&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ketidakhadiran Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;84&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;F&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Waktu Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;8&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jam per hari&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Waktu Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;249&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hari per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jam Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1992&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jam per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Waktu Kerja&lt;/td&gt;&lt;td&gt;119520&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menit per tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun uraian penghitungannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Waktu kerja tersedia  = 365 – ( 12 + 5 + 15 + 84 )&lt;br /&gt;= 249 hari/tahun&lt;br /&gt;= 1992 jam/tahun&lt;br /&gt;= 119520 menit/tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;LANGKAH KETIGA&lt;/span&gt;  : menyusun standar beban kerja. Standar beban kerja adalah volume atau  kuantitas beban kerja selama 1 tahun untuk setiap kategori tenaga (dalam  hal ini adalah Analis Kesehatan). Standar beban kerja untuk suatu  kegiatan pokok disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan  untuk  menyelesaikan pekerjaan (rata-rata waktu) dan waktu yang tersedia per  tahun. Data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun standar beban  kerja untuk kategori tenaga adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kategori tenaga pada unit kerja yang telah ditetapkan pada langkah pertama di atas,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;standar profesi, standar pelayanan dan standar prosedur operasional tetap yang berlaku,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh kategori tenaga (Analis Kesehatan) untuk menyelesaikan kegiatan pelayanan, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;data  dan informasi kegiatan pelayanan di masing-masing unit pelayanan teknis  (hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Beban kerja Analis Kesehatan meliputi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kegiatan  pelayanan yang dilaksanakan oleh Analis Kesehatan, misalnya : sampling,  preparasi sampel, memeriksa sampel, mencatat hasil pemeriksaan,  kalibrasi alat, memeriksa sampel kontrol,  membuat reagen, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rata-rata  waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan pokok,  misalnya rerata waktu untuk memeriksa kadar Hb adalah 10 menit, rerata  waktu untuk membuat reagen A adalah 15 menit, dsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;standar beban kerja Analis Kesehatan tiap satu tahun dihitung dengan rumus perhitungan sebagai berikut :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Standar beban kerja = waktu tersedia per tahun : rerata waktu per kegiatan pokok&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH KEEMPAT&lt;/span&gt;  : menyusun standar kelonggaran yang bertujuan untuk mengetahui faktor  kelonggaran kategori tenaga yang meliputi jenis kegiatan dan kebutuhan  waktu untuk menyelesaikan suatau kegiatan yang tidak terkait langsung  atau tidak dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kuantitas atau jumlah  kegiatan pokok / pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan faktor kelonggaran dapat dilaksanakan melalui pengamatan dan wawancara kepada tenaga Analis Kesehatan mengenai :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kegiatan-kegiatan yang tidak terkait langsung dengan pelayanan, misalnya rapat, istirahat, sholat, makan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;frekuensi kegiatan dalam satu hari, minggu, bulan; waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun rumus untuk menghitung faktor kelonggaran adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Standar kelonggaran = rerata waktu faktor kelonggaran : waktu kerja tersedia per tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel berikut adalah standar kelonggaran Pranata Laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="s" cellspacing="r"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Faktor Kelonggaran&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rata-rata Waktu&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Standar Kelonggaran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Rapat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;2 jam per bulan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0.012&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Istirahat, sholat, makan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;30 menit per hari&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0.092&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Jumlah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0.104&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH KELIMA&lt;/span&gt;  : menghitung kebutuhan tenaga per unit kerja yang bertujuan untuk  memperoleh jumlah dan kategori tenaga Analis Kesehatan per unit kerja  sesuai dengan beban kerja selama 1 tahun. Sumber data yang diperlukan  untuk penghitungan kebutuhan tenaga ini terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya, yaitu waktu kerja tersedia, standar beban kerja dan standar kelonggaran;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kuantitas  kegiatan pokok selama kurun waktu satu tahun, dimana penulis mengambil  data kuantitas kegiatan pokok selama satu tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Data  kegiatan pada pelayanan di tiap unit teknis yang telah diperoleh,  Standar Beban Kerja , dan Standar Kelonggaran merupakan sumber data  untuk menghitung kebutuhan tenaga Pranata Laboratorium dengan  menggunakan rumus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan tenaga = (Jumlah kegiatan pokok : standar beban kerja) + Standar Kelonggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kebutuhan tenaga untuk tiap kegiatan pokok dijumlahkan terlebih dulu sebelum ditambahkan dengan Standar Kelonggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Amstrong,  Michael, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik :  Mengelola  Karyawan, Buku Wajib Bagi Manajer Lini, PT. Bhuana Ilmu Populer,  Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moehijat, 1979, Perencanaan Tenaga Kerja, Penerbit Alumni, Bandung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunarto dan Sahedy Noor, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Bagian Penerbitan FE-UST, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simamora, Henry, 1994, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bagian Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurniati,  Rhina Widhi, 2003, Menghitung Kebutuhan Tenaga Analis Laboratorium di  Sub Unit Penyakit Infeksi Instalasi Patologi Klinik RS Dr. Sardjito :  Laporan Manajemen, Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Fakultas  Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-198250191535236045?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/198250191535236045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=198250191535236045&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/198250191535236045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/198250191535236045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/11/menghitung-kebutuhan-sdm-berdasarkan.html' title='Menghitung Kebutuhan SDM Berdasarkan Beban Kerja'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-6995838477976720549</id><published>2011-11-18T09:00:00.003+08:00</published><updated>2011-11-18T09:00:04.436+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Urinalisa'/><title type='text'>Teknik Pengumpulan Sampel Urine</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTNUDx-3smBBjfS_Aae_Kwr9FvzohNzFqXyEajp7fQBke2YwA6Bbg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTNUDx-3smBBjfS_Aae_Kwr9FvzohNzFqXyEajp7fQBke2YwA6Bbg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemeriksaan urine tidak hanya  dapat memberikan informasi tentang ginjal dan saluran kemih, tetapi juga  mengenai faal berbagai organ tubuh seperti hati, saluran empedu,  pancreas, dsb. Namun, untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat,  diperlukan specimen yang memenuhi syarat. Pemilihan jenis sampel urine,  tehnik pengumpulan sampai dengan pemeriksaan harus dilakukan dengan  prosedur yang benar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jenis sampel urine :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Urine sewaktu/urine acak (random)Urine  sewaktu adalah urine yang dikeluarkan setiap saat dan tidak ditentukan  secara khusus. Mungkin sampel encer, isotonik, atau hipertonik dan  mungkin mengandung sel darah putih, bakteri, dan epitel skuamosa sebagai  kontaminan. Jenis sampel ini cukup baik untuk pemeriksaan rutin tanpa  pendapat khusus.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Urine pagiPengumpulan  sampel pada pagi hari setelah bangun tidur, dilakukan sebelum makan  atau menelan cairan apapun. Urine satu malam mencerminkan periode tanpa  asupan cairan yang lama, sehingga unsur-unsur yang terbentuk mengalami  pemekatan. Urine pagi baik untuk pemeriksaan sedimen dan pemeriksaan  rutin serta tes kehamilan berdasarkan adanya HCG (human chorionic  gonadothropin) dalam urine.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Urine tampung 24 jamUrine  tampung 24 jam adalah urine yang dikeluarkan selama 24 jam  terus-menerus dan dikumpulkan dalam satu wadah. Urine jenis ini biasanya  digunakan untuk analisa kuantitatif suatu zat dalam urine, misalnya  ureum, kreatinin, natrium, dsb. Urine dikumpulkan dalam suatu botol  besar bervolume 1.5 liter dan biasanya dibubuhi bahan pengawet, misalnya  toluene.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wadah Spesimen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadah  untuk menampung spesimen urine sebaiknya terbuat dari bahan plastik,  tidak mudah pecah, bermulut lebar, dapat menampung 10-15 ml urine dan  dapat ditutup dengan rapat. Selain itu juga harus bersih, kering, tidak  mengandung bahan yang dapat mengubah komposisi zat-zat yang terdapat  dalam urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur Pengumpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan  spesimen urine dilakukan oleh penderita sendiri (kecuali dalam keadaan  yang tidak memungkinkan). Sebelum pengambilan spesimen, penderita harus  diberi penjelasan tentang tata cara pengambilan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesimen urine yang ideal adalah urine pancaran tengah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;midstream&lt;/span&gt;),  di mana aliran pertama urin dibuang dan aliran urine selanjutnya  ditampung dalam wadah yang telah disediakan. Pengumpulan urine selesai  sebelum aliran urine habis. Aliran pertama urine berfungsi untuk  menyiram sel-sel dan mikroba dari luar uretra agar tidak mencemari  spesimen urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dan sesudah pengumpulan urine, pasien  harus mencuci tangan dengan sabun sampai bersih dan mengeringkannya  dengan handuk, kain yang bersih atau tissue. Pasien juga perlu  membersihkan daerah genital sebelum berkemih. Wanita yang sedang haid  harus memasukkan tampon yang bersih sebelum menampung spesimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien  yang tidak bisa berkemih sendiri perlu dibantu orang lain (mis.  keluarga atau perawat). Orang-orang tersebut harus diberitahu dulu  mengenai cara pengumpulan sampel urine; mereka harus mencuci tangannya  sebelum dan sesudah pengumpulan sampel; menampung urine midstream dengan  baik. Untuk pasien anak-anak mungkin perlu dipengaruhi/dimaotivasi  untuk mengeluarkan urine. Pada pasien bayi dipasang kantung penampung  urine pada genitalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi tertentu, urine kateter juga  dapat digunakan. Dalam keadaan khusus, misalnya pasien dalam keadaan  koma atau pasien gelisah, diperlukan kateterisasi kandung kemih melalui  uretra. Prosedur ini menyebabkan 1 - 2 % risiko infeksi dan menimbulkan  trauma uretra dan kandung kemih. Untuk menampung urine dari kateter,  lakukan desinfeksi pada bagian selang kateter dengan menggunakan alkohol  70%. Aspirasi urine dengan menggunakan spuit sebanyak 10 – 12 ml.  Masukkan urine ke dalam wadah dan tutup rapat. Segera kirim sampel urine  ke laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan informasi mengenai kadar  analit dalam urine biasanya diperlukan sampel urine 24 jam. Cara  pengumpulan urine 24 jam adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada hari pengumpulan,  pasien harus membuang urin pagi pertama. Catat tanggal dan waktunya.  Semua urine yang dikeluarkan pada periode selanjutnya ditampung. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika  pasien ingin buang air besar, kandung kemih harus dikosongkan terlebih  dahulu untuk menghindari kehilangan air seni dan kontaminasi feses pada  sampel urin wanita. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keesokan paginya tepat 24 jam setelah waktu yang tercatat pada wadah, pengumpulan urin dihentikan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Spesimen urine sebaiknya didinginkan selama periode pengumpulan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biakan Urine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesimen  urine apabila ditampung secara benar mempunyai nilai diagnostic yang  besar, tetapi bila tercemar oleh kuman yang bersal dari urethra atau  peritoneum dapat menyebabkan salah penafsiran. Sampel urine acak cukup  baik untuk biakan kuman. Namun, bila specimen urine acak tidak  menunjukkan pertumbuhan, urine pekat atau urine pagi dapat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel urine yang dikumpulkan adalah urine &lt;span style="font-style: italic;"&gt;midstream clean-catch&lt;/span&gt;.  Biakan kuman dengan sampel ini dapat menentukan diagnosis secara teliti  pada 80% penderita wanita dan hampir 100% penderita pria, apabila  lubang uretra dibersihkan sesuai persyaratan. Urine &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clean-catch&lt;/span&gt;  adalah spesimen urin midstream yang dikumpulkan setelah membersihkan  meatus uretra eksternal. Urine jenis ini biasanya digunakan untuk tes  biakan kuman (kultur). Sebelum mengumpulkan urine, pasien harus  membersihkan daerah genital dengan air bersih atau steril. Jangan  gunakan deterjen atau desinfektan. Tampung urine bagian tengah ke dalam  wadah yang steril. Kumpulkan urin menurut volume direkomendasikan, yaitu  20 ml untuk orang dewasa dan 5-10 ml untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  keadaan yang mengharuskan kateter tetap dibiarkan dalam saluran kemih  dengan sistem drainase tertutup, urine untuk biakan dapat diperoleh  dengan cara melepaskan hubungan antara kateter dengan tabung drainase  atau mengambil sampel dari kantung drainase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak  memungkinkan memperoleh urine yang dikemihkan atau bila diduga terjadi  infeksi dengan kuman anaerob, aspirasi suprapubik merupakan cara  penampungan yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesimen yang menunjukkan  pertumbuhan lebih dari satu jenis kuman, dianggap sebagai tercemar,  kecuali pada penderita dengan kateter yang menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengambilan sampel urine &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clean-catch&lt;/span&gt; pada pasien wanita :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pasien harus mencuci tangannya dengan memakai sabun lalu mengeringkannya dengan handuk, kain yang bersih atau tissue.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanggalkan pakaian dalam, lebarkan labia dengan satu tangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersihkan labia dan vulva menggunakan kasa steril dengan arah dari depan ke belakang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan kasa steril yang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Selama proses ini berlangsung, labia harus tetap terbuka dan jari tangan jangan menyentuh daerah yang telah dibersihkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keluarkan  urine, aliran urine yang pertama dibuang. Aliran urine selanjutnya  ditampung dalam wadah steril yang telah disediakan. Pengumpulan urine  selesai sebelum aliran urine habis. Diusahakan agar urine tidak  membasahi bagian luar wadah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara pengambilan urine &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clean-catch&lt;/span&gt; pada pasien pria :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pasien harus mencuci tangannya dengan memakai sabun lalu mengeringkannya dengan handuk, kain yang bersih atau tissue.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika  tidak disunat, tarik preputium ke belakang. Keluarkan urine, aliran  urine yang pertama dibuang. Aliran urine selanjutnya ditampung dalam  wadah steril yang telah disediakan. Pengumpulan urine selesai sebelum  aliran urine habis. Diusahakan agar urine tidak membasahi bagian luar  wadah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Aspirasi  jarum suprapubik transabdominal kandung kemih merupakan cara  mendapatkan sampel urine yang paling murni. Pengumpulan urine aspirasi  suprapubik harus dilakukan pada kandung kemih yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lakukan  desinfeksi kulit di daerah suprapubik dengan Povidone iodine 10%  kemudian bersihkan sisa Povidone iodine dengan alkohol 70%&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aspirasi urine tepat di titik suprapubik dengan menggunakan spuit&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Diambil urine sebanyak ± 20 ml dengan cara aseptik/suci hama (dilakukan oleh petugas yang berkompenten)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan urine ke dalam wadah yang steril dan tutup rapat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Segera dikirim ke laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-6995838477976720549?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/6995838477976720549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=6995838477976720549&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6995838477976720549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6995838477976720549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/11/teknik-pengumpulan-sampel-urine.html' title='Teknik Pengumpulan Sampel Urine'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8148286701238896057</id><published>2011-11-17T14:15:00.000+08:00</published><updated>2011-11-21T12:34:34.370+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>Panel pemeriksaan Laboratorium</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images01.olx.co.id/ui/2/54/20/20735420_1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images01.olx.co.id/ui/2/54/20/20735420_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hematologi&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Anemia&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hemoglobin, Eritrosit, Hematokrit, Nilai-nilai MC, Gambaran Darah Tepi, Retikulosit&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya penyakit kekurangan sel darah merah (anemia) yang dapat membahayakan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Anemia Defisiensi&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Besi, TIBC, Ferritin, Vitamin B12, Asam Folat, Gambaran Darah Tepi&lt;br /&gt;Manfaat Mendiagnosis penyakit anemia defisiensi akibat kekurangan produksi sel darah merah yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat serta kerusakan sumsum tulang; mengevaluasi derajat anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Anemia Hemolitik&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Retikulosit, Bilirubin Total/ Direk, G6PD, Haptoglobin, Analisa Hb (HPLC), Coombs' Test, Gambaran Darah Tepi&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan terjadinya proses hemolitik dan mendiagnosis penyakit anemia hemolitik yaitu penyakit anemia atau kekurangan sel darah merah akibat sel darah merah cepat rusak, lebih cepat dari kapasitas produksinya di sumsum tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Anemia Aplastik&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Leukosit, Trombosit, Retikulosit, Gambaran Sumsum Tulang&lt;br /&gt;Manfaat Memastikan diagnosis penyakit anemia aplastik (hipoplastik) yaitu kekurangan sel darah merah karena kelainan sumsum tulang sehingga kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah terganggu atau berkurang. Kelainan sumsum tulang ini dapat terjadi karena faktor keturunan, radiasi,lingkungan dan lain-lain; mengevaluasi derajat anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Faal Hemostasis&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Waktu Perdarahan, Waktu Pembekuan, Waktu Protrombin, APTT, Fibrinogen, Retraksi Bekuan, Rumpal Leede&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya gangguan proses hemostasis (mekanisme keseimbangan tubuh) yang berkaitan dengan peristiwa perdarahan dan pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Risiko Trombosis (Genetik)&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Protein C, Protein S, AT III, Fibrinogen, Homocysteine, Lp(a)&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi adanya kelainan herediter (genetik) yang dapat mengkibatkan gangguan atau meningkatkan risiko terjadinya gangguan pembekuan darah (=trombosis) yang merupakan faktor risiko perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah terutama pada orang yang pernah terkena Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke dan peningkatan lipid (lemak) dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Risiko Trombosis (Dapatan)&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan ACA (IgG, IgM), Homocysteine, Trigliserida, Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah (=trombosis) yang dapat mengakibatkan bermacam-macam gangguan misalnya keguguran berulang, sindrom lupus, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimia&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Pengelolaan Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam pp, HbA1c, Albumin Urin Kuantitatif (Mikroalbumin Kuantitatif), Kreatinin, Albumin/Globulin, GPT, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Urine Rutin, NT-proBNP&lt;br /&gt;Manfaat Memantau kondisi individu penyandang diabetes mellitus (DM) terutama untuk melihat kepatuhan penderita DM dalam menjalankan terapi dan mendeteksi faktor risiko komplikasi yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Lemak&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya kelainan lemak (dislipidemia) di dalam tubuh dan deteksi small dense LDL (LDL kecil padat, yaitu jenis kolesterol yang sangat berbahaya) yang dapat meningkatkan risiko kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Risiko PJK/Stroke&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Lp(a), Insulin dan Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam PP, Status Antioksidan Total, Fibrinogen, Adiponektin, ACA (IgG dan IgM), Homosistein, hsCRP&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi adanya berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena Penyakit Jantung Koroner dan/atau Stroke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunoserologi&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Vaksinasi Hepatitis B Virus&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan HBsAg, Anti-HBs, Anti-Hbc&lt;br /&gt;Manfaat Mengetahui adanya infeksi dan status kekebalan terhadap virus Hepatitis B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel TORCH&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgG &amp;amp; IgM, Anti-Rubella IgG &amp;amp; IgM, Anti-CMV IgG &amp;amp; IgM, Anti-HSV2 IgG &amp;amp; IgM.&lt;br /&gt;Manfaat Mengetahui adanya infeksi dan status kekebalan terhadap parasit Toxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus, dan virus Herpes tipe 2 yang dapat mempengaruhi kesehatan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penyakit Menular Seksual&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan VDRL/RPR, TPHA, GO, Chlamydia IgG &amp;amp; IgM, Anti-HSV2 IgM, HBsAg, Anti-HIV&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya infeksi oleh penyakit Herpes, Klamidia, Gonore, Hepatitis atau Sifilis sehingga dapat dengan segera menentukan terapi yang lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Demam&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Lengkap, Urin Rutin, Malaria, Widal, Gal Kultur, GOT, GPT, Anti-Dengue IgG &amp;amp; IgM, CRP Kuantitatif / hsCRP&lt;br /&gt;Manfaat Memastikan diagnosis penyebab penyakit demam seperti demam berdarah, tifus, malaria, peradangan hati, dan penyakit infeksi lainnya sehingga penderita demam dapat memperoleh terapi yang lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Rematik&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan ASTO, CRP, RF, Asam Urat, ANA, LE Test, C3 Komplemen, C4 Komplemen, (HLA-B27)&lt;br /&gt;Manfaat Untuk skrining, mendiagnosis, memantau aktivitas dan keberhasilan terapi, serta mengevaluasi penyakit rematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endokrin&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Tiroid&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan TSHs, FT4&lt;br /&gt;Manfaat Mendiagnosis gangguan fungsi tiroid dan menentukan status tiroid (hipotiroid, eutiroid, atau hipertiroid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Etiologi Gangguan Fungsi Tiroid&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Anti TPO, Tiroglobulin, TRAb&lt;br /&gt;Manfaat Mendiagnosis kelainan tiroid seperti hiperfungsi tiroid dan goiter, inflamasi atau luka fisik pada tiroid, tumor tiroid, dan tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid) sub akut; indikator terapi T4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Ammenorrhea&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan LH, FSH, Prolactin, Estradiol&lt;br /&gt;Manfaat Memastikan penyebab infertilitas pada wanita dengan mendiagnosis, apakah berasal dari gangguan anatomi atau fisiologi sistem reproduksi; mendeteksi kelainan atau gangguan fungsi/fisiologi sistem reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Kesuburan Laki-Laki&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan LH, FSH, Prolactin, Testosteron, Analisa Sperma, Fruktosa, Antibodi Sperma&lt;br /&gt;Manfaat Memastikan penyebab infertilitas pada pria dengan mendiagnosis, apakah berasal dari gangguan anatomi atau fisiologi sistem reproduksi; mendeteksi kelainan atau gangguan fungsi/fisiologi sistem reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Osteoporosis&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CTx (C-Telopeptide) dan N-Mid Osteocalcin&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis secara dini, membantu memprediksi dan memantau respon individu terhadap terapi osteopororis terutama penggunaan obat antiresorpsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanda Tumor&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Tumor&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan AFP, Darah Samar (Hb Spesifik), Anti-EBV VCA IgA, Anti-EBV EA IgA, PSA (Laki-laki), dan Pap Smear (Perempuan)&lt;br /&gt;Manfaat Untuk memperkirakan risiko terjadinya penyakit kanker tertentu atau mendeteksi kemungkinan adanya kanker tertentu yaitu kanker hati, kanker usus besar dan anus (kolorektal), kanker nasofaring, kanker prostat (khusus pria) dan kanker leher rahim (khusus wanita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Kolorektal&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Darah Samar(Hb Spesifik), CEA, CA 19-9&lt;br /&gt;Manfaat Menunjang diagnosis, memperkirakan prognosis (perkembangan penyakit) dan pemantauan terapi/pengobatan kanker kolorektal (usus besar dan anus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Hati&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan AFP, CEA&lt;br /&gt;Manfaat Mendiagnosis kanker hati Primer (KHP) dan metastatis hati (kanker hati akibat penyebaran sel kanker dari organ tubuh lain), menentukan risiko penyakit KHP, serta memantau penyakit kanker hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Lambung&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CEA, CA 72-4, CA 19-9&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi kemungkinan adanya penyakit kanker lambung dan memperkirakan respon terapi penyakit kanker lambung (kemoterapi/radioterapi). Menunjang diagnosis dan pemantauan terapi kanker lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Pankreas&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CEA, CA 19-9&lt;br /&gt;Manfaat Menunjang diagnosis, memperkirakan prognosis (perkembangan kanker) dan pemantauan terapi kanker pankreas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Tiroid&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Tiroglobulin, Calcitonin&lt;br /&gt;Manfaat 1. Mendeteksi dan memperkirakan prognosis penyakit kanker tiroid (jenis folikuler).&lt;br /&gt;2. Mendeteksi penyebaran tumor di kelenjar tiroid.&lt;br /&gt;3. Sebagai follow up bagi penderita tumor tiroid.&lt;br /&gt;4. Pemantauan terhadap terapi penyakit karsinoma tiroid yang terdiferensiasi.&lt;br /&gt;5. Memantau fungsi jaringan tiroid setelah pengangkatan kelenjar tiroid melalui pembedahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Ovarium&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CEA, CA 125, CA 72-4&lt;br /&gt;Manfaat Uji saring untuk deteksi dini kanker ovarium dan menunjang diagnosis, memantau dan meramalkan prognosis kanker ovarium, serta sebagai follow up bagi penderita kanker ovarium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Cervix&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan SCC, Pap Smear&lt;br /&gt;Manfaat Menunjang diagnosis, pemantauan terapi dan deteksi kekambuhan penyakit kanker serviks (kanker leher rahim).ng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Payudara&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CEA, CA 15-3&lt;br /&gt;Manfaat Menunjang diagnosis, memantau terapi, memperkirakan prognosis, serta untuk follow up dan diagnosis kekambuhan kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Prostat&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan PSA, Free PSA, (Rasio Free PSA/PSA)&lt;br /&gt;Manfaat 1. Mengidentifikasi risiko terjadinya kanker prostat terutama bagi individu&lt;br /&gt;berisiko tinggi (terdapat riwayat keluarga yang memiliki penyakit kanker prostat)&lt;br /&gt;2. Mendeteksi kanker prostat pada stadium dini dan sebelum metastatis.&lt;br /&gt;3. Memantau terapi dan deteksi dini kekambuhan kanker prostat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Paru-Paru&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan CEA, SCC, NSE&lt;br /&gt;Manfaat Menunjang diagnosis, meramalkan prognosis dan memantau terapi penyakit kanker paru-paru, serta mendeteksi kemungkinan adanya kekambuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penanda Tumor Nasofaring&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Anti-EBV VCA IgA, Anti-EBV EA IgA&lt;br /&gt;Manfaat Uji saring untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya karsinoma nasofaring, memantau perkembangan tumor nasofaring dan deteksi dini kekambuhan, serta meramalkan prognosis dan mendeteksi metastatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alergi&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Alergi&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan IgE Total, Eosinofil (jumlah), Faeces Rutin&lt;br /&gt;Manfaat Uji saring untuk mendeteksi dan memastikan kemungkinan adanya reaksi alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Check-up Kesehatan&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Check-Up Plus&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Urine Rutin, Faeces Rutin, Bilirubin Total, Bilirubin Direk, GOT, GPT, Fosfatase Alkali, Gamma GT, Protein Elektroforesis, Glukosa Puasa, Urea N, HBsAg, Anti-HCV, Kreatinin, Asam Urat, Kolesterol Total, Trigliserida, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Apo B, TSHs, AFP, PSA (laki-laki), Pap Smear (perempuan)&lt;br /&gt;Manfaat Mengetahui kualitas kesehatan secara umum, baik yang menyangkut fungsi organ maupun keadaan metabolisme tubuh dengan mendeteksi ada tidaknya kelainan atau penyakit yang sering dijumpai dan potensial membahayakan misalnya kelainan darah, gangguan metabolisme (pengolahan) lemak dan gula, gangguan fungsi hati dan ginjal, infeksi virus hepatitis, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Check-Up&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Urine Rutin, Faeces Rutin, Bilirubin Total, Bilirubin Direk, GOT, GPT, Fosfatase Alkali, Gamma GT, Protein Elektroforesis, Glukosa Puasa, Urea N, HBsAg, Anti-HCV, Kreatinin, Asam Urat, Kolesterol Total, Trigliserida, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Apo B, TSHs&lt;br /&gt;Manfaat Mengetahui kualitas kesehatan secara umum, baik yang menyangkut fungsi organ maupun keadaan metabolisme tubuh dengan mendeteksi ada tidaknya kelainan atau penyakit yang sering dijumpai dan potensial membahayakan misalnya kelainan darah, gangguan metabolisme (pengolahan) lemak dan gula, gangguan fungsi hati dan ginjal, infeksi virus hepatitis, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Premarital&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Urine Rutin, Golongan Darah (A,B,O) dan Rhesus, Glukosa Puasa, HBsAg, VDRL/RPR, Gambaran Darah Tepi, Anti Rubella IgG, Anti Toxoplasma IgG, dan Anti CMV-IgG&lt;br /&gt;Manfaat Memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin seperti kelainan darah(thallasemia dan hemofilia), diabetes mellitus, hepatitis B, infeksi TORCH,dan penyakit sifilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Awal Kehamilan&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Urine Rutin, Golongan Darah (A,B,O) dan Rhesus, Glukosa Puasa, HBsAg, VDRL/RPR, Gambaran Darah Tepi, Anti Rubella IgG, Anti Toxoplasma IgG, dan Anti CMV-IgG (Perempuan)&lt;br /&gt;Manfaat Mengetahui adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil maupun janinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Uji Saring Neonatus&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan TSH Neonatus, G6PD Neonatus&lt;br /&gt;Manfaat Pemeriksaan dan skrining pada bayi yang baru lahir terhadap beberapa keadaan atau penyakit penting yang potensial berbahaya akibat gangguan metabolisme herediter (bawaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Evaluasi Awal Hipertensi&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Urine Rutin, Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam PP, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, Albumin Urin Kuantitatif (Mikroalbumin Kuantitatif), Natrium (Serum), Kalium (Serum), hsCRP&lt;br /&gt;Manfaat Menilai pola hidup dan mengidentifikasi kemungkinan penyebab hipertensi, meramalkan prognosis hipertensi, mendeteksi kemungkinan adanya faktor risiko komplikasi dan kerusakan organ target akibat hipertensi serta penyakit lain yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Pemantauan Hipertensi&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Urine Rutin, Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam PP, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, Albumin Urine Kuantitatif (Mikroalbumin Kuantitatif), Natrium (Serum), Kalium (Serum)&lt;br /&gt;Manfaat Memantau kondisi dan keberhasilan terapi hipertensi, menilai risiko terjadinya komplikasi, dan mendeteksi efek samping pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Sindrom Metabolik&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Lingkar Pinggang, Tekanan Darah, Trigliserida, Kolesterol HDL, Glukosa Puasa, Adiponektin, hsCRP, Apo B, SGPT, Glukosa Puasa 2 jam PP, HbA1c, NT-proBNP, Albumin Urine Kuantitatif (sewaktu), Collagen Type IV, Kolesterol LDL Direk, Kreatinin&lt;br /&gt;Manfaat Mendiagnosis sindrom metabolik dan mendeteksi kemungkinan adanya risiko komplikasi akibat sindrom metabolik seperti PJK, stroke, diabetes mellitus, dan perlemakan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Sindrom Down TM I&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan PAPP-A, Free ß hCG&lt;br /&gt;Manfaat Sebagai uji saring Down Syndrome (trisomi 21) yang merupakan penyakit neurologis ditandai dengan adanya keterbelakangan mental dan aging yang dipercepat karena adanya kelainan genetik pada kromosom 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Sindrom Down TM II (Triple Screening)&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Ms AFP, Ue3, hCG&lt;br /&gt;Manfaat Screening untuk memperkirakan risiko Down Syndrome(trisomi 21). Pemeriksaan triple skrining paling akurat apabila maternal serum diambil pada usia kehamilan antara 16-18 minggu, namun dapat juga dilakukan pada usia kehamilan 15-22 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Geriatri&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Usila Umum&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Hematologi rutin, Urine rutin, GOT, GPT, Glukosa Puasa, Asam Urat, Cystatin C, CTx (C-Telopeptide), Kolesterol Total, Kolesterol LDL Direk,Kolesterol HDL, Trigliserida, Apo B, hs-CRP, TSHs, Prealbumin, Homocysteine, PSA (pada Pria), Pap Smear (pada Wanita)&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi berbagai gangguan yang sering ditemukan pada usila (usia lanjut) yaitu kelainan/penyakit darah, gangguan/infeksi saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi kelenjar tiroid, risiko penyakit kardiovaskular dan risiko demensia. Panel ini ditujukan untuk mereka yang berusia &amp;gt; 55 tahun yang belum diketahui adanya gangguan/penyakit tertentu (terutama penyakit degeneratif) pada waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Sindrom Metabolik pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Tekanan darah, Lingkar Pinggang, Cholesterol Total, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Adiponektin, Glukosa Puasa, hsCRP&lt;br /&gt;Manfaat Untuk mendiagnosis sindrom metabolik pada usia lanjut serta mendeteksi dini komplikasi akibat kondisi sindrom metabolik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Diabetes Melitus pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam PP, HbA1c, hs-CRP, Tekanan Darah, Albumin Urin Kuantitatif (Mikroalbumin Kuantitatif), Status Antioksidan Total&lt;br /&gt;Manfaat Mendeteksi faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi Diabetes Melitus, agar dapat segera ditangani sehingga kualitas hidup pasien dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Stroke pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Tekanan darah, Kolesterol Total, Kolesterol LDL Direk, Kolesterol HDL, Trigliserida, Apo B, Lp(a), Glukosa Puasa, hs-CRP&lt;br /&gt;Manfaat Memperkirakan kemungkinan terjadinya serangan stroke ulangan dan memantau perkembangan kondisi pasien setelah serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Penyakit Kardiovaskular pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Tekanan darah, Kolesterol Total, Kolesterol LDL Direk, Kolesterol HDL, Trigliserida, Apo B, Lp(a), hs-CRP, Homocysteine, NT-proBNP&lt;br /&gt;Manfaat Memperkirakan kemungkinan berkembangnya penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Demensia pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan Kolesterol Total, Kolesterol LDL Direk, Kolesterol HDL, Trigliserida, Apo B, Lp (a), hs-CRP, Homosistein, NT-proBNP, Waktu Protrombin, APTT, INR, Fibrinogen, D-Dimer, Agregasi Trombosit, Asam Folat, Vitamin B12, Status Antioksidan Total&lt;br /&gt;Manfaat Untuk pengelolaan pasien dalam kondisi demensia, agar perkembangan penyakit dapat dihambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Pemeriksaan Panel Tiroid Pada Usila&lt;br /&gt;Jenis Pemeriksaan TSHs, FT4&lt;br /&gt;Manfaat Pengelolaan/Pemantauan Penyakit Kelenjar Tiroid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8148286701238896057?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8148286701238896057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8148286701238896057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8148286701238896057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8148286701238896057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/04/panel-pemeriksaan-laboratorium.html' title='&lt;blink&gt;Panel pemeriksaan Laboratorium&lt;/blink&gt;'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-3552561456091714982</id><published>2011-11-16T13:49:00.003+08:00</published><updated>2011-11-16T13:55:14.191+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>Kesepakatan Bersama Kemenkes RI dengan Dunia Usaha</title><content type='html'>&lt;span class="ttl-news"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="middle" alt="" border="0" class="rot0" height="132" id="preview_img" src="http://www.mediafire.com/imgbnc.php/bbefbe3b429a0e3d5e8b3301b0e5ac24ca474d9fc00b679ad64183f30b4194a45g.jpg" style="margin: 0px;" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kesepakatan bersama dengan Dunia Usaha&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Peringatan  HKN tahun ini merupakan momentum untuk meningkatkan Gerakan Nasional  Kebersihan Indonesia sebagaimana amanat Presiden. Melalui&amp;nbsp; tema HKN  "Indonesia Cinta Sehat", pemerintah mengajak seluruh komponen bangsa  melakukan gerakan dan tindakan nyata dalam mencapai hidup bersih dan  sehat. Tema ini mencerminkan, Bangsa Indonesia mencintai kesehatan, mau  dan mampu berperilaku sehat, menjaga lingkungan agar tetap sehat serta  mengupayakan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang  bermutu, adil, dan merata. Indonesia Cinta Sehat juga cermin pelaksanaan  amanat&amp;nbsp; UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peringatan HKN tahun ini, kementerian  Kesehatan menandatangani kesepakatan bersama dengan dunia usaha, MoU ini  merupakan wujud kemitraan bersama dalam rangka meningkatkan derajat  kesehatan masyarakat Indonesia melalaui program - program CSR dengan  tindakan nyata.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;http://www.promosikesehatan.com/ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="middle" alt="" border="0" class="rot0" height="459" id="preview_img" src="http://www.mediafire.com/imgbnc.php/6f2d633197e619fd22ab4ba06cbb428fe774d79f5ecaec212fc2b0a14b1b27a25g.jpg" style="height: 219px; margin: 0px; width: 349px;" width="516" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-3552561456091714982?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.promosikesehatan.com/?act=news&amp;id=763' title='Kesepakatan Bersama Kemenkes RI dengan Dunia Usaha'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/3552561456091714982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=3552561456091714982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3552561456091714982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3552561456091714982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/11/kesepakatan-bersama-kemenkes-ri-dengan.html' title='Kesepakatan Bersama Kemenkes RI dengan Dunia Usaha'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-2719754401450831051</id><published>2011-09-05T14:05:00.001+08:00</published><updated>2011-09-05T14:17:53.726+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia Darah'/><title type='text'>Tentang Lipid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dSjGP8eqs_Q/TmRpaJaGw5I/AAAAAAAAAgY/p6VaRfODM5I/s1600/images_004.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-dSjGP8eqs_Q/TmRpaJaGw5I/AAAAAAAAAgY/p6VaRfODM5I/s1600/images_004.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lipid adalah senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen yang tidak larut dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah trigliserida, kolesterol dan fosfolipid. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan trigliserid yang berfungsi sebagai ‘gudang’ lemak yang segera dapat digunakan. Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta untuk pembakaran langsung untuk menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih dari 95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan trigliserida dari asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah sebagai kilomikron (droplet lemak kecil yang diselubungi protein), yang memberikan tampilan seperti susu atau krim pada serum setelah mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan sebaginya terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian dihidrolisis oleh kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas yang terbentuk diserap oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke sistem limfatik dan akhirnya ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam lemak), serta 30% dalam bentuk bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan dalam eritrosit, membran sel, dan otot.&lt;br /&gt;Sebagian besar kolesterol yang dibutuhkan tubuh disintesis dari asetil koenzim A melalui betahidroksi-betametil glutamil KoA. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan cairan (misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari hati dan usus, serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam darah dapat ikut serta dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu ‘pengangkut’ agar bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang dinamakan lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran yang juga mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda sehingga masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda. Lipoprotein terbesar dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh lipoprotein densitas sangat rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein densitas rendah (low density lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang (intermediate density lipoprotein, IDL), dan lipoprotein densitas tinggi (high density lipoprotein, HDL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian kecil (15-25%) kolesterol berada dalam HDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan trigliserida dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan kilomikron ke dalam limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron membebaskan trigliserida ke jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain itu, juga mengaktifkan lipoprotein lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari trigliserida sehingga ukuran kilomikron berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap oleh hati. Asam-asam lemak yang dikeluarkan pada gilirannya diserap oleh sel otot dan adiposa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VLDL terutama dibentuk oleh sel hati, sebagian oleh usus. VLDL terutama terdiri dari trigliserid endogen yang dibentuk oleh sel hati dari karbohidrat. Ia bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LDL berasal dari katabolisme VLDL, bertugas mengangkut kolesterol dalam plasma darah ke jaringan perifer untuk keperluan pertukaran zat. LDL mengandung 45% kolesterol. LDL ini mudah sekali menempel pada dinding pembuluh koroner sehingga menimbulkan kerak kolesterol (plak). Itu sebabnya LDL sering disebut sebagai “kolesterol jahat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HDL dibentuk oleh sel hati dan usus, bertugas menyedot timbunan kolesterol di jaringan tersebut, lalu mengangkutnya ke hati dan selanjutnya membuangnya ke dalam empedu. Karena itu maka HDL disebut sebagai “kolesterol baik”. Bila HDL rendah, maka kolesterol akan dideposit pada jaringan arteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengukuran Lipid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penetapan lipid biasanya dilakukan dengan serum, tetapi dapat juga menggunakan plasma EDTA atau plasma heparin. Baik serum maupun plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah dan jika tidak segera diperiksa, harus disimpan dalam lemari es supaya distribusi kolesterol tidak berubah dan enzim-enzim tidak sempat mengubah proporsi lipoprotein. Sampel darah harus diperoleh setelah klien berpuasa 10 – 12 jam sebelum pengambilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran lipid serum yang paling relevan adalah kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, dan kolesterol LDL. Pengukuran lipid dapat dilakukan dengan metode kimiawi kolorimetrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran kolesterol total dapat menggunakan enzim kolesterol oksidase. Trigliserida diukur melalui pengeluaran asam lemak secara hidrolisis diikuti oleh kuantifikasi gliserol yang dibebaskan. Pengukuran kolesterol HDL menggunakan pengendapan semua lipoprotein selain HDL, kemudian kolesterol HDL yang tersisa dalam larutan diukur. Sedangkan kolesterol LDL diukur dari pengukuran trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol HDL dengan pendekatan Friedewald sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kolesterol LDL = Kolesterol total – kolesterol HDL – (trigliserida/5)&lt;br /&gt;Kalkulasi ini masih sahih untuk kadar trigliserida sampai sekitar 400 mg/dL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pengukuran kolesterol LDL dapat dilakukan langsung dengan tehnik imunopresipitasi selektif fraksi lipoprotein lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trigliserida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;DEWASA&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 12-29 tahun&lt;/span&gt; : 10 – 140 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 30 – 39 tahun&lt;/span&gt; : 20 – 150 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 40-49 tahun&lt;/span&gt; : 30 – 160 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia &amp;gt; 50 tahun&lt;/span&gt; : 40 – 190 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;ANAK&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bayi&lt;/span&gt; : 5 – 40 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 5-11 tahun&lt;/span&gt; : 10 – 135 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;DEWASA&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nilai ideal&lt;/span&gt; : &amp;lt; style="font-style: italic;"&amp;gt;Risiko sedang : 200 – 240 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko tinggi&lt;/span&gt; : &amp;gt; 240 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kehamilan&lt;/span&gt; : kadar berisiko tinggi, tetapi akan kembali normal seperti sebelum kehamilan 1 bulan setelah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;ANAK&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bayi&lt;/span&gt; : 90 – 130 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anak usia 2 – 19 tahun&lt;/span&gt; : nilai ideal 130 – 170 mg/dl, risiko sedang 171 – 184 mg/dl, risiko tinggi &amp;gt; 185 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol HDL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 20-24 tahun&lt;/span&gt; : 30 – 79 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 25-29 tahun&lt;/span&gt; : 31 – 83 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 30-34 tahun&lt;/span&gt; : 28 – 77 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 35-39 tahun&lt;/span&gt; : 36 – 62 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 40-44 tahun&lt;/span&gt; : 34 – 67 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 45-49 tahun&lt;/span&gt; : 30 – 87 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 50-54 tahun&lt;/span&gt; : 28 – 92 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol LDL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang dianjurkan&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko sedang&lt;/span&gt; : 130 – 159 mg/dl. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko tinggi&lt;/span&gt; : &amp;gt;= 160 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) tahun 2004, kadar lipid serum yang dianggap optimal dan yang abnormal dapat dilihat pada tabel berikut :&lt;br /&gt;&lt;table style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="s" cellspacing="r" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol total (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Yang diinginkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 - 239&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;240 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol LDL (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;100 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Optimal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;100 - 129&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mendekati optimal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;160 - 189&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;190 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol HDL (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;40 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rendah (kurang baik)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;60 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi (baik)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Trigliserida (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;150 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Normal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;150 - 199&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 - 499&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;500 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar lemak darah dapat menimbulkan risiko penyakit arteri koronaria atau penyakit kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol (hiperkolesterolemia) menyebabkan penumpukan kerak lemak di arteri koroner (arteriosklerosis) dan risiko penyakit jantung (infark miokardial). Kadar kolesterol serum tinggi dapat berhubungan dengan kecenderungan genetik (herediter), obstruksi bilier, dan/atau asupan diet. Peningkatan trigliserid dalam waktu yang lama akan menjadi gajih di bawah kulit dan menyebabkan obesitas. Gajih yang berlebih akan diubah juga menjadi kolesterol LDL. Kolesterol LDL yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah merupakan risiko penyakit aterosklerosis. Sebaliknya, kolesterol LDL yang rendah dan kolesterol HDL tinggi dapat menurunkan risiko penyakit arteri koronaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar kolesterol dapat dijumpai pada :  infak miokardial (MCI) akut, aterosklerosis, hiperkolesterolemia keluarga, hiperlipoproteinemia tipe II, III dan V, diet tinggi kolesterol (lemak hewani). Selain itu juga dijumpai pada : hipotiroidisme, obstruksi bilier, sirosis bilier, miksedema, hepatitis infeksiosa, DM yang tidak terkontrol, sindrom nefrotik, pankreatektomi, kehamilan trimester III, periode stress berat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt; : aspirin, kostikosteroid, steroid (agens anabolic dan androgen), kontrasepsi oral, epinefrin dan norepinefrin, bromide, fenotiazin (klorpromazin [Thorazine], trifluoperazin [Stelazine]), Vitamin A dan D, sulfonamide, fenitoin (Dilantin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar trigliserida dapat dijumpai pada : hiperlipoproteinemia, infark miokardial akut, hipertensi, thrombosis serebral, arteriosklerosis, diet tinggi karbohidrat. Juga dapat dijumpai pada : hipotiroidisme, sindrom nefrotik, sirosis Laennec atau alkoholik, DM tak terkontrol, pancreatitis, sindrom Down, stress, kehamilan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt; : Estrogen, kontrasepsi oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan lemak darah umumnya dipengaruhi oleh faktor makanan. Konsumsi makanan tinggi kalori dalam jangka waktu lama terutama yang banyak mengandung lemak, menyebabkan peningkatan persisten trigliserida yang terutama berada dalam partikel VLDL. Asupan karbohidrat yang tinggi menyebabkan peningkatan cepat trigliserida dan VLDL. Kolesterol dalam makanan meningkatkan kandungan kolesterol LDL, demikian juga asupan asam lemak jenuh melalui makanan; konsumsi asam lemak tak jenuh mungkin menurunkan kolesterol total. Alkohol meningkatkan konsentrasi trigliserida, terutama mempengaruhi VLDL dan kadang-kadang kilomikron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Obat aspirin dan kortison dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diet tinggi kolesterol yang dikonsumsi sebelum pemeriksaan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hipoksia berat dapat meningkatkan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hemolisis pada sampel darah dapat menyebabkan hasil uji kolesterol serum meningkat,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diet tinggi karbohidrat dan alcohol dapat meningkatkan kadar trigliserida serum.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-2719754401450831051?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/2719754401450831051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=2719754401450831051&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2719754401450831051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2719754401450831051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/09/tentang-lipid.html' title='Tentang Lipid'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dSjGP8eqs_Q/TmRpaJaGw5I/AAAAAAAAAgY/p6VaRfODM5I/s72-c/images_004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-9038438755784477470</id><published>2011-09-04T11:52:00.001+08:00</published><updated>2011-09-05T13:49:18.727+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapan Hari Raya'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Keluarga Besar UPT LABORATORIUM DAN RADIOLOGI Mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ru3qnFy4VJI/TmRios8iRJI/AAAAAAAAAgQ/UIWMTTH7WEA/s1600/idulfitriweb_indo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ru3qnFy4VJI/TmRios8iRJI/AAAAAAAAAgQ/UIWMTTH7WEA/s320/idulfitriweb_indo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-9038438755784477470?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/9038438755784477470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=9038438755784477470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/9038438755784477470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/9038438755784477470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/09/blog-post.html' title=''/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ru3qnFy4VJI/TmRios8iRJI/AAAAAAAAAgQ/UIWMTTH7WEA/s72-c/idulfitriweb_indo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-2343468365570835178</id><published>2011-06-08T12:47:00.001+08:00</published><updated>2011-06-08T12:54:13.417+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PATELKI'/><title type='text'>Sertifikasi dan Kompetensi Analis Kesehatan</title><content type='html'>&lt;span rel="sioc:has_creator"&gt;&lt;time datetime="2011-05-09T08:14:22+07:00" pubdate="pubdate"&gt;&lt;/time&gt;    &lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;&lt;div class="article-content"&gt;&lt;div class="field field-name-body field-type-text-with-summary field-label-hidden"&gt;&lt;div class="field-item even"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sertifikasi dan Kompetensi Analis Kesehatan Berdasarkan Permenkes No. 161 Tahun 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Entuy Kurniawan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" height="243" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/001Serti.jpg" style="height: 608px; width: 800px;" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi kesehatan adalah pekerjaan yang memenuhi kriteria:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mempunyai pendidikan formal untukmemperoleh pengetahuan, sikapdan keterampilan (Kompetensi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diberikan kewenangan untuk melaksanakan pelayanan kepada klien maupun tenaga kesehatan lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan pelayanan melalui kode etik dan standar pelayanan yang diakui masyarakat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mengapa perlu sertifikasi profesi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengakuan Profesi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghargaan Profesi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlindungan Hukum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Standardisasi kompetensi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daya saing tinggi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="" height="151" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/002Serti.jpg" style="height: 607px; width: 800px;" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;Sertifikasi Kompetensi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Suatu proses pengakuan terhadap kompetensi seorang Analis  Kesehatan untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya sesuai  dengan standar profesi di seluruh Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai syarat mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dan surat izin kerja (SIK)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dasar Hukum :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;UU No. 36 Tahun 2009&lt;br /&gt;Penyelenggara fasilitas kesehatan  dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki kualifikasi  dan izinmelakukan pekerjaan profesi (Pasal 34 : 2)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP No. 32 Tahun 1996&lt;br /&gt;Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan setelah memiliki izin dari menteri kesehatan (Pasal 4)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;PenyelenggaraUji Kompetensi Analis Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sertifikasi Profesi (Mandatory)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Registrasi dan Izin Kerja&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LembagaSertifikasiProfesiTenagaLaboratoriumPengujiIndonesia(LSPTELAPI): &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Kerja (Voluntary)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesuai dengan bidang/level pekerjaannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="" height="152" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/003Serti.jpg" style="height: 611px; width: 800px;" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/004Serti.jpg" style="height: 645px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESERTA UJI :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umum (Administrasi) &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Foto copi ijazah yang dilegalisir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki SIP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat pernyataan akan mematuhi etika profesi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pas Photo terbaru dan berwarna 4x6 sebanyak 3 buah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khusus &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anggota PATELKI (KTA)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulusan pendidikan formal dengan jenjang pendidikan : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Diploma III/IV Analis Kesehatan/Medis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMAK dengan pengalamankerja di laboratorium minimal 5 tahun&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Re-Registrasi (uji kompetensi ulang)&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pas foto terbaru dan berwarna ukuran 4 X 6 sebanyak 3 (tiga) lembar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SuratIjinKerja Analis Kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;telah mengikuti kegiatan ilmiah PATELKI dengan mengumpulkan minimal 5 SKP&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;PENGUJI KOMPETENSI&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penguji menjalankan profesinya sesuai dengan standar profesi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berasal dari PATELKI dandirekomendasikan oleh &amp;nbsp;&amp;nbsp;DPP PATELKI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai latar belakang pendidikan Analis Kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpendidikan satu tingkat diatas atau sejajar dengan tenaga analis kesehatan yang diuji&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalaman dibidang labkes minimal 5 tahun untuk berpendidikan satu  tingkat diatas atau 10 tahun untuk berpendidikan sejajar dengan peserta  uji&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki sertifikat kompetensi teknis yang sesuai dengan bidang yang akan diujikan atau dokumen pendukung lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki sertifikat penguji dari MTKI atas nama Menteri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki surat penunjukkan dari MTKP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidakmemilikikonflik kepentingan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/005Serti.jpg" style="height: 596px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;MATERI UJI KOMPETENSI :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengacu pada STANDAR PROFESI, berdasarkan Kepmenkes No. 370/Menkes/SK/III/2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdiri dari tiga aspek : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Teknis Profesional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Manajemen Profesional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Etik Profesional&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DOMAIN&amp;nbsp; : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kognitif (30-50%), Afektif Knowledge (Konatif) (10-20%), Prosedural knowledge (20-30%)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Psikomotorik (40-60%)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/006Serti.jpg" style="height: 607px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar kompetensi : 7 kompetensi inti, dan terdiri dari 51 unit kompetensi&lt;br /&gt;KOMPETENSI&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Teknis Profesional : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Merencanakan / merancang proses di laboratorium kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan untuk melaksanakan proses pemeriksaan laboratorium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu memberikan penilaian analitis terhadap hasil pemeriksaan laboratorium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu melaksanakan dan mengevaluasi sistem mutu di laboratorium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Manajemen Profesional &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membantu klinisi dalam pemanfaatan data laboratorium secara efektif dan efisien&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetensi Etik Profesional ?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sub Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keterampilan untuk melaksanakan proses pemeriksaan laboratorium &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengambilan spesimen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penanganan spesimen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempersiapkan alat dan bahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguji kualitas bahan/reagensia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penanganan (memelihara dan kalibrasi) alat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih metode uji&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengerjakan prosedur pemeriksaan : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hematologi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;....... membuat laporan hasil pemeriksaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;UNIT KOMPETENSI&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memilih metode uji (LAB.KK02.021.01)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan tes dasar (LAB.KK02.014.01)&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-left: 40px;"&gt;Hematologi sederhana&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-left: 40px;"&gt;Kimia klinik sederhana&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-left: 40px;"&gt;Mikrobiologi sederhana&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-left: 40px;"&gt;Urin rutin&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-left: 40px;"&gt;Faeces rutin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Contoh Soal&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hematologi Dasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu melakukan identifikasi sel darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kasus : pada kasus infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing  Ascaris lumbricoides, tubuh menunjukan respon imunitas yang ditunjukan  dengan adanya peningkatan/perubahan proporsi leukosit. Hal ini dapat  terlihat pada pemeriksaan diff count yang menunjukkan peningkatan pada  sel :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/007Serti.jpg" style="height: 193px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/008Serti.jpg" style="height: 587px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/009Serti.jpg" style="height: 598px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/010Serti.jpg" style="height: 583px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/011Serti.jpg" style="height: 409px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/012Serti.jpg" style="height: 647px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/013Serti.jpg" style="height: 642px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/014Serti.jpg" style="height: 563px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://patelki.org/sites/default/files/gambar/015Serti.jpg" style="height: 628px; width: 800px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-2343468365570835178?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://patelki.org/node/14' title='Sertifikasi dan Kompetensi Analis Kesehatan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/2343468365570835178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=2343468365570835178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2343468365570835178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2343468365570835178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/06/sertifikasi-dan-kompetensi-analis.html' title='Sertifikasi dan Kompetensi Analis Kesehatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-6608311044596408050</id><published>2011-05-11T13:11:00.001+08:00</published><updated>2011-05-11T13:14:15.476+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RADIOLOGI'/><title type='text'>TELERADIOLOGY</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTZAZcaTj70JjsEe0YtWQ4CzXYDH3ke89rDs_pp2rNAA-8ybF0TwioWblg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTZAZcaTj70JjsEe0YtWQ4CzXYDH3ke89rDs_pp2rNAA-8ybF0TwioWblg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-outline-level: 2;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-outline-level: 2;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 24px;"&gt;Teleradiology adalah transmisi elektronik dari gambar pasien radiologi, seperti x-ray, CTs, dan MRI, dari satu lokasi ke lokasi lain untuk tujuan penafsiran dan / atau konsultasi. Ahli radiologi semakin sumber daya yang langka mengingat bahwa prosedur pencitraan tumbuh sekitar 15% per tahun terhadap peningkatan hanya 2% pada populasi radiolog.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Teleradiology meningkatkan perawatan pasien dengan memungkinkan Ahli Radiologi untuk memberikan layanan tanpa benar-benar harus berada di lokasi pasien. Hal ini terutama kunci ketika seorang spesialis sub seperti seorang ahli radiologi MRI radiolog, Neuroradiologist, Pediatrik ahli radiologi, atau otot diperlukan sebagai para profesional umumnya hanya terletak di wilayah metropolitan besar bekerja selama jam siang hari. Spesialis Teleradiology memungkinkan untuk dilatih untuk menjadi tersedia 24 / 7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Teleradiology jaringan dilakukan dengan menggunakan teknologi jaringan standar seperti internet, saluran telepon, wide area network (WAN), atau melalui jaringan area lokal (LAN). Sangat software khusus digunakan untuk mengirimkan gambar dan memungkinkan ahli radiologi untuk secara efektif menganalisis apa yang dapat 100's gambar untuk studi tertentu. Teknologi seperti pengolahan grafis lanjutan, pengenalan suara, dan kompresi gambar yang sering digunakan dalam Teleradiology. Melalui Teleradiology, gambar dapat dikirim ke bagian lain rumah sakit, atau ke lokasi lain di seluruh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Teleradiologists dapat memberikan Baca awal untuk keperluan ruang gawat darurat atau Baca final untuk pasien catatan resmi dan untuk digunakan dalam penagihan. Laporan Teleradiology pendahuluan dapat disediakan untuk studi muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Laporan Pendahuluan mencakup semua temuan yang bersangkutan dan panggilan telepon untuk setiap temuan penting. Untuk beberapa layanan Teleradiology, waktu perputaran adalah etremely cepat dengan turnaround 30 menit dan melancarkan standar untuk studi kritis dan stroke.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Teleradiology Akhir Laporan dapat disediakan untuk studi muncul dan non-muncul. laporan akhir mencakup semua temuan dan membutuhkan akses ke penelitian sebelumnya dan semua informasi pasien yang relevan untuk diagnosis lengkap. Panggilan telepon dengan temuan penting adalah tanda-tanda jasa quailty.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Selain itu, beberapa teleradiologists adalah persekutuan ahli radiologi terlatih dan memiliki berbagai macam keahlian subspesialisasi termasuk seperti sulit-untuk-menemukan area seperti: radiologi MRI, Neuroradiology, Anak Neuroradiology&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Laporan Teleradiology Awal atau Akhir dapat disediakan untuk semua dokter dan studi rumah sakit overflow. Teleradiology dapat tersedia untuk cakupan intermiten sebagai perluasan dari praktek dan akan memberikan perawatan pasien dengan kualitas tertinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Di Amerika Serikat, Medicare dan Medicaid hukum mengharuskan Teleradiologist yang akan di tanah AS untuk memenuhi syarat untuk penggantian Baca Final.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Selain itu, sistem teleradiology canggih juga harus HIPAA compliant, yang membantu untuk memastikan privasi pasien. HIPAA (Asuransi Kesehatan Portabilitas dan Akuntabilitas Act of 1996) adalah seragam, lantai federal perlindungan privasi bagi konsumen. Ini membatasi cara-cara yang entitas dapat menggunakan pasien 'informasi pribadi dan melindungi privasi semua informasi medis apa pun bentuknya adalah masuk teleradiology Kualitas harus mematuhi peraturan HIPAA penting untuk memastikan pasien privasi dilindungi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Spesifikasi kinerja untuk stasiun teleradiology penerima dapat dikelompokkan dalam 4 kategori besar: 1) modem 2) perangkat keras komputer (termasuk penyimpanan hard disk) 3) perangkat lunak peningkatan citra dan 4) TV monitor (s).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;1. Modem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Kecepatan maksimum modem (baud rate) mempengaruhi waktu transmisi data dari stasiun teleradiology pengiriman. Untuk mempertahankan kecepatan transmisi maksimum, unit penerima harus dilengkapi dengan modem kecepatan maksimum sama atau lebih besar sebagai stasiun pengiriman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;2. Perangkat Keras Komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Kebanyakan vendor teleradiology menggunakan DOS atau platform komputer Macintosh. Parameter Spesifikasi untuk aplikasi teleradiology adalah sama seperti untuk aplikasi komputasi umum. Minimal, sistem teleradiology harus memiliki:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;A. Empat Megabytes RAM (Random Access Memory) dengan kemampuan ekspansi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;B. densitas tinggi floppy disk drive, dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;C. 486 prosesor (platform PC).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;The hard disk komputer digunakan untuk menyimpan gambar yang diterima. Disk drive ditentukan dalam megabytes (MB) kemampuan penyimpanan. Untuk menghitung kebutuhan kapasitas disk, satu menentukan jumlah maksimum gambar yang akan disimpan pada satu waktu. Berdasarkan ukuran matriks gambar vendor akan dapat menentukan ukuran disk yang sesuai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Sebuah FIRMAN PERHATIAN: Teleradiology sistem menyimpan data dalam format yang noncompressed atau dikompresi (lihat pembahasan sebelumnya tentang kompresi). Pastikan disk Anda cukup besar untuk menyimpan jumlah maksimum gambar yang Anda butuhkan dalam mod noncompressed e. Sebagai aturan umum praktis adalah bahwa hard disk minimal 120 MB tapi lebih besar lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;3. Image Enhancement Software&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Teleradiology Kebanyakan sistem memiliki jendela skala abu-abu / tingkat dan pembesaran gambar perangkat lunak tambahan. Hal ini harus dimasukkan dalam sistem teleradiology dipertimbangkan untuk pembelian. Fitur tambahan lain perangkat lunak yang mungkin termasuk adalah warna, pemetaan gray-scale, pembalikan positif-negatif, penjelasan, minification, peningkatan tepi, gambar flip / memutar, cine dan ekualisasi histogram. Nilai dari perangkat tambahan software tambahan adalah subyektif, dan sangat tergantung pada jenis gambar dilihat dan preferensi ahli radiologi menggunakan stasiun review.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Monitor TV: Spesifikasi yang paling umum lain untuk monitor TV teleradiology adalah resolusi monitor dan ukuran layar. Resolusi berkisar dari sekitar 512 dengan 512 piksel untuk 2048 oleh 2048 piksel. Hal ini umumnya direkomendasikan bahwa untuk aplikasi teleradiology, monitor memiliki resolusi piksel 1000 dengan 1000 atau di atas. Ukuran layar Monitor umumnya berkisar 14-21 inci. Monitor yang lebih besar menyediakan lingkungan melihat lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Dua spesifikasi monitor lain mungkin dianggap ketika membeli sebuah sistem teleradiology:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;1. split screen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;2. monitor (CRT) brightness.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Kemampuan layar Split adalah fitur yang memungkinkan tampilan dari dua atau lebih gambar yang berbeda pada monitor pada saat yang sama. Fitur ini sangat penting jika dua gambar perlu dibandingkan dengan ahli radiologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;Kecerahan Monitor adalah spesifikasi untuk intensitas maksimum cahaya putih yang CRT dapat menampilkan. Hal ini biasanya diberikan dalam footlambert. Informasi ini jarang diberikan dalam spesifikasi vendor, tetapi penting ketika membandingkan stasiun teleradiology melihat. Monitor cerah ini (dengan footlamberts tinggi) lebih baik untuk melihat karena perbedaan kecerahan antara nuansa lebih besar sehingga lebih mudah bagi mata manusia untuk dideteksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt;"&gt;CARA PRAKTIS DAN EKONOMIS TELERADIOLOGY YANG DILAKUKAN TEAM &amp;nbsp;KREATIF TRC Of INDONESIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Spesifikasi kinerja untuk stasiun teleradiology penerima dapat mengunakan CR/radiogram dasar dengan viwing box dan di foto dengan menggunakan HP/BB/I POT &amp;nbsp;resolusi tunggi dengan besaran kamera minimal 5 Mega pixel yang dikirimkan melalui pesan MMS atau melalui e-mail ke dokter radiologi yang juga memiliki HP/BB/I POT &amp;nbsp;resolusi tinggi ….hasilnya bias dibuktikan…..silahkan mencobanya…..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-6608311044596408050?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/6608311044596408050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=6608311044596408050&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6608311044596408050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6608311044596408050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/05/teleradiology.html' title='TELERADIOLOGY'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-6588155524769347573</id><published>2011-04-26T14:28:00.003+08:00</published><updated>2011-04-27T08:40:37.356+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RADIOLOGI'/><title type='text'>Teknik Radiografi Thorax Posisi AP</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b6Z9EhmAI/AAAAAAAAAII/xYEi8Ug-c5I/s320/Slide12.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b6Z9EhmAI/AAAAAAAAAII/xYEi8Ug-c5I/s320/Slide12.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;(POSISI INI DILAKUKAN UNTUK PASIEN&amp;nbsp; DEWASA YANG TIDAK DAPAT BERDIRI, BAYI, ANAK BALITA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;POSISI UNTUK PASORDE :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;SETENGAH DUDUK ATAU SUPINE, KEDUA LENGAN LURUS DI SAMPING TUBUH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;KASET DI BELAKANG TUBUH, MSL // GRS TENGAH KASET&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;FFD: 150 CM, CR TEGAK LURUS KASET, CR PADA MSL SETINGGI CVTH VI, BERI MARKER L / R&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;EKSPOSI PADA SAAT PASIEN TAHAN NAFAS SETELAH&amp;nbsp; INSPIRASI PENUH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;KRITERIA GAMBARAN&amp;nbsp; THORAX PROYEKSI AP :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;BATAS ATAS APEX PARU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;BATAS BAWAH SINUS COSTOPHRENICUS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;DINDING LATERAL TIDAK TERPOTONG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;CV TH SAMPAI RUAS KE EMPAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;DIAFRAGMA MENCAPAI IGA IX&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;MARKER L / R &amp;amp; IDENTITAS PASIEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l5 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;FOTO SIMETRIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b7RCathVI/AAAAAAAAAIQ/NKZNjXg8b2g/s320/Slide14.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b7RCathVI/AAAAAAAAAIQ/NKZNjXg8b2g/s320/Slide14.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;FOTO THORAX POSISI AP UNTUK ANAK KECIL&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;PS BAYI SUPINE, DENGAN KEDUA LENGAN KE ATAS DAN DIPEGANG / TEKAN PADA KEDUA SIKUNYA, KEDUA KAKI DIPEGANG/ TEKAN PADA KEDUA LUTUTNYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;BALITA BISA SUPINE ATAU ERECT BAGI YANG SUDAH DAPAT BERKOMUNIKASI DENGAN&amp;nbsp; BAIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;EKSPOSI DILAKUKAN TANPA ABA2 TETAPI SEDAPAT MUNGKIN PADA SAAT PASIEN DIAM SETELAH INSPIRASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;KRITERIA GAMBAR&amp;nbsp; SESUAI DENGAN FOTO PASORDE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;POSISI LATERAL&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;TUJUAN : U/ MENDAPATKAN GAMBARAN THORAX PROYEKSI LATERAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;INDIKASI PEMERIKSAAN : MASSA/ TUMOR PADA&amp;nbsp; PARU/ MEDIASTINUM, CORPUS ALIENUM, PEMBESARAN JANTUNG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;TATA LAKSANA :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;–PASIEN ERECT, MSP // KASET&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;–KEDUA&amp;nbsp; LENGAN DILIPAT DI ATAS KEPALA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;–MARKER L / R SESUAI DENGAN SISI YANG DEKAT KE KASET&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;–FFD: 150 CM, CR : HORIZONTAL, CP KIRA2 SATU INCI KE DEPAN DARI MCL SETINGGI CV TH VI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;–EKSPOSI PADA SAAT PASIEN TAHAN NAFAS SETELAH INSPIRASI PENUH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b8A4Uy3XI/AAAAAAAAAIY/mczgOQWCbww/s320/Slide16.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b8A4Uy3XI/AAAAAAAAAIY/mczgOQWCbww/s320/Slide16.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;KRITERIA GAMBAR&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;TAMPAK GAMBARAN THORAX PROYEKSI LATERAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;ANTERIOR MENCAKUP GAMBARAN STERNUM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;POSTERIOR MENCAKUP COL.VERT. THORACALIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;BATAS ATAS APEX PARU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;BATAS BAWAH SINUS COCTOPRHENICUS DAN PARU POSTERIOR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l3 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;GAMBARAN BAHU TIDAK MENUTUPI APEX PARU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0cGKhNhmNI/AAAAAAAAAIw/NIGYoeWqqE8/s320/Slide18.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0cGKhNhmNI/AAAAAAAAAIw/NIGYoeWqqE8/s320/Slide18.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;POSISI UNTUK PASIEN BAYI/ BALITA/ ANAK KECIL&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;DILAKUKAN DENGAN POSISI PASIEN LATERAL RECUMBENT, SEHINGGA DIDAPATKAN HASIL GAMBARAN YANG SESUAI DENGAN HASIL&amp;nbsp; FOTO THORAX PASORDE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;U/ BALITA/ ANAK KECIL YANG DAPAT BERKOMUNIKASI DGN BAIK POSISI PASIEN SEBAIKNYA ERECT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18.0pt; margin-left: 0in; mso-list: l2 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="position: fixed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-6588155524769347573?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/6588155524769347573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=6588155524769347573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6588155524769347573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6588155524769347573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/teknik-radiografi-thorax-posisi-ap.html' title='Teknik Radiografi Thorax Posisi AP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/S0b6Z9EhmAI/AAAAAAAAAII/xYEi8Ug-c5I/s72-c/Slide12.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-721127232187690426</id><published>2011-04-26T09:21:00.000+08:00</published><updated>2011-04-26T09:21:28.464+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Urinalisa'/><title type='text'>Protein Urine</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.buzzle.com/img/articleImages/316801-7616-36.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.buzzle.com/img/articleImages/316801-7616-36.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, hanya sebagian kecil protein  plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan  diekskresikan ke dalam urin. Dengan menggunakan spesimen urin acak  (random) atau urin sewaktu, protein dalam urin dapat dideteksi  menggunakan strip reagen (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dipstick&lt;/span&gt;).  Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10  mg/dl urin. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah  kecil protein dapat dideteksi pada urin orang yang sehat karena  perubahan fisiologis. Selama olah raga, stres atau diet yang tidak  seimbang dengan daging dapat menyebabkan proteinuria transien.  Pra-menstruasi dan mandi air panas juga dapat menyebabkan proteinuria.  Bayi baru lahir dapat mengalami peningkatan proteinuria selama usia 3  hari pertama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Spesimen urin acak (random)Kumpulkan  spesimen acak (random)/urin sewaktu. Celupkan strip reagen (dipstick)  ke dalam urin. Tunggu selama 60 detik, amati perubahan warna yang  terjadi dan cocokkan dengan bagan warna. Pembacaan dipstick dengan  instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam  pembacaan secara visual.Dipstick mendeteksi  protein dengan indikator warna Bromphenol biru, yang sensitif terhadap  albumin tetapi kurang sensitif terhadap globulin, protein Bence-Jones,  dan mukoprotein. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spesimen urin 24 jamKumpulkan  urin 24 jam, masukkan dalam wadah besar dan simpan dalam lemari  pendingin. Jika perlu, tambahkan bahan pengawet. Ukur kadar protein  dengan metode kolorimetri menggunakan fotometer atau analyzer kimiawi  otomatis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urin acak  :  negatif (≤15 mg/dl)&lt;br /&gt;Urin 24 jam :  25 – 150 mg/24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran  proteinuria dapat dipakai untuk membedakan antara penderita yang  memiliki risiko tinggi menderita penyakit ginjal kronik yang  asimptomatik dengan yang sehat. Proteinuria yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;persistent &lt;/span&gt;(tetap  ≥ +1, dievaluasi 2-3x / 3 bulan) biasanya menunjukkan adanya kerusakan  ginjal. Proteinuria persistent juga akan memberi hasil ≥ +1 yang  terdeteksi baik pada spesimen urine pagi maupun urine sewaktu setelah  melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Protein  terdiri atas fraksi albumin dan globulin. Peningkatan ekskresi albumin  merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang  disebabkan karena penyakit glomeruler, diabetes mellitus, dan &lt;a href="http://www.masriswanto.com/2009/07/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html" target="new"&gt;hipertensi&lt;/a&gt;.  Sedangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah  merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tubulointerstitiel&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria  positif perlu dipertimbangkan untuk analisis kuantitatif protein dengan  menggunakan sampel urine tampung 24 jam. Jumlah proteinuria dalam 24  jam digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat keparahan ginjal.  Proteinuria rendah (kurang dari 500mg/24jam). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat &lt;/span&gt;:  penisilin, gentamisin, sulfonamide, sefalosporin, media kontras,  tolbutamid (Orinase), asetazolamid (Diamox), natrium bikarbonat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria  sedang (500-4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan glomerulonefritis  akut atau kronis, nefropati toksik (toksisitas obat aminoglikosida,  toksisitas bahan kimia), myeloma multiple, penyakit jantung, penyakit  infeksius akut, preeklampsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria tinggi (lebih dari 4000  mg/24 jam) dapat berkaitan dengan sindrom nefrotik, glomerulonefritis  akut atau kronis, nefritis lupus, penyakit amiloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasil  positif palsu dapat disebabkan oleh hematuria, tingginya substansi  molekular, infus polivinilpirolidon (pengganti darah), obat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lihat pengaruh obat&lt;/span&gt;), pencemaran urine oleh senyawa ammonium kuaterner (pembersih kulit, klorheksidin), urine yang sangat basa (pH &amp;gt; 8)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hasil negatif palsu dapat disebabkan oleh urine yang sangat encer, urine sangat asam (pH di bawah 3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-721127232187690426?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/721127232187690426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=721127232187690426&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/721127232187690426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/721127232187690426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/protein-urine.html' title='Protein Urine'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-3967237703575210550</id><published>2011-04-21T11:09:00.001+08:00</published><updated>2011-04-25T11:20:11.431+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PATELKI'/><title type='text'>Objek Wisata Kota Banjarmasin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s320/logo.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s320/logo.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; line-height: 22px;"&gt;Sebenarnya  masih banyak objek wisata yang dapat anda kunjungi selama di Kalimantan  Selatan, namun yang terdekat saja dengan kota Banjarmasin yang akan  diberikan penjelasan. Berikut Objek Wisata yang dapat anda kunjungi  selama berada di Banjarmasin dalam rangka RAKERNAS PATELKI VIII dan  Ulang Tahun PATELKI Ke-25 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Masjid Sultan Suriansyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Mesjid  ini merupakan salah satu mesjid tertua di kalimantan selatan. Dibangun  saat bertahta Sultan Suriansyah, yang merupakan kesultanan Banjar.  Mesjid ini terletak di sungai kuin tidak jauh dengan pasar terapung.  Mesjid ini masuk dalam cagar budaya yang dilestarikan oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Pasar Terapung Kuin Banjarmasin dan Lok Baintan Martapura&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Anda  yang sering menonton televisi RCTI, tidak akan pernah lupa dengan iklan  RCTI Oke seorang nenek yang duduk diatas sampan kecil/jukung sambil  acungkan jempol, itulah pasar terapung. Pasar terapung ini merupakan  pasar tradisional yang berada di Kelurahan Kuin Utara di alur sungai  Barito dan juga pasar terapung di Lok Baintan Martapura Kabupaten  Banjar. Pasar setiap hari dimulai sejak jam 04.30 WITA sampai jam 07.30  WITA. Yang paling unik, bahwa pasar ini merupakan kumpulan dari  berpuluh-puluh jukung yang merapat satu sama lain sehingga apabila  dilihat dari atas terlihat seperti daratan dengan lampu-lampu. Barang  dagangan yang dijual berupa : kebutuhan pokok sehari-hari, sayuran,  jajanan kue basah dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi  anda yang berminat dapat berkunjung dan menikmati naik jukung sambil  berfoto-foto, makan jajanan khas Banjarmasin, minum dan dapat berjalan  dari satu jukung ke jukung yang lain seperti berjalan diatas dataran  yang bergoyang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Jembatan Barito dan Pulau Bakut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Jembatan  ini merupakan salah satu jembatan terpanjang di pulau Kalimantan.  Jembatan Barito dibangun untuk menghubungkan propinsi Kalimantan Selatan  dengan propinsi Kalimantan Tengah dan menjadi lintas trans Kalimantan.  Jarak tempuh menuju Jembatan Barito sekitar 20 Km dari Kota Banjarmasin.  Jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala, dengan panjang  jembatan sekitar 2 Km. Jembatan barito ditopang 4 beton tiang, memiliki  panjang 1.082 meter yang merupakan jembatan terpanjang nomor 5 di  Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Bekantan di Pulau Kembang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak  lengkap rasanya apabila berada di Kalimantan Selatan bila tidak  berwisata ke Pulau Kembang Kabupaten Barito Kuala yang dihuni oleh  sekelompok binatang sejenis kera/monyet yang dinamakan Bekantan (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Nasalis larvatus&lt;/i&gt;).  Bekantan salah satu binatang langka yang dilindungi oleh pemerintah,  tubuh seperti monyet, namun memiliki hidung yang mancung, kulit abu-abu  dengan bulu coklat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Toko Souvenir Batu Permata di Kota Intan Martapura&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kota  Martapura terkenal sebagai kota penghasil Intan/berlian kualitas dunia,  letak kota ini sekitar 40 Km dari Kota Banjarmasin. Selain itu kota ini  terkenal juga sebagai kota religius oleh sebab itu tidak heran mendapat  julukan kota “Serambi Mekkah” Kalimantan Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Anda  dapat berbelanja souvenir mulai dari batu-batu permata seperti :  cincin, liontin dalam bentuk Intan/berlian, jamrud, yakut, safir,  aquamarine, merah siam, akik, alexandri hingga batu kecubung yang  merupakan batu khas Kalimantan. Selain itu juga hasil kerajinan khas  anyaman rotan, tikar purun, lupu, mandau, telabang, hiasan arguci, batu  aji hingga mutiara air tawar. Tersedia juga kain khas daerah “kain  sasirangan” dan kain songket, baju kaos motif dayak kalimantan, dan kain  hiasan dinding. Namun dapat juga ditemukan jajanan tradisional kota  martapura khas banjar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Pendulangan Intan di Kecamatan Karang Intan Martapura&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Martapura  merupakan kota dengan julukan “ Kota Intan” karena merupakan penghasil  intan terbaik kualitas dunia. Proses pencarian intan dilakukan dengan  cara tradisional menggunakan peralatan yang sederhana oleh para  pendulang intan. Objek Wisata tempat pendulangan intan di Kecamatan  Karang Intan Martapura kabupaten Banjar berjarak sekitar 40 km dari kota  Banjarmasin. Intan yang didapatkan kemudian di gosok/dibentuk menjadi  berlian yang bernilai jual tinggi. Rasanya tidak lengkap ke Kalimantan  Selatan apabila tidak melihat secara langsung proses pendulangan intan  ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-3967237703575210550?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://patelkikalsel.blogspot.com/2011/02/objek-wisata-terdekat-dari-kota.html' title='Objek Wisata Kota Banjarmasin'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/3967237703575210550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=3967237703575210550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3967237703575210550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3967237703575210550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/objek-wisata-terdekat-dari-kota.html' title='Objek Wisata Kota Banjarmasin'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s72-c/logo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-3473519050116321257</id><published>2011-04-14T20:15:00.003+08:00</published><updated>2011-04-14T20:26:04.617+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hematologi'/><title type='text'>Hitung Trombosit</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypWmAQUKyI/AAAAAAAAACQ/EsXRIKEe4QM/s200/trombosit.jpg" imageanchor="1" linkindex="16" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypWmAQUKyI/AAAAAAAAACQ/EsXRIKEe4QM/s200/trombosit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Trombosit adalah fragmen atau  kepingan-kepingan tidak berinti dari sitoplasma megakariosit yang  berukuran 1-4 mikron dan beredar dalam sirkulasi darah selama 10 hari.  Gambaran mikroskopik dengan pewarnaan Wright – Giemsa, trombosit tampak  sebagai sel kecil, tak berinti, bulat dengan sitoplasma berwarna  biru-keabu-abuan pucat yang berisi granula merah-ungu yang tersebar  merata.&lt;br /&gt;Trombosit  memiliki peran dalam sistem hemostasis, suatu mekanisme faali tubuh  untuk melindungi diri terhadap kemungkinan perdarahan atau kehilangan  darah. Fungsi utama trombosit adalah melindungi pembuluh darah terhadap  kerusakan endotel akibat trauma-trauma kecil yang terjadi sehari-hari  dan mengawali penyembuhan luka pada dinding pembuluh darah. Mereka  membentuk sumbatan dengan jalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adhesi&lt;/span&gt; (perlekatan trombosit pada jaringan sub-endotel pada pembuluh darah yang luka) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agregasi&lt;/span&gt; (perlekatan antar sel trombosit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  dengan kelainan trombosit, baik kualitatif maupun kuantitatif, sering  mengalami perdarahan-perdarahan kecil di kulit dan permukaan mukosa yang  disebut ptechiae, dan tidak dapat mengehentikan perdarahan akibat luka  yang disengaja maupun yang tidak disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat berfungsi  dengan baik, trombosit harus memadai dalam kuantitas (jumlah) dan  kualitasnya. Pembentukan sumbat hemostatik akan berlangsung dengan  normal jika jumlah trombosit memadai dan kemampuan trombosit untuk  beradhesi dan beragregasi juga bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa uji laboratorium  yang digunakan untuk menilai kualitas trombosit adalah agregasi  trombosit, retensi trombosit, retraksi bekuan, dan antibody anti  trombosit. Sedangkan uji laboratorium untuk menilai kuantitas trombosit  adalah masa perdarahan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bleeding time&lt;/span&gt;) dan hitung trombosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah  trombosit normal adalah 150.000 – 450.000 per mmk darah. Dikatakan  trombositopenia ringan apabila jumlah trombosit antara 100.000 – 150.000  per mmk darah. Apabila jumlah trombosit kurang dari 60.000 per mmk  darah maka akan cenderung terjadi perdarahan. Jika jumlah trombosit di  atas 40.000 per mmk darah biasanya tidak terjadi perdarahan spontan,  tetapi dapat terjadi perdarahan setelah trauma. Jika terjadi perdarahan  spontan kemungkinan fungsi trombosit terganggu atau ada gangguan  pembekuan darah. Bila jumlah trombosit kurang dari 40.000 per mmk darah,  biasanya terjadi perdarahan spontan dan bila jumlahnya kurang dari  10.000 per mmk darah perdarahan akan lebih berat. Dilihat dari segi  klinik, penurunan jumlah trombosit lebih memerlukan perhatian daripada  kenaikannya (trombositosis) karena adanya resiko perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode  untuk menghitung trombombosit telah banyak dibuat dan jumlahnya jelas  tergantung dari kenyataan bahwa sukar untuk menghitung sel-sel trombosit  yang merupakan partikel kecil, mudah aglutinasi dan mudah pecah. Sukar  membedakan trombosit dengan kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung trombosit dapat  dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Metode secara langsung  dengan menggunakan kamar hitung yaitu dengan mikroskop fase kontras dan  mikroskop cahaya (Rees-Ecker) maupun secara otomatis. Metode yang  dianjurkan adalah penghitungan dengan mikroskop fase kontras dan  otomatis. Metode otomatis akhir-akhir ini banyak dilakukan karena bisa  mengurangi subyektifitas pemeriksaan dan penampilan diagnostik alat ini  cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung trombosit secara tidak langsung yaitu dengan  menghitung jumlah trombosit pada sediaan apus darah yang telah diwarnai.  Cara ini cukup sederhana, mudah dikerjakan, murah dan praktis.  Keunggulan cara ini adalah dalam mengungkapkan ukuran dan morfologi  trombosit, tetapi kekurangannya adalah bahwa perlekatan ke kaca obyek  atau distribusi yang tidak merata di dalam apusan dapat menyebabkan  perbedaan yang mencolok dalam perhitungan konsentrasi trombosit. Sebagai  petunjuk praktis adalah bahwa hitung trombosit adekuat apabila apusan  mengandung satu trombosit per duapuluh eritrosit, atau dua sampai tiga  trombosit per lapang pandang besar (minyak imersi). Pemeriksaan apusan  harus selalu dilakukan apabila hitung trombosit rendah karena  penggumpalan trombosit dapat menyebabkan hitung trombosit rendah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  pemeriksaan yang dianjurkan untuk pemeriksaan hitung trombosit adalah  darah EDTA. Antikoagulan ini mencegah pembekuan darah dengan cara  mengikat kalsium dan juga dapat menghambat agregasi trombosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode langsung (Rees Ecker)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung  trombosit secara langsung menggunakan kamar hitung yaitu dengan  mikroskop cahaya. Pada hitung trombosit cara Rees-Ecker, darah  diencerkan ke dalam larutan yang mengandung Brilliant Cresyl Blue  sehingga trombosit tercat biru muda. Sel trombosit dihitung dengan  menggunakan kamar hitung standar dan mikroskop. Secara mikroskopik  trombosit tampak refraktil dan mengkilat berwarna biru muda/lila lebih  kecil dari eritrosit serta berbentuk bulat, lonjong atau koma tersebar  atau bergerombol. Cara ini memiliki kesalahan sebesar 16-25%,  penyebabnya karena faktor teknik pengambilan sampel yang menyebabkan  trombosit bergerombol sehingga sulit dihitung, pengenceran tidak akurat  dan penyebaran trombosit yang tidak merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode fase-kontras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hitung trombosit metode fase kontras, darah diencerkan ke dalam larutan  ammonium oksalat 1% sehingga semua eritrosit dihemolisis. Sel trombosit  dihitung dengan menggunakan kamar hitung standar dan mikroskop fase  kontras. Sel-sel lekosit dan trombosit tampak bersinar dengan latar  belakang gelap. Trombosit tampat bulat atau bulat telur dan berwarna  biru muda/lila terang. Bila fokus dinaik-turunkan tampak perubahan yang  bagus/kontras, mudah dibedakan dengan kotoran karena sifat refraktilnya.  Kesalahan dengan metode ini sebesar 8 – 10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode fase kontras  adalah pengitungan secara manual yang paling baik. Penyebab kesalahan  yang utama pada cara ini, selain faktor teknis atau pengenceran yang  tidak akurat, adalah pencampuran yang belum merata dan adanya perlekatan  trombosit atau agregasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modifikasi metode fase-kontras dengan plasma darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodenya  sama seperti fase-kontras tetapi sebagai pengganti pengenceran dipakai  plasma. Darah dibiarkan pada suhu kamar sampai tampak beberapa mm  plasma. Selanjutnya plasma diencerkan dengan larutan pengencer dan  dihitung trombosit dengan kamar hitung seperti pada metode fase-kontras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode tidak langsung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara  ini menggunakan sediaan apus darah yang diwarnai dengan pewarna Wright,  Giemsa atau May Grunwald. Sel trombosit dihitung pada bagian sediaan  dimana eritrosit tersebar secara merata dan tidak saling tumpang tindih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode  hitung trombosit tak langsung adalah metode Fonio yaitu jumlah  trombosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit, sedangkan jumlah  eritrosit itulah yang sebenarnya dihitung. Cara ini sekarang tidak  digunakan lagi karena tidak praktis, dimana selain menghitung jumlah  trombosit, juga harus dilakukan hitung eritrosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan  trombosit secara tidak langsung yang menggunakan sediaan apus dilakukan  dalam 10 lpmi x 2000 atau 20 lpmi x 1000 memiliki sensitifitas dan  spesifisitas yang baik untuk populasi trombosit normal dan tinggi  (trombositosis). Korelasinya dengan metode otomatis dan bilik hitung  cukup erat. Sedangkan untuk populasi trombosit rendah (trombositopenia)  di bawah 100.000 per mmk, penghitungan trombosit dianjurkan dalam 10  lpmi x 2000 karena memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang baik.  Korelasi dengan metode lain cukup erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hitung Trombosit Otomatis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitung  sel otomatis mampu mengukur secara langsung hitung trombosit selain  hitung lekosit dan hitung eritrosit. Sebagian besar alat menghitung  trombosit dan eritrosit bersama-sama, namun keduanya dibedakan  berdasarkan ukuran. Partikel yang lebih kecil dihitung sebagai trombosit  dan partikel yang lebih besar dihitung sebagai eritrosit. Dengan alat  ini, penghitungan dapat dilakukan terhadap lebih banyak trombosit.  Teknik ini dapat mengalami kesalahan apabila jumlah lekosit lebih dari  100.000/mmk, apabila terjadi fragmentasi eritrosit yang berat, apabila  cairan pengencer berisi partikel-partikel eksogen, apabila sampel sudah  terlalu lama didiamkan sewaktu pemrosesan atau apabila trombosit saling  melekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;PENURUNAN JUMLAH&lt;/span&gt;  : ITP, myeloma multiple, kanker (tulang, saluran gastrointestinal,  otak), leukemia (limfositik, mielositik, monositik), anemia aplastik,  penyakit hati (sirosis, hepatitis aktif kronis), SLE, DIC, eklampsia,  penyakit ginjal, demam rematik akut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt;  : antibiotik (kloromisetin, streptomisin), sulfonamide, aspirin  (salisilat), quinidin, quinine, asetazolamid (Diamox), amidopirin,  diuretik tiazid, meprobamat (Equanil), fenilbutazon (Butazolidin),  tolbutamid (Orinase), injeksi vaksin, agen kemoterapeutik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;PENINGKATAN JUMLAH&lt;/span&gt;  : Polisitemia vera, trauma (fraktur, pembedahan), paskasplenektomi,  karsinoma metastatic, embolisme pulmonary, dataran tinggi, tuberculosis,  retikulositosis, latihan fisik berat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt; : epinefrin (adrenalin)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemoterapi dan sinar X dapat menurunkan hitung trombosit,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh obat (lihat pengaruh obat),&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaan darah kapiler menyebabkan hitung trombosit cenderung lebih rendah,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengambilan sampel darah yang lamban menyebabkan trombosit saling melekat (agregasi) sehingga jumlahnya menurun palsu,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak  segera mencampur darah dengan antikoagulan atau pencampuran yang kurang  adekuat juga dapat menyebabkan agregasi trombosit, bahkan dapat terjadi  bekuan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbandingan volume darah dengan antikoagulan tidak sesuai dapat menyebabkan kesalahan pada hasil : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika  volume terlalu sedikit (= EDTA terlalu berlebihan), sel-sel eritrosit  mengalami krenasi, sedangkan trombosit membesar dan mengalami  disintegrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika volume terlalu  banyak (=EDTA terlalu sedikit)  dapat menyebabkan terbentuknya jendalan  yang berakibat menurunnya jumlah trombosit.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penundaan pemeriksaan lebih dari 1 jam menyebabkan perubahan jumlah trombosit               &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Bacaan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dacie, S.J.V. dan Lewis S.M., 1991, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Practical Hematology&lt;/span&gt;, 7th ed., Longman Singapore Publishers Ptc. Ltd., Singapore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gandasoebrata, R., 1992, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penuntun Laboratorium Klinik&lt;/span&gt;, Dian Rakyat, Bandung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koepke, J.A., 1991, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Practical Laboratory Hematology&lt;/span&gt;, 1st ed., Churchill Livingstone, New York.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laboratorium Patologi Klinik FK-UGM, 1995, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuntunan Praktikum Hematologi&lt;/span&gt;, Bagian Patologi Klinik FK-UGM, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oesman, Farida &amp;amp; R. Setiabudy, 1992, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fisiologi Hemostasis dan Fibrinolisis&lt;/span&gt;, dalam  : Setiabudy, R. (ed.), 1992, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hemostasis dan Trombosis&lt;/span&gt;, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ratnaningsih, T. dan Setyawati, 2003, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perbandingan Antara hitung Trombosit Metode Langsung dan Tidak Langsung Pada Trombositopenia&lt;/span&gt;, Berkala Kesehatan Klinik, Vol. IX, No. 1, Juni 2003, RS Dr. Sardjito, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ratnaningsih, T. dan Usi Sukorini, 2005, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh Konsentrasi Na2EDTA Terhadap Perubahan Parameter Hematologi&lt;/span&gt;, FK UGM, Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sacher,  Ronald A. dan Richard A. McPherson, alih bahasa : Brahm U. Pendit dan  Dewi Wulandari, editor : Huriawati Hartanto, 2004, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium&lt;/span&gt;, Edisi 11, EGC, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Widmann, Frances K., alih bahasa : S. Boedina Kresno dkk., 1992, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium&lt;/span&gt;, edisi 9, cetakan ke-1, EGC, Jakarta, hlm. 117-132.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kee, Joyce LeFever, 2007&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik&lt;/span&gt;, Edisi 6, EGC, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-3473519050116321257?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/3473519050116321257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=3473519050116321257&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3473519050116321257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/3473519050116321257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/trombosit-adalah-fragmen-atau-kepingan.html' title='Hitung Trombosit'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypWmAQUKyI/AAAAAAAAACQ/EsXRIKEe4QM/s72-c/trombosit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8669536272154227761</id><published>2011-04-11T13:26:00.002+08:00</published><updated>2011-04-11T13:34:41.829+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PATELKI'/><title type='text'>RAKERNAS PATELKI VIII BANJARMASIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s320/logo.gif" imageanchor="1" linkindex="22" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s320/logo.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kota Banjarmasin mendapat kesempatan dan kehormatan untuk menjadi  penyelenggara RAKERNAS PATELKI VIII yang akan diadakan mulai tanggal  24-27 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut Kutipannya :&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil  Musyawarah Nasional (Munas) PATELKI di Hotel Clarion Makassar tanggal  14-16 Oktober 2009, DPP PATELKI meminta agar Kalimantan menjadi tuan  rumah RAKERNAS VIII, DPW PATELKI Kalimantan Selatan mendapatkan  kesempatan pertama tawaran untuk menjadi tuan rumah RAKERNAS VIII dan  telah menyetujui tawaran tersebut. Hasil rapat pleno DPP PATELKI tanggal  7 Agustus 2010 memutuskan bahwa pelaksanaan RAKERNAS PATELKI ke VIII  tetap akan dilaksanakan di Banjarmasin sesuai hasil MUNAS VI di Makasar.  RAKERNAS VIII akan dilaksanakan tanggal 25-27 April 2011 bertepatan  dengan ulang tahun PATELKI ke- 25.&lt;br /&gt;Apresiasi yang diberikan oleh DPP  PATELKI kepada DPW PATELKI Kalimantan Selatan merupakan kepercayaan dan  kehormatan sebagai penyelenggara kegiatan event nasional yang baru  pertama kali dilaksanakan di pulau Kalimantan. Hal ini terlebih  bertepatan dengan hari ulang tahun PATELKI ke- 25 yang memberikan kesan  mendalam bahwa PATELKI telah lama eksis dan dewasa dalam membina,  menampung dan menyalurkan aspirasi tenaga laboratorium kesehatan di  Indonesia.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini DPW PATELKI Kalimantan Selatan telah  mempersiapkan untuk menyambut teman-teman PATELKI dari propinsi lain se-  Indonesia. Persiapan untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan  dalam Rakernas VIII PATELKI di Banjarmasin telah dipersiapkan, baik yang  menyangkut kegiatan organisasi, ilmiah maupun non ilmiah. Namun semua  ini tidak lepas dari peran serta dan petunjuk dari pihak DPP PATELKI  Pusat. Untuk itu perlu adanya saran dan masukkan dari DPP PATELKI Pusat  demi kesempurnaan dan kelancaran kegiatan Rakernas VIII PATELKI yang  nanti akan dilaksanakan tahun depan.&lt;br /&gt;Kegiatan ini rencana akan  dihadiri oleh dewan kehormatan PATELKI, pengurus DPP PATELKI, DPW dan  DPC Seluruh Indonesia, beberapa propinsi peninjau yang belum terbentuk  PATELKI dan beberapa undangan lain yang berasal dari organisasi profesi  kesehatan. Tidak lupa juga vendor-vendor alat kesehatan laboratorium  yang merupakan mitra bagi PATELKI dan bagi tenaga laboratorium  kesehatan. Selain itu acara ini rencana akan dibuka secara simbolis oleh  Pejabat Daerah : Gubernur Propinsi Kalimantan Selatan atau Walikota  Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema :&lt;br /&gt;“Menyongsong Sertifikasi Profesi Tenaga Laboratorium Kesehatan Menuju Legalitas Kompetensi Dalam Upaya Perlindungan Hukum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;1. Umum&lt;br /&gt;Menjalin  kerjasama secara profesional dalam memajukan, meningkatkan kinerja dan  komunikasi antar Insan laboratorium kesehatan dalam menggerakkan  organisasi PATELKI  di Indonesia.&lt;br /&gt;2. Khusus&lt;br /&gt;a. Memantapkan eksistensi dan peran PATELKI di Indonesia yang menaungi Tenaga Laboratorium Kesehatan&lt;br /&gt;b. Terjalinnya komunikasi antar sesama tenaga laboratorium kesehatan di Indonesia.&lt;br /&gt;c. Meningkatkan profesionalisme tenaga laboratorium kesehatan melalui legalitas kompetensi dan sertifikasi.&lt;br /&gt;d. Memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 PATELKI sebagai tanda bahwa telah dewasa.&lt;br /&gt;e.  Menambah pengetahuan tenaga laboratorium tentang manfaat, kelebihan dan  faktor kesalahan pada alat analiser hematologi dan kimia klinik.&lt;br /&gt;f.  Menjalin hubungan kerjasama saling menguntungkan antara PATELKI dengan  Vendor/Provider alat kesehatan dan reagensia laboratorium.&lt;br /&gt;g. Publikasi dan sosialisasi eksistensi DPW PATELKI&lt;br /&gt;h. Pengenalan kesenian, tari, budaya dan objek pariwisata daerah Propinsi Kalimantan Selatan kepada propinsi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat :&lt;br /&gt;Hotel  Banjarmasin Internasional (HBI), Jl. Akhmad Yani Km 4.5, Kota  Banjarmasin, Kalimantan Selatan Telp. (0511) 3251008, 3253007, Fax.  (0511) 4780155. Didukung oleh Hotel Blue Atlantik Banjarmasin dan  beberapa hotel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kegiatan :&lt;br /&gt;1. Kegiatan Bakti Sosial&lt;br /&gt;a. Olah Raga Jalan Santai Rute Kota Banjarmasin&lt;br /&gt;b. Donor Darah Sukarela bekerjasama dengan UTDC PMI Kota Banjarmasin.&lt;br /&gt;c. Pemeriksaan Gula Darah Gratis.&lt;br /&gt;d. Penanaman Pohon di Pinggir Jalan.&lt;br /&gt;e. Tebar Benih Ikan di Sungai/Tambak.&lt;br /&gt;2. Workshop Lokal&lt;br /&gt;a. Phlebotomy&lt;br /&gt;b. Validasi Hematology Analyzer&lt;br /&gt;c. Teknologi Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR)&lt;br /&gt;3. Rakernas&lt;br /&gt;a. Sidang Organisasi&lt;br /&gt;1) Pembukaan&lt;br /&gt;- Lagu Indonesia Raya&lt;br /&gt;- Mars PATELKI&lt;br /&gt;- Pembacaan Doa&lt;br /&gt;- Tarian Tradisional dan Musik Panting&lt;br /&gt;2) Sambutan&lt;br /&gt;- Laporan Ketua Panitia/DPW Kalsel&lt;br /&gt;- Sambutan Ketua Umum DPP PATELKI&lt;br /&gt;- Sambutan dan Pengarahan Dirjen Yan Med&lt;br /&gt;-  Sambutan Walikota Banjarmasin/Gubernur Kalimantan Selatan dan Membuka  Resmi Rakernas, Seminar Ilmiah dan Pameran Alat Kesehatan Laboratorium  (Alkeslab) terkini.&lt;br /&gt;3) Sidang Organisasi&lt;br /&gt;- Pengesahan Quorum&lt;br /&gt;- Pembacaan Tata Tertib Sidang&lt;br /&gt;- Pembacaan Agenda Rakernas&lt;br /&gt;- Laporan Kegiatan DPP dan DPW-DPW Se- Indonesia&lt;br /&gt;4) Pleno Hasil Sidang Organisasi&lt;br /&gt;- Pleno Hasil Sidang Komisi&lt;br /&gt;- Perumusan Keputusan dan Rekomendasi&lt;br /&gt;b. Seminar/Symposium Ilmiah (dalam lampiran)&lt;br /&gt;1) Pembicara Nasional : DPP PATELKI yang menentukan Topik/tema Seminar dan pembicara.&lt;br /&gt;Topik : &lt;br /&gt;- Perkembangan Sertifikasi dan Standar Kompetensi Analis Kesehatan.&lt;br /&gt;- Malpraktek dan Perlindungan Hukum Analis Kesehatan.&lt;br /&gt;- Symposium Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;- Symposium Thallasemia.&lt;br /&gt;- Laboratory Information System.&lt;br /&gt;- Perkembangan Metode Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan.&lt;br /&gt;- Symposium penyakit Infeksi Tuberkulosis (TB)&lt;br /&gt;- Symposium HIV/AIDS&lt;br /&gt;- Pelayanan Prima Laboratorium Kesehatan.&lt;br /&gt;2) Pembicara Lokal : DPW PATELKI Kalimantan Selatan mempersiapkan beberapa topik/tema seminar dan pembicara.&lt;br /&gt;c. Pengumuman dan Pembagian Hadiah Pemenang Lomba Karya Ilmiah.&lt;br /&gt;d. PATELKI AWARD untuk sesepuh PATELKI.&lt;br /&gt;e. Potong Tumpeng dalam rangka Ulang Tahun Ke-25&lt;br /&gt;4. Pameran Alkeslab&lt;br /&gt;Pameran  Alkeslab berupa alat-alat teknologi terkini dalam pemeriksaan  laboratorium oleh pihak vendor dan DPW PATELKI Kalsel membuka stand  pameran, tanggal 25-27 April 2011.&lt;br /&gt;a. Peserta Perusahaan Produsen/Vendor Alkeslab Nasional&lt;br /&gt;b. Peserta Vendor Alkeslab Lokal&lt;br /&gt;c.  Perusahaan Produsen dan distributor materi lainnya yang menunjang  fungsi laboratorium kesehatan dalam mensukseskan program otonomi daerah.&lt;br /&gt;d. Warung Milik Patelki&lt;br /&gt;e. Peserta lainnya.&lt;br /&gt;5. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta :&lt;br /&gt;- Peserta Sidang Organisasi dalam Kegiatan Rakernas VIII PATELKI di kota Banjarmasin :&lt;br /&gt;1. Peserta Kehormatan Pendiri dan Mantan Ketua Umum DPP PATELKI&lt;br /&gt;2. DPP PATELKI&lt;br /&gt;3. Utusan resmi DPW masing-masing 2 orang dan DPC 1 orang&lt;br /&gt;4. Peninjau dari beberapa propinsi yang belum terbentuk PATELKI&lt;br /&gt;5. Pembina Nasional dan Pembina Wilayah PATELKI&lt;br /&gt;- Seminar Ilmiah/Simposium/Workshop :&lt;br /&gt;1. Petugas laboratorium utusan Seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;2. Petugas Laboratorium se Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;3. Petugas Kesehatan lainnya&lt;br /&gt;4. Mahasiswa-Mahasiswi Kesehatan&lt;br /&gt;5. Umum&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QlRD-0701m4/TXIIpil7uGI/AAAAAAAAAQY/0vpFoiumrLU/s1600/180467_1573685306000_1351580926_31343462_5526714_n.jpg" imageanchor="1" linkindex="23" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://2.bp.blogspot.com/-QlRD-0701m4/TXIIpil7uGI/AAAAAAAAAQY/0vpFoiumrLU/s320/180467_1573685306000_1351580926_31343462_5526714_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat pendaftaran :&lt;br /&gt;1. Banjarmasin&lt;br /&gt;Siti Khairunnisa, AMd.AK&lt;br /&gt;Kampus Politeknik Kesehatan Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan&lt;br /&gt;Jl.  H. Mistar Cokrokusumo No. 4A Banjarbaru Telp. 0511-4772718                        Hp. 081349524600  Fax. 0511-4780155  Email:  skh_nisya@yahoo.com  atau analis_banjarmasin@yahoo.co.id  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jakarta&lt;br /&gt;DPP PATELKI Jakarta&lt;br /&gt;Rekening  DPP PATELKI&lt;br /&gt;Bank Mandiri Cabang TIM Rekening No. 123-00-0449892-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://patelkikalsel.blogspot.com/" linkindex="24"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PATELKI DPW KALIMANTAN SELATAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TKSLiAW_-eI/AAAAAAAAAAQ/idK4VjlL_64/S220/logo.jpg" imageanchor="1" linkindex="25" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TKSLiAW_-eI/AAAAAAAAAAQ/idK4VjlL_64/S220/logo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8669536272154227761?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://patelkikalsel.blogspot.com/2010_10_01_archive.html' title='RAKERNAS PATELKI VIII BANJARMASIN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8669536272154227761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8669536272154227761&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8669536272154227761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8669536272154227761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/rakernas-patelki-viii.html' title='RAKERNAS PATELKI VIII BANJARMASIN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eU0R3y3UUXw/TL4d1MjqcXI/AAAAAAAAABA/KAfgK_QprUY/s72-c/logo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8639272795776671871</id><published>2011-04-11T11:24:00.000+08:00</published><updated>2011-04-11T11:24:07.290+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi'/><title type='text'>Cemaran E.Coli dan Coliform di sampel air  minum</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.merck-chemicals.co.id/is-bin/intershop.static/WFS/Merck-ID-Site/Merck-ID/id_ID/Category/01673LOW_WATER_AND_GLASS_opt.jpg" imageanchor="1" linkindex="97" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.merck-chemicals.co.id/is-bin/intershop.static/WFS/Merck-ID-Site/Merck-ID/id_ID/Category/01673LOW_WATER_AND_GLASS_opt.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air adalah salah satu sumber utama  kehidupan. Tubuh manusia sendiri hampir 70% komposisinya adalah air.  Oleh sebab itu, pasokan air bersih untuk dikonsumsi manusia sangatlah  penting. Selain harus bebas dari cemaran bahan kimia, tidak berbau,  tidak berwarna; air untuk dikonsumsi juga tidak boleh mengandung  mikroorganisme berbahaya/patogen. Saat ini pencemaran lingkungan begitu  mengkhawatirkan. Kondisi lingkungan yang semakin buruk, sedikit banyak  juga memberi dampak negatif bagi kualitas air bagi konsumsi manusia.  Penanganan sampah yang tidak memadai, penempatan dan pengelolaan septic  tank yang tidak memenuhi persyaratan menjadi penyebab utama timbulnya  cemaran mikroorganisme berbahaya pada air, terutama bakteri E.coli dan  Coliform. Air yang tercemar E.coli dan Coliform apabila terkonsumsi oleh  manusia dapat mengakibatkan penyakit pada saluran pencernaan, seperti  diare.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu sangat penting untuk  selalu melakukan analisa cemaran E. coli dan Coliform terhadap air yang  akan digunakan sebagai air minum maupun air yang akan digunakan sebagai  bahan pelarut bagi produk pangan mapun produk farmasi. Standar baku  kualitas air minum menurut &lt;a href="http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%20492%20ttg%20Persyaratan%20Kualitas%20Air%20Minum.pdf" linkindex="98"&gt;Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010, silakan klik disini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8639272795776671871?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8639272795776671871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8639272795776671871&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8639272795776671871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8639272795776671871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/cemaran-ecoli-dan-coliform-di-sampel.html' title='Cemaran E.Coli dan Coliform di sampel air  minum'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-2331464913859407060</id><published>2011-04-11T11:09:00.000+08:00</published><updated>2011-04-11T11:09:22.664+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi dan Kimia'/><title type='text'>Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.merck-chemicals.co.id/is-bin/intershop.static/WFS/Merck-ID-Site/Merck-ID/id_ID/Category/01918LOW_WOMAN_EATING_PIZZ_opt.jpg" imageanchor="1" linkindex="41" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.merck-chemicals.co.id/is-bin/intershop.static/WFS/Merck-ID-Site/Merck-ID/id_ID/Category/01918LOW_WOMAN_EATING_PIZZ_opt.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengingat masyarakat perlu dilindungi dari makanan yang mengandung  cemaran mikroba dan kimia yang melebihi batas keamanan karena dapat  membahayakan kesehatan, maka Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  perlu menetapkan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan  di dalam peraturannya Nomor HK.00.06.1.52.4011.&lt;br /&gt;Simak dan unduh peraturannya dengan &lt;a href="http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/SK%20cemaran%20final-verbal%20sep09.pdf" linkindex="42"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-2331464913859407060?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/2331464913859407060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=2331464913859407060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2331464913859407060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2331464913859407060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/batas-maksimum-cemaran-mikroba-dan.html' title='Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1504865334304474777</id><published>2011-04-07T21:35:00.000+08:00</published><updated>2011-04-07T21:35:09.452+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia Air'/><title type='text'>ANALISIS AIR</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="color: #ff6633; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal bold 130%/normal 'Lucida Grande', 'Trebuchet MS'; letter-spacing: -1px; line-height: 19px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-1566968528006931856" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AHNxu0XgI/AAAAAAAAADA/GwHqdEEnKLI/s1600-h/IMAG0022.JPG" style="color: #6699cc;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422341884623478274" src="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AHNxu0XgI/AAAAAAAAADA/GwHqdEEnKLI/s320/IMAG0022.JPG" style="border-bottom-color: rgb(192, 192, 192); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(192, 192, 192); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; border-width: initial; cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 0pt; margin-top: 0pt; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan&lt;br /&gt;Air merupakan senyawa yg mempunyai rumus molekul H2O. Dalam molekul tsb. Atom Oksigen berikatan dgn 2 atom Hidrogen dgn ikatan kovalen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Sumber Air&lt;br /&gt;Sumber air yg dpt dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dpt dibedakan mjd 3 golongan :&lt;br /&gt;a. Air Angkasa&lt;br /&gt;Mrpkn air yang berasal dr. Atmosfir yaitu hujan, embun, salju. Umumnya kualitas cukup baik, tetapi air angkasa tsb. Dpt mengakibatkan kerusakan pd logam yaitu timbulnya karat. Karena cenderung asam dengan kandungan nitrat, Sulfat, dan karbonat yang tinggi.&lt;br /&gt;b. Air Permukaan&lt;br /&gt;Mrpkn air yg berada dipermukaan, umumnya sumber air permukaan mrpkan air yg kurang baik utk langsung dikonsumsioleh manusiam krn ituperlu ada pengolahan. Misal : PDAM&lt;br /&gt;c. Air Tanah&lt;br /&gt;Mrpkan air yang sebagian terbentuk dari air hujan yg jatuh dipermukaan bumi dan sebagian meresap kedlm tanah.&lt;br /&gt;Sebagai sumber air, tdpt dlm berbagai bentuk yaitu : mata air dan sumur (sumur gali dan bor). Air tanah memiliki kelebihan yaitu :...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga sumber air tersebut tdk berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dlm suatu siklus yang disebut daur Hidrologi. Siklus air diartikan sbg pergerakan yg dialami oleh air yang terdiri dari berbagai peristiwa :&lt;br /&gt;- Evaporasi (penguapan air)&lt;br /&gt;- Kondensasi (Pembentukan awan)&lt;br /&gt;- Presipitasi (jatuhnya air ke bumi)&lt;br /&gt;- Aliran air pd permukaan bumi dan didlm tanah.&lt;br /&gt;Jadi siklus hidrologi adalah akibat panas, awan mendung, daya berat, air hujan jatuh ke bumi, air dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Istilah dalam kimia air&lt;br /&gt;- Air baku yaitu air dari badan air yg diolah menjadi air minum dgn cara koagulasi, pengendapan, penyaringan dan penyucihamaan.&lt;br /&gt;- Badan air yaitu tempat dan wadah diatas permukaan daratan yg berisi dan menghasilkan air yaitu rawa, danau, sungai, waduk.&lt;br /&gt;- Baku mutu air yaitu batas kadar zat atau bahan pencemar yg terdpt dlm air utk tetap berfungsi sesuai dgn golongan peruntukannnya.&lt;br /&gt;- Air minum yaitu air yang tidak melalui proses pengolahan air yang bisa langsung dikonsumsi. Digunakan tanpa melalui proses pengolahan dgn memenuhi syarat fisika. Kimia, radioaktif dan mikrobiologi.&lt;br /&gt;- Air bersih yaitu air yang harus melalui pengolahan untuk dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;Sesuai PP No.20 tahun 1990 sesaui dgn peruntukannya air dapat digolongkan mjd :&lt;br /&gt; Golongan A yaitu air yang dpt digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa melalui pengolahan.&lt;br /&gt; Golongan B yaitu air yang bisa digunakan sbg bahan baku air minum&lt;br /&gt; Golongan C yaitu air yang diperuntukkan untuk keperluan industri dan peternakan&lt;br /&gt; Golongan D yaitu air yang diperuntukkan untuk pertanian dan PLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan standart kualitas air minum berdasarkan pertimbangan :&lt;br /&gt;1. Bahan-bahan beracun yg bila kadarnya dlm air melebihi batas akan membahayakan kesehatan misalnya : Timbal, Selenium, Arsen, Kromium, Sianida, Kadmium dan Air raksa.&lt;br /&gt;2. Bahan-bahan kimia spesifik yg dpt mempengaruhi kesehatan jika kadarnya dlm air melebihi batas akan merugikan kesehatan misalnya : Fluorida, Nitrat.&lt;br /&gt;3. Bahan kimia / sifat fisik yg mempengaruhi air minum yaitu : Mn, Pb, Zn, Ca, Mg, SO4, Cl dan Fenol.&lt;br /&gt;4. Bahan kimia yg mrpkn petunjuk adanya pencemaran yaitu Zat organik, BOD, COD, NO2, fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Sampel Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar diperoleh hasil analisa yg sesuai dgn keadaan sebenarnya diperlukan sample yg representatif yaitu sampel yg mewakili air/ badan air yg diperiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengambilan sampel&lt;br /&gt;Pengambilan sampel untuk kimia air ;&lt;br /&gt;- Alat dibilas 3 kali&lt;br /&gt;- Ambil sesuai dgn keperluan&lt;br /&gt;- Bila sampel diambil beberapa titik, volume sampel garus sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan sampel untuk oksigen terlarut (DO) ;&lt;br /&gt;- Disiapkan botol BOD bertutup asah&lt;br /&gt;- Celupkan botol kedlm air (posisi searah aliran air).&lt;br /&gt;- Isi botol sampai penuh (jangan ada gelembung udara)&lt;br /&gt;- Labeli sampel yang berisi :&lt;br /&gt; Nomor sampel&lt;br /&gt; Nama petugas pengambil sampel&lt;br /&gt; Tanggal dan jam pengambilan&lt;br /&gt; Tempat pengambilan&lt;br /&gt; Jenis pengawet yang digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengawetan Sampel&lt;br /&gt;a. Cara Fisika dengan cara didinginkan pada suhu 40 C&lt;br /&gt;b. Cara kimia&lt;br /&gt;Disesuaikan dengan parameter yg akan diperiksa caranya :&lt;br /&gt;- Dengan pengasaman&lt;br /&gt;Ditambah dgn HNO3 pekat / H2SO4 pekat sampai pH kurang dari 2.&lt;br /&gt;- Dengan pembasaan&lt;br /&gt;Ditambah larutan NaOH sampai pH 10-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengepakan dan Pengiriman sampel&lt;br /&gt;Pengepakan dilakukan supaya sampel tidak tumpah dan sesegera mungkin dikirim ke Laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAMBILAN CONTOH AIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Lokasi Pengambilan&lt;br /&gt;1. Lokasi Pengambilan Contoh Air di Sungai&lt;br /&gt;Lokasi pengambilan contoh pada aliran sungai perlu ditetapkan karena utk mengetahui perubahan kualitas air akibat aktivitas lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;Kualitas air alamiah diukur pada lokasi dihulu sungai yg belum mengalami perubahan oleh kegiatan manusia, sedangkan perubahan kualitas air diambil pada bagian hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lokasi pengambilan contoh air diwaduk / danau&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya diperlukan 3 lokasi pengambilan contoh yaitu : sebelum masuk danau, ditengah danau dan setelah keluar danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Titik Pengambilan&lt;br /&gt;1. Sungai&lt;br /&gt;Pengambilan contoh air dilakukan bertujuan utk mendptkan contoh air yg andal. Contoh air yg andal adalah contoh air yg mewakili keadaan kualitas sumber air tersebut.&lt;br /&gt;Agar diperoleh contoh air yg andal tsb. Maka titik pengambilan conmtoh air yg dipilih adalah tempat dimana air sungai yg betul-betul tercampur dgn baik berdasarkan kecepatan aliran dan lebar sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Danau&lt;br /&gt;Titik pengambilan contoh air didanau berdsrkan pada kedalaman . faktor yg harus dipertimbangkan adalah titik pengambilan comtoh bagian dasar tidak dipengaruhi oleh endapan / sedimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi Pengambilan Contoh Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pengambilan contoh air&lt;br /&gt;Kualitas air sungai dan sumber air lainnya pd umumnya selalu berubah dr waktu ke waktu. Perubahan ini disebabkan oleh bbrp faktor antara lain : Pergantian musim, limbah yang masuk dan debit sungai. Perubahan tsb. Dpt terjadi sesaat atau terus menerus dlm suatu periode tertentu.&lt;br /&gt;• Perubahan Sesaat&lt;br /&gt;Disebabkan oleh suatu kejadian yg tiba-tiba dan sering kali tidak bisa diramalkan. Contoh turunnya hujan lebat akan menyebabkan bertambah debit air yg diikuti oleh terbawanya bahan pencemar dari pengikisan daerah sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perubahan Terus menerus&lt;br /&gt;Perubahan terus menerus setiap tahun dpt terjadi karena turunnya hujan / turunnnya suhu yg beraturan tiap musim.&lt;br /&gt;Contoh : kegiatan industri dan pertanian pd suatu daerah aliran sungai dpt mempengaruhi kualitas air secara teratur selama periode tjdnya kegiatan pembuangan limbah akibat aktivitasnya. Sedangkan kegiatan domestik dpt menyebabkan perubahan harian dan mingguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan Frekuensi&lt;br /&gt;Untuk memperoleh data yang diperlukan maka frekuensi pengambilan contoh pada suatu lokasi perlu direncanakan secara sistematis. Tahapannya adalah pengumpulan informasi :&lt;br /&gt;• Faktor-faktor yg mempengaruhi kualitas air yg diperlukan sesuai dgn pemanfaatannya diperlukan untuk menentukan titik pengambilan contoh.&lt;br /&gt;• Pengumpulan data hasil analisa yg ada utk membantu memperkirakan kualitas air dan perubahan kualitas air dan kadar unsur-unsur penting pada lokasi tsb.&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi awal tsb. Akan diketahui parameter-parameter yg melebihi batas-batas kritis sehingga bisa ditentukan frekuensi pengambilan contoh air yg diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Pengambilan Contoh Air&lt;br /&gt;Beberapa ketentuan yg harus dipenuhi oleh pengambil contoh air tsb :&lt;br /&gt;1. Terbuat dari bahan yang tidak terpengaruh sifat contoh (misalnya untuk keperluan pemeriksaan logam, alat pengambil contoh tidak terbuat daru logam)&lt;br /&gt;2. Mudah dicuci dari bekas sampel sebelumnya.&lt;br /&gt;3. Contoh mudah dipindahkan ke dalam botol penampung / wadah penyimpan tanpa ada sisa bahan tersuspensi didalamnya.&lt;br /&gt;4. Kapasitas alat 1-5 liter, tergantung dari maksud pemeriksaan&lt;br /&gt;5. Mudah dan aman dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Unit Pengambil Contoh&lt;br /&gt;1. Alat pengambil contoh sederhana, berupa botol biasa atau ember plastik yg digunakan pd permukaan air secara langsung.&lt;br /&gt;2. Botol biasa yg diberi pemberat shg dapat digunakan untuk mengambil contoh air pada kedalaman tertentu.&lt;br /&gt;3. Alat pengambil contoh otomatis yg dilengkapi dgn alat pengatur waktu dan volume contoh air yg akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawetan Contoh Air&lt;br /&gt;Pengawetan contoh air adalah usaha utk menghambat perubahan komposisi zat-zat tertentu yg ada dil suatu contoh. Oleh karena itu meski contoh sudah diawetkan, pengujian thdp parameter hrs segera dilakukan agar hasil mencerminkan keadaan contoh pada waktu diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi Contoh Air&lt;br /&gt;Contoh yg telah dimasukkan kedlm wadah segera diberi label, pada label tsb. Dicantumkan keterangan :&lt;br /&gt;Data sampel :&lt;br /&gt;Lokasi :&lt;br /&gt;Titik sampel :&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Tgl dan jam pengambilan :&lt;br /&gt;Tanggal pengiriman :&lt;br /&gt;Pengawet :&lt;br /&gt;Nama pengambil sampel :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman sampel&lt;br /&gt;Apabila jarak tempat pengambilan sampel dan lab. Jauh (membutuhkan waktu melebihi 3 jam utk pengiriman) maka sampel air perlu diawetkan.&lt;br /&gt;Cara pengawetan sampel :&lt;br /&gt;a. Dengan cara pendinginan.&lt;br /&gt;Pendinginan ini dpt dilakukan dgn mengepak temapt sampel air kedlm es dlm wadah yang terisolasi. Temperatur 4O – 10O C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dengan cara penambahan bahan pengawet&lt;br /&gt;Sampel dibagi beberapa tempat :&lt;br /&gt;• 1 tempat ditambah H2SO4, HCl untuk mengawetkan logam dan lemak, ZO. Jumlah asam yg ditambahkan 2 ml dlm 250 ml sampel.&lt;br /&gt;• 1 tempat ditambah basa NaOH untuk mengawetkan sianida (pH 10-11) pada 100 ml&lt;br /&gt;• 1 tempat ditambah Toluol untuk mencegah penguapan dr. Senyawa-senyawa Nitrogen (Nitrit,Nitrat) Jumlah Toluol yg diperlukan 5 tetes tiap 250 ml sampel hingga volume 250 ml.&lt;br /&gt;• 1 tempat ditambah Zn.asetat 2 N untuk pemeriksaan Sulfida. Jumlah yg ditambahkan 4 tetes tiap 100 ml hingga volume 100 ml&lt;br /&gt;• 1 tempat untuk sampel air tanpa pengawet sebanyak 1 liter.&lt;br /&gt;Apabila wadah-wadah contoh telah ditutup rapat dimasukkan kedlm kotak yg telah dipasang khusus agar contoh tdk tertumpah selama pengangkutan ke laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS AIR DI LAPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameter yang diperiksa di lapangan&lt;br /&gt;1. Parameter air minum / air bersih :&lt;br /&gt;- Bau - Khlor - Warna&lt;br /&gt;- Suhu - Rasa - pH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Parameter air kolam renang :&lt;br /&gt;- Bau - Oksigen terobsorbsi&lt;br /&gt;- Khlor bebas - Kejernihan&lt;br /&gt;- pH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Parameter Air Pemandian Umum :&lt;br /&gt;- Bau - BOD - pH&lt;br /&gt;- Kejernihan - Minyak&lt;br /&gt;- O2 terlarut - Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN FISIKA AIR, pH, SISA CHLOR DI LAPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Pemeriksaan kualitas air meliputi pemeriksaan fisika, kimia, mikrobiologi. Pemeriksaan dpt dilakukan dilapangan dan sebagian besar dilakukan di laboratorium. Parameter-parameter yg diperiksa dilapangan :&lt;br /&gt;1. Beberapa parameter fisika air.&lt;br /&gt;2. pH&lt;br /&gt;3. Sisa Chlor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat fisik&lt;br /&gt;Unsur-unsur didlm air harus sesuai dgn yg tercantum didlm standar kualitas agar tdk terjadi gangguan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa&lt;br /&gt;Biasanya bau dan rasa terjadi bersama-sama, yaitu akibat adanya dekomposisi bahan organik didalam air demikian juga senyawa tertentu menyebabkan rasa dalam air.&lt;br /&gt;Cara Pemeriksaan :&lt;br /&gt;- Pemeriksaan bau dan rasa dgn alat panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna&lt;br /&gt;Warna air ditimbulkan oleh ion-ion logam terutama besi dan mangan humus dll. Batas syarat : 5-50 skala PtCo. Cara Pemeriksaan :&lt;br /&gt;- Kalau sampel air keruh maka disaring dulu.&lt;br /&gt;- Baru dibandingkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pH&lt;br /&gt;Menggunakan pH meter, kolorimetrik, kertas pH. pH air secara alami berkisar antara 4-9 ; perubahan pH dibawah atau diatas normal dapat tjd karena buangan industri yang bersifat asam kuat atau basa kuat. Cara ;&lt;br /&gt;- Sampel air dituang kedlm erlenmayer yg telah dibilas lalu kertas pH dicelupkan, ditunggu 1-2 menit lalu dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa Klor&lt;br /&gt;Pembubuhan klor yang disebut klorinasi dlm air minum dan air tercemar dimaksudkan terutama untuk membunuh mikroba. Bila pemberiannya berlebihan, sisa Chlor akan mempengaruhi bau dan rasa air minum. Cara :&lt;br /&gt;- Dalam 2 buah tabung Hellige yang sudah dibilas&lt;br /&gt;- Tabung I diisi 10 ml sampel air saja (B)&lt;br /&gt;- Tabung yg lain diisi 10 ml sampel air + 0,5 ml (5 tetes) larutan Orthotolidin, kocok (A).&lt;br /&gt;- Kemudian tabung-tabung tsb. Dimasukkan dlm komparator (menghadap cahaya) . putar piringan sampai warna timbul karena reagen (A), segera dibaca (sebaiknya kurang dari 20 detik)&lt;br /&gt;Pembubuhan klor dapat sebagai unsurnya atau sebagai garam hipoklorit. HOCl sifat desinfektannya 10 kali lebih tinggi dari ion hipoklorit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN AIR SECARA FISIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KEKERUHAN&lt;br /&gt;Air keruh terjadi bila dalam air banyak mengandung partikel-partikel padat sehingga kelihatan kotor. Penyebab kekeruhan tsb : tanah, lumpur, partikel-partikel padat lain, sisa tumbuh-tumbuhan. Kekeruhan ini sebaiknya diukur pada hari yg sama dgn pengambilan sampel, bila ditunda sampel harus disimpan ditempat gelap dan diperiksa sebelum 24 jam. Pemeriksaan kekeruhan dgn metode Turbidimetrik (Nefelometrik)&lt;br /&gt;Prinsip : Membandingkan intensitas cahaya yg dihamburkan oleh sampel dengan intensitas cahaya yang dihamburkan oleh suspensi baku pembanding pada kondisi sama, makin tinggi intensitas cahaya yang terhambur makin tingi kekeruhannya.&lt;br /&gt;Sebagai pembanding pada turbidimeter dibuat dari 1 gr Silika gel yang dilarutkan dalam 1 liter air suling, sehingga setiap 1 ml mengandung 1 mg SiO2 atau kekeruhannya 1 unit. 1 mg SiO2/lt. Batas syarat air minum : 5-25 skala SiO2.&lt;br /&gt;Penyimpangan batas syarat , Bila terlalu tinggi mengakibatkan :&lt;br /&gt;- Rasa kurang enak&lt;br /&gt;- Menimbulkan busa pada ketel&lt;br /&gt;- Pada Pabrik kertas warna kertas kurang baik&lt;br /&gt;- Pada tekstil warna kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; JUMLAH PADATAN TERLARUT&lt;br /&gt;Dalam Air minum kandungan jumlah padatan terlarut dianjurkan tidak lebih dari 500 mg/l. Jumlah padatan terlarut adalah residu setelah sampel diuapkan kmd dikeringkan pada suhu 103-105O C.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-1504865334304474777?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/1504865334304474777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=1504865334304474777&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1504865334304474777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1504865334304474777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/analisis-air.html' title='ANALISIS AIR'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AHNxu0XgI/AAAAAAAAADA/GwHqdEEnKLI/s72-c/IMAG0022.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8751929381056621573</id><published>2011-04-07T21:18:00.001+08:00</published><updated>2011-04-07T21:20:50.378+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia Air'/><title type='text'>PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SAMPEL AIR UNTUK PEMERIKSAAN KIMIA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AFcivFUCI/AAAAAAAAAC4/DfqYeOKghl4/s320/IMAG0005.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AFcivFUCI/AAAAAAAAAC4/DfqYeOKghl4/s320/IMAG0005.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pendahuluan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Tujuan dari pengambilan sampel / contoh adalah untuk mengumpulkan sebagian material / bahan dalam volume yang cukup kecil yang mewakili material / bahan yang akan diperiksa secara tepat / teliti untuk dapat dibawa dengan mudah dan diperiksa di laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Hal ini berarti bahwa perbandingan atau konsentrasi relatif yang tepat dari semua komponen dalam sampel akan sama seperti dalam material yang disampling, serta tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti dalam komposisinya sebelum pemeriksaan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Untuk mendapatkan sampel yang mewakili diperlukan seorang pengambil sampel yang dapat / mampu melakukan prosedur pengambilan dan pengawetan sampel dengan baik, agar hasil uji laboratorium nantinya merupakan hasil uji yang dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan kuantitasnya. Kemungkinan kandungan pada sampel dapat hilang secara keseluruhan atau sebagian jika prosedur pengambilan dan pengawetan sampel yang baik tidak diikuti dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pada waktu pengambilan sampel air dilakukan pemeriksaan parameter air yang harus dilakukan segera / dilakukan dilapangan seperti : pemeriksaan fisika, pH, sisa Chlor.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Maksud dan Tujuan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Maksud&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Metode pengambilan contoh ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengambilan contoh air dilapangan untuk uji kualitas air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Tujuan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Untuk mendapatkan contoh air yang andal, tepat dan mewakili.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Ruang lingkup&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Metode pengambilan contoh ini meliputi persyaratan dan tata cara pengambilan contoh kualitas air untuk keperluan pemeriksaan kualitas air yang mencakup pemeriksaan sifat fisik, kimia dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Pengertian&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Beberapa pengertian yang dimaksud dalam metode ini meliputi :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Sumber air adalah air permukaan, air tanah dan air meteorik&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Air permukaan adalah air yang terdiri dari : air sungai, air danau, air waduk, air saluran, mata air, air rawa dan air gua / air karst.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Air tanah bebas adalah air dari akifer yang hanya sebagian terisi air dan terletak pada suatu dasar yang kedap air serta mempunyai permukaan bebas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Air tanah tertekan adalah air dari akifer yang sepenuhnya jenuh air dengan bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh lapisan yang kedap air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Akifer adalah suatu laipsan pembawa air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Epilimnion adalah lapisan atas danau atau waduk yang suhunya relatif sama.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Termoklin / metalimnion adalah laipsan danau yang mengalami penurunan suhu yang cukup besar (lebih dari 1O C/m) ke arah dasar danau.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Hipolimnion adalah lapisan bawah danau yang mempunyai suhu relatif sama dan lebih dingin dari lapisan atasnya, biasanya lapisan ini mengandung kadar oksigen yang rendah dan relatif stabil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;9. Air Meteorik adalah air meteorik dari labu ukur di stasiun meteor , air meteroik yang ditampung langsung dari hujan dan air meteorik dari bak penampungan air hujan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;10. Contoh adalah contoh air uji untuk keperluan pemeriksaan kualitas air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Prinsip Pengambilan Sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Dapat dilihat pada pola urutan kerja sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Menentukan lokasi pengambilan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Menentukan titik pengambilan sampel.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Melakukan pengambilan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Melakukan pengawetan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Pengepakan sampel dan pengiriman ke laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Bahan Pemeriksaan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel air, yang berasal dari sumber air, air minum / air bersih, air kolam renang, air pemandian umum.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Ada 2 macam sampel air :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Sampel sesaat (grab sampel)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel yang diambil pada suatu waktu dan tempat tertentu. Contoh : sampel yang diambil dari sumber air permukaan, sumber air persediaan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Sampel gabungan waktu&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel yang dikumpulkan pada titik pengambilan sampel yang sama, tetapi pada waktu yang berbeda dan dalam waktu yang tidak lebih dari 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel masing-masing diambil dalam kapasitas  120 ml setiap interval waktu tertentu atau satu jam sekali. Sampel-sampel kemudian dicampur pada akhir periode pengambilan sampel. Jika zat pengawet diperlukan, masukkan zat tersebut kedalam wadah yang masih kosong (setelah dicuci dengan sampel), sehingga semua bagian atau porsi dari gabungan sampel akan diawetkan segera setelah diambil dan digabungkan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel gabungan waktu digunakan untuk menentukan komponen-komponen yang dapat ditunjukkan tetap tidak berubah. Jumlah / volume sampel yang diambil untuk keperluan pemeriksaan dilapangan dan dilaboratorium tergantung pada jenis pemeriksaan yang diperlukan, yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Untuk pemeriksaan fisika air diperlukan  2 liter.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Untuk pemeriksaan kimia air diperlukan  5 liter.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Untuk pemeriksaan bakteriologi air diperlukan  100 ml.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Alat dan reagen :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Alat&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat-alat yang perlu dipersiapkan dalam pengambilan sampel sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Alat pengambil sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Alat lain&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Wadah untuk menyimpan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Berikut penjelasan mengenai alat-alat yang diperlukan untuk pengambilan contoh :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Alat pengambil contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat pengambil contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Terbuat dari bahan yang tidak terpengaruh sifat contoh (misalnya untuk keperluan pemeriksaan logam, alat pengambil contoh tidak terbuat daru logam)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Mudah dicuci dari bekas sampel sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Contoh mudah dipindahkan ke dalam botol penampung / wadah penyimpan tanpa ada sisa bahan tersuspensi didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Mudah dan aman dibawa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Kapasitas 1-5 liter, tergantung dari maksud pemeriksaan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat pengambil sampel terdiri dari bermacam-macam bentuk tergantung pada jenis pemeriksaan yang dibutuhkan. Karena peralatan laboratorium di Puskesmas terbatas, maka yang digunakan adalah alat pengambil contoh tipe sederhana.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat pengambil contoh tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Alat pengambil contoh sederhana&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Terdiri dari botol biasa atau ember plastik yang digunakan pada air permukaan secara langsung. Botol biasa yang diberi pemberat untuk digunakan pada kedalaman tertentu. Pemberat ini diikat dengan kawat kuningan / kawat tembaga dan tidak boleh memakai kawat besi, sebab besi mudah berkarat, sehingga mudah putus dan karatnya dapat mencemari air dengan menambah tinggi kadar besi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Alat pengambil contoh setempat secara mendatar&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Dipergunakan untuk mengambil contoh di sungai atau di tempat yang airnya mengalir pada kedalaman tertentu. Contoh alat ini adalah tipe Wohlenberg.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Alat pengambil contoh setempat secara tegak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Dipergunakan untuk mengambil contoh pada lokasi yang airnya tenang atau alirannya sangat lambat seperti di danau, waduk, dan muara sungai pada kedalaman tertentu. Contoh alat ini adalah tipe Ruttner.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Alat pengambil sampel pada kedalaman yang terpadu untuk pemeriksaan zat padat tersuspensi atau untuk mendapatkan contoh yang mewakili semua lapisan air. Contoh alat ini adalah tipe USDH.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Alat pengambil contoh secara otomatis yang dilengkapi alat pengatur waktu dan volume yang diambil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Digunakan untuk contoh gabungan waktu dari air limbah atau air sungai yang tercemar, agar diperoleh kualitas air rata-rata selama periode tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Alat pengambil contoh untuk pemeriksaan gas terlarut, yang dilengkapi tutup, sehingga alat dapat ditutup segera setelah terisi penuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh alat ini adalah tipe Casella.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Alat pengambil contoh untuk pemeriksaan bakteriologi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Alat lain&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Alat Ekstraksi&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat ini terbuat dari bahan gelas atau teflon yang tembus pandang dan mudah memisahkan fase pelarut dari contoh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Alat penyaring&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat ini dilengkapi dengan pompa isap atau pompa tekan serta dapat menahan kertas saring yang mempunyai ukuran pori 0,45 um.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Alat pendingin&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Alat ini dapat menyimpan contoh pada suhu 4O C, dapat membekukan contoh bila diperlukan dan mudah diangkut di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Bahan Kimia untuk Pengawet&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Bahan kimia yang digunakan untuk pengawet harus memenuhi persyaratan bahan kimia untuk analisis dan tidak mengganggu atau mengubah kadar zat yang akan diperiksa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;d. Wadah untuk menyimpan contoh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Wadah yang digunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Terbuat dari bahan gelas atau plastik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Dapat ditutup dengan kuat dan rapat.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Mudah dicuci.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Tidak mudah pecah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Wadah contoh untuk pemeriksaan mikrobiologi harus dapat disterilkan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Tidak menyerap zat-zat kimia dari contoh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Tidak melarutkan zat-zat kimia ke dalam contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Tidak menimbulkan reaksi antara bahan wadah dengan contoh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Reagen&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Sarana Pengambilan Contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sarana yang dapat digunakan adalah :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Sedapat mungkin menggunakan jembatan atau lintasan gantung sebagai tempat pengambilan contoh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Bila sarana jembatan / lintasan gantung tidak ada, maka dapat menggunakan perahu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Untuk sumber air yang dangkal dapat dilakukan langsung.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;9. Waktu&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Interval waktu pengambilan contoh diatur agar contoh diambil pada hari dan jam yang berbeda sehingga dapat diketahui perbedaan kualitas air setiap hari maupun setiap jam. Caranya dilakukan dengan menggeser jam dan hari pengambilan pada waktu pengambilan contoh berikutnya, misalnya pengambilan pertama hari senin jam 06.00 pengambilan berikutnya hari selasa jam 07.00 dan seterusnya. Waktu pengambilan contoh dilakukan berdasarkan keperluan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Untuk keperluan survai pendahuluan dalam rangka pengenalan daerah, waktu pengambilan contoh dapat dilaksanakan pada saat survai.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Untuk keperluan perencanaan dan pemanfaatan diperlukan data pemantauan kualitas air, yang diambil pada waktu tertentu dan periode yang tetap, tergantung pada jenis sumber air dan tingkat pencemarannya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Sungai / saluran yang tercemar berat, setiap dua minggu sekali selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Sungai / saluran yang telah tercemar ringa sampai sedang, sebulan sekali selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Sungai / saluran alami yang belum tercemar, tiga bulan sekali selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;d. Waduk / danau setiap dua bulan sekali selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;e. Air tanah setiap tiga bulan sekali selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;f. Air meteorik sesuai dengan keperluan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Untuk studi dan penelitian, perlu disesuaikan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;10. Cara pengambilan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Menentukan lokasi pengambilan sampel :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada air permukaan dan air tanah. Lokasi pengambilan sampel ditentukan berdasarkan tujuan dan keperluan pengambilan sampel :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Lokasi pengambilan sampel air permukaan :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Lokasi pengambilan sampel air permukaan dapat berasal dari daerah pengaliran sungai dan danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai berdasarkan pada :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Sumber air alamiah :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Yaitu lokasi pada tempat yang belum terjadi atau masih sedikit pencemaran.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Sumber air tercemar :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Yaitu lokasi pada tempat yang telah mengalami perubahan atau dihilir sumber pencemar.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Sumber air yang dimanfaatkan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Yaitu lokasi pada tempat penyadapan pemenfaatan sumber air tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Pemantauan kualitas air pada danau / waduk berdasarkan pada :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Tempat masuknya sungai ke danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Ditengah danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Lokasi penyadapan air untuk pemanfaatan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;d. Tempat keluarnya air danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Lokasi pengambilan sampel air tanah :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pengambilan sampel air tanah dapat berasal dari air tanah bebas (tidak tertekan) dan air tanah tertekan denga penjelasansebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Air tanah bebas (tidak tertekan), misal : sumur gali, sumur pompa tangan dangkal / dalam.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Disebelah hulu dan hilir dari lokasi penimbunan / pembuangan sampah kota / industri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Disebelah hilir daerah pertanian yang intensif menggunakan pestisida dan pupuk kimia.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Didaerah pantai dimana terjadi penyusupan air asin.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Tempat-tempat lain yang dianggap perlu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Air tanah tertekan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Di sumur produksi air tanah untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan, pedesaan, pertanian dan industri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Di sumur produksi air tanah PAM maupun sarana umum.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Di sumur-sumur pemantauan kualitas air tanah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Di lokasi kawasan industri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Di sumur observasi untuk pengawasan imbuhan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Pada sumur observasi air tanah di suatu cekungan air tanah artesis ( misalnya : cekungan artesis Bandung)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Pada sumur observasi di wilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air asin.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Pada sumur observasi penimbunan / pengolahan limbah industri bahan berbahaya dan beracun (B3)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Pada sumur lainnya yang dianggap perlu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Menentukan titik pengambilan contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Air permukaan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Titik pengambilan contoh dapat dilakukan di sungai dan danau / waduk , dengan penjelasan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Di sungai, titik pengambilan contoh di sungai dengan ketentuan :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(1). Sungai dengan debit kurang dari 5 m3 / detik, contoh diambil pada satu titik di tengah sungai pada 0,5 x kedalaman dari permukaan air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(2). Sungai dengan debit antara 5 – 150 m3 / detik, contoh diambil pada dua titik masing-masing pada ada jarak 1/3 dan 2/3 lebar sungai pada 0,5 x kedalaman dari permukaan air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(3). Sungai dengan debit lebih dari 150 m3 / detik, contoh diambil minimum pada enam titik masing-masing pada jarak ¼. ½ dan ¾ lebar sungai pada 0,2 x dan 0,8 x kedalaman dari permukaan air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Di danau / waduk, titik pengambilan contoh di danau / waduk dengan ketentuan :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(1). Danau / waduk yang kedalamannya kurang dari 10 m, contoh diambil pada dua titik dipermukaan dan di dasar danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(2). Danau / waduk dengan kedalaman antara 10-30 meter, contoh diambil pada tiga titik, yaitu : di permukaan, di lapisan termoklin dan di dasar danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(3). Danau / waduk dengan kedalaman antara 30 – 100 m, contoh diambil pada empat titik, yaitu di permukaan, di lapisan termoklin ( metalimnion), di atas lapisan hipolimnion dan di dasar danau / waduk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;(4) Danau / waduk yang kedalamannya lebih dari 100 m, titik pengambilan contoh dapat ditambah sesuai dengan keperluan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Air tanah&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Titik pengambilan contoh air tanah dapat berasal dari air tanah bebas dan air tanah tertekan (artesis) dengan penjelasan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Air tanah bebas&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pada sumur gali, contoh diambil pada kedalaman 20 cm dibawah permukaan air dan sebaiknya diambil pada pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Pada sumur bor dengan pompa tangan / mesin, contoh diambil dari kran / mulut pompa tempat keluarnya air setalh air dibuang selama lebih kurang 5 menit.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Air tanah tertekan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pada sumur bor eksplorasi, contoh diambil pada titik yang telah ditentukan sesuai keperluan eksplorasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Pada sumur observasi, contoh diambil pada dasar sumur setelah air dalam sumur bor / pipa dibuang sampai habis (dikuras) sebanyak tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Pada sumur produksi contoh diambil pada kran / mulut pompa keluarnya air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Air PAM :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh diambil pada kran tempat keluarnya air, setelah kran air dibuka 1-2 menit.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;d. Air kolam renang / air pemandian umum.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Sampel diambil pada beberapa titik pengambilan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Pengambilan sampel&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan sifat fisika dan kimia air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Tahapan pengambilan contoh untuk keperluan ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Menyiapkan alat pengambil contoh yang sesuai dengan keadaan sumber air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Membilas alat dengan contoh yang akan diambil sebanyak tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Mengambil contoh sesuai dengan keperluan dan campurkan dalam penampung sementara hingga merata.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Apabila contoh dimabil dari beberapa titik, maka volume contoh yang diambil dari setiap titik harus sama.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Pengambilan contoh untuk pemeriksaan Oksigen terlarut (DO)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pengambilan contoh dapt dilakukan dengan dua cara, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Cara langsung&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Tahapan pengambilan contoh dengan cara langsung sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Siapkan botol KOB (BOD) yang bersih dan mempunyai volume  300 ml serta dilengkapi dengan tutup asah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Celupkan botol dengan hati-hati ke dalam air dengan posisi mulut botol searah dengan aliran air, sehingga air masuk kedalam botol dengan tenang, atau dapat pula dengan menggunakan sifon.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Isi botol sampai penuh dan hindarkan terjadinya turbulensi dan gelembung udara selama pengisian dan penutupan botol, kemudian botol di tutup.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Contoh siap untuk dianalisis.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Dengan alat khusus&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Tahapan pengambilan contoh / sampel dengan cara alat khusus sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Siapkan botol KOB (BOD) yang bersih dan mempunyai volume  300 ml serta dilengkapi dengan tutup asah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Masukkan botol ke dalam alat khusus (tipe Casella).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;- Ikuti prosedur pemakaian alat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Label contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh yang telah dimasukkan ke dalam wadah contoh diberi label. Pada label dicantumkan keterangan mengenai :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Nomor contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Nama petugas pengambil contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Tanggal dan jam pengambilan contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;d. Tempat pengambilan contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;e. Jenis pengawet yang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Pemeriksaan di Lapangan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pekerjaan yang dilakukan meliputi :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pemeriksaan unsur-unsur yang dapat berubah dengan cepat, dilakukan langsung setelah pengambilan contoh ; unsur-unsur tersebut antara lain : pH, suhu, daya hantar listrik, alkalinity, acidity dan oksigen terlarut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Semua hasil pemeriksaan dicatat dalam buku catatan khusus pemeriksaan di lapangan, yang meliputi : nama sumber air, tanggal pengambilan contoh, jam, keadaan cuaca, bahan pengawet yang ditambahkan dan nama petugas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Pengolahan pendahuluan contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;a. Penyaringan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Penyaringan contoh dilakukan untuk pemeriksaan parameter terlarut sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Contoh yang akan disaring diukur volumenya sesuai dengan keperluan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Masukkan ke dalam alat penyaring yang telah dilengkapi kertas saring yang mempunyai ukuran pori 0 – 0,45 um dan saring sampai selesai.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Air saringan ditampung ke dalam wadah yang telah disiapkan sesuai dengan keperluan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;b. Ekstraksi contoh untuk Pemeriksaan Pestisida&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Ekstraksi contoh untuk pemeriksaan ini dilakukan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Contoh dikocok secara merata dan ukur volumenya sebanyak 1 liter dengan gelas ukur.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Tuangkan contoh ke dalam labu ekstrak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Bilas gelas ukur dengan 60 ml campuran pelarut organik (n-heksana 85 % dan Diethyl ether 15 %), kemudian tuangkan pelarut organik tersebut ke dalam labu ekstrak dan kocok selama 2 menit.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Biarkan sampai terjadi pemisahan fase paling sedikit  10 menit.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Tampung fase air dari labu ekstrak ke dalam gelas ukur dan secara hati-hati tuangkanlah lapisan fase organik nelalui kolom yang berdiameter luar 2 cm dan berisi Na2SO4 bebas air setinggi 10 cm ke dalam wadah khusus.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Tuangkan kembali fase air di dalam gelas ukur tadi ke dalam labu ekstrak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Ulangi langkah 3 sampai langkah 6 sebanyak 2 kali lagi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Bilas kolom dengan pelarut Hexana  20 ml.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;9. Satukan hasil ekstrak dalam botol khusus.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;c. Ekstraksi contoh untuk Pemeriksaan Minyak dan Lemak&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Ekstraksi contoh untuk Pemeriksaan ini dilakukan sebagi berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Diukur 1 liter contoh dengan gelas ukur&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Ditambahkan 5 ml asam chlorida (HCl 1:1) sampai pH &amp;lt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Dimasukkan ke dalam labu ekstrak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;4. Gelas ukur tadi dibilas secara hati-hati dengan 30 ml pelarut organik (jenis pelarut organik disesuaikan dengan metode pemeriksaan yang digunakan) dan masukkan ke dalam labu ekstrak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;5. Kocok kuat-kuat selama 2 menit dan bila terjadi emulsi yang stabil (tidak terjadi pemisahan fase yang jelas), dikocok lagi selama 5-10 menit.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;6. Dibiarkan sampai terjadi pemisahan fase.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Fase organiknya dikeluarkan melalui corong yang berisi kertas saring dan Na2SO4 ke dalam wadah contoh khusus.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Dimasukkan lagi 30 ml pelarut organik ke dalam labu ekstrak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;9. Ulangi langkah 5 sampai 8 sebanyak 2 kali lagi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;10. Hasil ekstrak disatukan ke dalam wadah contoh khusus.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;11. Kertas saring dicuci dengan 10-20 ml pelarut organik dan disatukan dengan hasil ekstak ke dalam wadah comtoh khusus tadi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;7. Pengawetan contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pengawetan cara Fisika&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pengawetan secara fisika dilakukan dengan cara pendinginancontoh pada suhu 4O C atau pembekuan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Pengawetan cara Kimia&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pengawetan secara kimia dilakukan tergantung pada jenis parameter yang diawetkan. Beberapa cara pengawetan adalah senagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;1. Pengasaman, yaitu penambahan asam nitrat pekat atau asam klorida pekat atau asam sulfat ke dalam contoh sampai pH &amp;lt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;2. Penabahan biosida ke dalam contoh, jenis biosida dan dosisnya tercantum pada tabel 1&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;3. Penambahan larutan basa (biasanya larutan Na. Hidroksida, NaOH) kedalam contoh sampai pH 10-11.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;8. Pengepakan dan pengiriman contoh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Contoh yang telah dimasukkan ke dalam wadah, diberi label. Pada label tersebut dicantumkan keterangan mengenai lokasi pengambilan, tanggal dan jam pengambilan, cuaca, jenis pengawet yang ditambahkan, petugas yang mengambil contoh dan sketsa lokasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Wadah-wadah contoh yang telah ditutup rapat dimasukkan ke dalam kotak yang telah dirancang secara khusus agar contoh tidak tertumpah selama pengangkutan ke laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8751929381056621573?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8751929381056621573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8751929381056621573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8751929381056621573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8751929381056621573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/04/pengambilan-dan-pengiriman-sampel-air.html' title='PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SAMPEL AIR UNTUK PEMERIKSAAN KIMIA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S0AFcivFUCI/AAAAAAAAAC4/DfqYeOKghl4/s72-c/IMAG0005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-7422552542468768287</id><published>2011-03-29T13:22:00.000+08:00</published><updated>2011-03-29T13:22:31.410+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hematologi'/><title type='text'>Hitung Retiklusit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypXRqvh0mI/AAAAAAAAACY/JPtoDR6Wnr4/s200/retics.jpg" imageanchor="1" linkindex="49" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S2qGQ9hCWJI/AAAAAAAAAIo/4_nTz8jZYCo/s320/Retik.jpg" imageanchor="1" linkindex="50" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S2qGQ9hCWJI/AAAAAAAAAIo/4_nTz8jZYCo/s320/Retik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypXRqvh0mI/AAAAAAAAACY/JPtoDR6Wnr4/s200/retics.jpg" imageanchor="1" linkindex="51" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/SypXRqvh0mI/AAAAAAAAACY/JPtoDR6Wnr4/s320/retics.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Retikulosit adalah eritrosit muda yang sitoplasmanya masih mengandung  sejumlah besar sisa-sisa ribosome dan RNA yang berasal dari sisa inti  dari bentuk penuh pendahulunya. Ribosome mempunyai kemampuan untuk  bereaksi dengan pewarna tertentu seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brilliant cresyl blue &lt;/span&gt;atau&lt;span style="font-style: italic;"&gt; new methylene blue&lt;/span&gt;  untuk membentuk endapan granula atau filamen yang berwarna biru. Reaksi  ini hanya terjadi pada pewarnaan terhadap sel yang masih hidup dan  tidak difiksasi. Oleh karena itu disebut pewarnaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supravital&lt;/span&gt;.  Retikulosit paling muda (imatur) adalah yang mengandung ribosome  terbanyak, sebaliknya retikulosit tertua hanya mempunyai beberapa titik  ribosome.&lt;br /&gt;Pada pewarnaan Wright retikulosit  tampak sebagai eritrosit yang berukuran lebih besar dan berwarna lebih  biru daripada eritrosit. Retikulum terlihat sebagai bintik-bintik  abnormal. Polikromatofilia yang menunjukkan warna kebiru-biruan dan  bintik-bintik basofil pada eritrosit, sebenarnya disebabkan oleh bahan  ribosome tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung retikulosit merupakan indikator  aktivitas sumsum tulang dan digunakan untuk mendiagnosis anemia.  Banyaknya retikulosit dalam darah tepi menggambarkan eritropoesis yang  hampir akurat. Peningkatan jumlah retikulosit di darah tepi  menggambarkan akselerasi produksi eritrosit dalam sumsum tulang.  Sebaliknya, hitung retikulosit yang rendah terus-menerus dapat  mengindikasikan keadan hipofungsi sumsum tulang atau anemia aplastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung retikulosit umumnya menggunakan metode pewarnaan supravital. Sampel darah dicampur dengan larutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brilliant cresyl blue (BCB) &lt;/span&gt;atau&lt;span style="font-style: italic;"&gt; new methylene blue&lt;/span&gt;  maka ribosome akan terlihat sebagai filamen berwarna biru. Jumlah  retikulosit dihitung per 1000 eritrosit dan dinyatakan dalam %, jadi  hasilnya dibagi 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarna yang digunakan memiliki formula sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Brilliant Cresyl Blue (BCB) : brilliant cresyl blue 1.0 gr; NaCl 0.85% 99.0 ml. Saring larutan sebelum dipergunakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;New  methylene blue : NaCl 0.8 gr; kalium oksalat 1.4 gr; new methylene blue  N 0.5 gr; aquadest 100 ml. Saring larutan sebelum dipergunakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dianjurkan menggunaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new methylene blue&lt;/span&gt;, kesalahan metode ini pada nilai normal 25 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel  darah yang digunakan untuk hitung retikulosit adalah darah kapiler atau  vena, dengan antikoagulan (EDTA) atau tanpa antikoagulan (segar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ke  dalam tabung masukkan darah dan pewarna dengan perbandingan 1 : 1,  campur baik-baik, biarkan selama 15 menit agar pewarnaannya sempurna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buatlah sediaan apus campuran itu, biarkan kering di udara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksalah  di bawah mikroskop dengan perbesaran 100x. Eritrosit nampak biru muda  dan retikulosit akan tampat sebagai sel yang mengadung granula/filamen  yang berwarna biru. Bila kurang jelas waktu pewarnaannya diperpanjang  atau dicounterstain (dicat lagi) dengan cat Wright.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitunglah  jumlah retikulosit dalam 1000 sel eritrosit. Jika kesulitan menghitung,  lakukan pengecilan medan penglihatan okuler dengan meletakkan kertas  berlubang pada lensa okuler. Hitung retikulosit ditentukan dengan  perhitungan sebagai berikut :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hitung retikulosit = ( jumlah retikulosit per 1000 eritrosit : 10 ) %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dewasa : 0.5 - 1.5 %&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi baru lahir : 2.5 - 6.5 %&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi : 0.5 - 3.5 %&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak : 0.5 - 2.0 %&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penurunan  jumlah : Anemia (pernisiosa, defisiensi asam folat, aplastik, terapi  radiasi, pengaruh iradiasi sinar-X, hipofungsi adrenokortikal,  hipofungsi hipofisis anterior, sirosis hati (alkohol menyupresi  retikulosit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan jumlah :  Anemia (hemolitik, sel sabit), talasemia mayor, perdarahan kronis, pasca  perdarahan (3 - 4 hari), pengobatan anemia (defisiensi zat besi, vit  B12, asam folat), leukemia, eritroblastosis fetalis (penyakit hemolitik  pada bayi baru lahir), penyakit hemoglobin C dan D, kehamilan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi temuan hasil laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bila hematokritnya rendah maka perlu ditambahkan darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cat yang tidak disaring menyebabkan pengendapan cat pada sel-sel eritrosit sehingga terlihat seperti retikulosit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghitung di daerah yang terlalu padat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan kadar glukose akan mengurangi pewarnaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-7422552542468768287?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/7422552542468768287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=7422552542468768287&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7422552542468768287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7422552542468768287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/hitung-retiklusit.html' title='Hitung Retiklusit'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zgpBIJXKS7o/S2qGQ9hCWJI/AAAAAAAAAIo/4_nTz8jZYCo/s72-c/Retik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-2078920991640352915</id><published>2011-03-27T16:22:00.001+08:00</published><updated>2011-03-27T16:25:16.886+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>Antikoagulan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://drdjebrut.files.wordpress.com/2010/06/dl.jpg?w=400&amp;amp;h=320" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://drdjebrut.files.wordpress.com/2010/06/dl.jpg?w=400&amp;amp;h=320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Antikoagulan adalah zat yang mencegah penggumpalan darah dengan cara mengikat kalsium atau dengan menghambat pembentukan trombin yang diperlukan untuk mengkonversi fibrinogen menjadi fibrin dalam proses pembekuan . Jika tes membutuhkan darah atau plasma, spesimen harus dikumpulkan dalam sebuah tabung yang berisi antikoagulan. Spesimen-antikoagulan harus dicampur segera setelah pengambilan spesimen untuk mencegah pembentukan microclot. Pencampuran yang lembut sangat penting untuk mencegah hemolisis.&lt;br /&gt;Ada berbagai jenis antikoagulan, masing-masing digunakan dalam jenis pemeriksaan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;b&gt;EDTA ( ethylenediaminetetraacetic acid, [CH2N(CH2CO2H)2]2 )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Umumnya tersedia dalam bentuk garam sodium (natrium) atau potassium (kalium), mencegah koagulasi dengan cara mengikat atau mengkhelasi kalsium. EDTA memiliki keunggulan disbanding dengan antikoagulan yang lain, yaitu tidak mempengaruhi sel-sel darah, sehingga ideal untuk pengujian hematologi, seperti pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, KED, hitung lekosit, hitung trombosit, retikulosit, apusan darah, dsb.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;K2EDTA biasanya digunakan dengan konsentrasi 1 - 1,5 mg/ml darah. Penggunaannya harus tepat. Bila jumlah EDTA kurang, darah dapat mengalami koagulasi. Sebaliknya, bila EDTA kelebihan, eritrosit mengalami krenasi, trombosit membesar dan mengalami disintegrasi. Setelah darah dimasukkan ke dalam tabung, segera lakukan pencampuran/homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung dengan lembut sebanyak 6 kali untuk menghindari penggumpalan trombosit dan pembentukan bekuan darah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga macam EDTA, yaitu dinatrium EDTA (Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA) dan tripotassium EDTA (K3EDTA). Na2EDTA dan K2EDTA biasanya digunakan dalam bentuk kering, sedangkan K3EDTA biasanya digunakan dalam bentuk cair. Dari ketiga jenis EDTA tersebut, K2EDTA adalah yang paling baik dan dianjurkan oleh ICSH (I&lt;i&gt;nternational Council for Standardization in Hematology&lt;/i&gt;) dan CLSI (&lt;i&gt;Clinical and Laboratory Standards Institute&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Tabung EDTA tersedia dalam bentuk tabung hampa udara (&lt;i&gt;vacutainer tube&lt;/i&gt;) dengan tutup lavender (purple) atau pink seperti yang diproduksi oleh Becton Dickinson.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trisodium citrate dihidrat (Na3C6H5O7 •2 H2O )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Citrat bekerja dengan mengikat atau mengkhelasi kalsium. Trisodium sitrat dihidrat 3.2% buffered natrium sitrat (109 mmol/L) direkomendasikan untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit. Penggunaannya adalah 1 bagian citrate + 9 bagian darah. Secara komersial, tabung sitrat dapat dijumpai dalam bentuk tabung hampa udara dengan tutup berwarna biru terang.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Spesimen harus segera dicampur segera setelah pengambilan untuk mencegah aktivasi proses koagulasi dan pembentukan bekuan darah yang menyebabkan hasil tidak valid. Pencampuran dilakukan dengan membolak-balikkan tabung sebanyak 4-5 kali secara lembut, karena pencampuran yang terlalu kuat dan berkali-kali (lebih dari 5 kali) dapat mengaktifkan penggumpalan platelet dan mempersingkat waktu pembekuan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Darah sitrat harus segera dicentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm dan dianalisa maksimal 2 jam setelah sampling.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Natrium sitrat konsentrasi 3,8% digunakan untuk pemeriksaan erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau KED/LED cara Westergreen. Penggunaannya adalah 1 bagian sitrat + 4 bagian darah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Heparin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Antikoagulan ini merupakan asam mukopolisacharida yang bekerja dengan cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga menghentikan pembentukan fibrin dari fibrinogen. Ada tiga macam heparin: ammonium heparin, lithium heparin dan sodium heparin. Dari ketiga macam heparin tersebut, lithium heparin paling banyak digunakan sebagai antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion dalam darah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Heparin banyak digunakan pada analisa kimia darah, enzim, kultur sel, OFT (&lt;i&gt;osmotic fragility test&lt;/i&gt;). Konsentrasi dalam penggunaan adalah : 15IU/mL +/- 2.5IU/mL atau 0.1 – 0.2 mg/ml darah. Heparin tidak dianjurkan untuk pemeriksaan apusan darah karena menyebabkan latar belakang biru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;Setelah dimasukkan dalam tabung, spesimen harus segera dihomogenisasi 6 kali dan dicentrifuge 1300-2000 rpm selama 10 menit kemudian plasma siap dianalisa. Darah heparin harus dianalisa dalam waktu maksimal 2 jam setelah sampling.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oksalat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Natrium Oksalat (Na2C2O4&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Natrium oksalat bekerja dengan cara mengikat kalsium. Penggunaannya 1 bagian oksalat + 9 bagian darah. Biasanya digunakan untuk pembuatan adsorb plasma dalam pemeriksaan hemostasis.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Kalium Oksalat NaF. Kombinasi ini digunakan pada pemeriksaan glukosa. Kalium oksalat berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF berfungsi sebagai antiglikolisis dengan cara menghambat kerja enzim Phosphoenol pyruvate dan urease sehingga kadar glukosa darah stabil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-2078920991640352915?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/2078920991640352915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=2078920991640352915&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2078920991640352915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2078920991640352915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/antikoagulan.html' title='Antikoagulan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-5532217157476363056</id><published>2011-03-18T09:35:00.000+08:00</published><updated>2011-03-18T09:35:37.485+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imunologi dan Serologi'/><title type='text'>Antibodi Virus Hepatitis A ( Anti HAV )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S6bA93FsYDI/AAAAAAAAAIU/FmLlu7mX4A0/s200/185px-Hepatitis_A_virus_02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S6bA93FsYDI/AAAAAAAAAIU/FmLlu7mX4A0/s200/185px-Hepatitis_A_virus_02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px; text-align: justify;"&gt;Virus hepatitis A merupakan Enterovirus RNA berukuran 27 nm, bentuk kubus dan simetris. Penyakit hepatitis A dulu dinamakan hepatitis infeksiosa atau hepatitis berinkubasi pendek. Penularan virus hampir selalu melalui jalur fekal-oral. Masa inkubasi untuk HAV biasanya 2-6 minggu. HAV tidak tidak berhubungan dengan penyakit hati kronis.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosis hepatitis A dibuat atas pengamatan klinis dan laboratorium. Penderita lesu, anoreksia, demam dan mual. Aminotransferase dan bilirubinemia hampir selalu ada; fosfatase alkali dan bilirubin direk sering tinggi. Diagnosis pasti ditegakkan dengan uji serologis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S6bA-KJzBHI/AAAAAAAAAIc/gbQgAnrPnkc/s1600-h/220px-HAV_Infection.png" style="color: #607b88; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451256573088433266" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S6bA-KJzBHI/AAAAAAAAAIc/gbQgAnrPnkc/s200/220px-HAV_Infection.png" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; cursor: pointer; float: left; height: 157px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; padding-bottom: 1px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px; width: 183px;" /&gt;&lt;/a&gt;IgM anti-HAV bermanfaat untuk mendiagnosis infeksi sedang terjadi. IgM anti-HAV muncul pada awal infeksi dan menghilang dalam 2 sampai 3 bulan. IgG anti-HAV timbul pada masa pasca infeksi atau pemulihan (&amp;gt;4 minggu), dan biasanya menetap sumur hidup. Pemeriksaan untuk anti-HAV total sebaiknya digunakan untuk menyaring infeksi lama dan pembuktian adanya imunitas pada orang yang mengunjungi daerah berisiko tinggi atau melakukan pekerjaan berisiko tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROSEDUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Antibodi terhadap hepatitis A dapat ditemukan dengan tehnik immunoassay, seperti enzyme immunoassay (EIA), enzyme linked immunoassay (ELISA), enzyme linked fluorescent assay (ELFA), atau radioimmunoassay (RIA). Membuktikan adanya viremia tidak mungkin, sedangkan untuk menyatakan virus dalam tinja diperlukan pemeriksaan mikroskop elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Spesimen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Spesimen yang digunakan untuk deteksi anti HAV adalah serum atau plasma (lithium heparin, EDTA, dan sitrat). Kumpulkan 3-5 ml darah vena dalam tabung bertutup merah (tanpa antikoagulan), tutup hijau (heparin), tutup ungu (EDTA) atau tutup biru (sitrat). Pusingkan sampel darah, dan pisahkan serum atau plasma dari darah untuk diperiksa laboratorium.&lt;br /&gt;Tidak ada pembatasan asupan makanan atau cairan.&lt;br /&gt;Spesimen hemolisis, lipemia, atau ikterik (hiperbilirubinemia) dapat mempengaruhi pengujian. Jika memungkinkan, pengambilan sampel darah yang baru.&lt;br /&gt;Spesimen dapat disimpan pada suhu 2-8oC sampai dengan 7 hari, dan untuk waktu yang lama dapat disimpan beku pada suhu -25 ± 6oC. Hindari pembekuan dan pencairan (thawing) spesimen berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NILAI RUJUKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdeteksi (negatif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MASALAH KLINIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasil positif : infeksi virus hepatitis A (HAV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Pigmentasi specimen (hemolisis, lipemia, ikterik) dapat mempengaruhi hasil pembacaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-5532217157476363056?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/5532217157476363056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=5532217157476363056&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5532217157476363056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5532217157476363056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/antibodi-virus-hepatitis-anti-hav.html' title='Antibodi Virus Hepatitis A ( Anti HAV )'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S6bA93FsYDI/AAAAAAAAAIU/FmLlu7mX4A0/s72-c/185px-Hepatitis_A_virus_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8024166331063463013</id><published>2011-03-17T20:33:00.000+08:00</published><updated>2011-03-17T20:33:03.961+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia Darah'/><title type='text'>Profil Lipid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://cobramania.blog.friendster.com/files/cholesterol-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://cobramania.blog.friendster.com/files/cholesterol-300x225.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px; text-align: justify;"&gt;Lipid adalah senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen yang tidak larut dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah trigliserida, kolesterol dan fosfolipid.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan trigliserid yang berfungsi sebagai ‘gudang’ lemak yang segera dapat digunakan. Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta untuk pembakaran langsung untuk menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih dari 95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan trigliserida dari asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah sebagai kilomikron (droplet lemak kecil yang diselubungi protein), yang memberikan tampilan seperti susu atau krim pada serum setelah mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan sebaginya terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian dihidrolisis oleh kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas yang terbentuk diserap oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke sistem limfatik dan akhirnya ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam lemak), serta 30% dalam bentuk bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan dalam eritrosit, membran sel, dan otot.&lt;br /&gt;Sebagian besar kolesterol yang dibutuhkan tubuh disintesis dari asetil koenzim A melalui betahidroksi-betametil glutamil KoA. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan cairan (misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari hati dan usus, serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam darah dapat ikut serta dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu ‘pengangkut’ agar bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang dinamakan lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran yang juga mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda sehingga masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda. Lipoprotein terbesar dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh lipoprotein densitas sangat rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein densitas rendah (low density lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang (intermediate density lipoprotein, IDL), dan lipoprotein densitas tinggi (high density lipoprotein, HDL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian kecil (15-25%) kolesterol berada dalam HDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan trigliserida dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan kilomikron ke dalam limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron membebaskan trigliserida ke jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain itu, juga mengaktifkan lipoprotein lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari trigliserida sehingga ukuran kilomikron berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap oleh hati. Asam-asam lemak yang dikeluarkan pada gilirannya diserap oleh sel otot dan adiposa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VLDL terutama dibentuk oleh sel hati, sebagian oleh usus. VLDL terutama terdiri dari trigliserid endogen yang dibentuk oleh sel hati dari karbohidrat. Ia bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LDL berasal dari katabolisme VLDL, bertugas mengangkut kolesterol dalam plasma darah ke jaringan perifer untuk keperluan pertukaran zat. LDL mengandung 45% kolesterol. LDL ini mudah sekali menempel pada dinding pembuluh koroner sehingga menimbulkan kerak kolesterol (plak). Itu sebabnya LDL sering disebut sebagai “kolesterol jahat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HDL dibentuk oleh sel hati dan usus, bertugas menyedot timbunan kolesterol di jaringan tersebut, lalu mengangkutnya ke hati dan selanjutnya membuangnya ke dalam empedu. Karena itu maka HDL disebut sebagai “kolesterol baik”. Bila HDL rendah, maka kolesterol akan dideposit pada jaringan arteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengukuran Lipid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penetapan lipid biasanya dilakukan dengan serum, tetapi dapat juga menggunakan plasma EDTA atau plasma heparin. Baik serum maupun plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah dan jika tidak segera diperiksa, harus disimpan dalam lemari es supaya distribusi kolesterol tidak berubah dan enzim-enzim tidak sempat mengubah proporsi lipoprotein. Sampel darah harus diperoleh setelah klien berpuasa 10 – 12 jam sebelum pengambilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran lipid serum yang paling relevan adalah kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, dan kolesterol LDL. Pengukuran lipid dapat dilakukan dengan metode kimiawi kolorimetrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran kolesterol total dapat menggunakan enzim kolesterol oksidase. Trigliserida diukur melalui pengeluaran asam lemak secara hidrolisis diikuti oleh kuantifikasi gliserol yang dibebaskan. Pengukuran kolesterol HDL menggunakan pengendapan semua lipoprotein selain HDL, kemudian kolesterol HDL yang tersisa dalam larutan diukur. Sedangkan kolesterol LDL diukur dari pengukuran trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol HDL dengan pendekatan Friedewald sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kolesterol LDL = Kolesterol total – kolesterol HDL – (trigliserida/5)&lt;br /&gt;Kalkulasi ini masih sahih untuk kadar trigliserida sampai sekitar 400 mg/dL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pengukuran kolesterol LDL dapat dilakukan langsung dengan tehnik imunopresipitasi selektif fraksi lipoprotein lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trigliserida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;DEWASA&lt;/span&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 12-29 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 10 – 140 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 30 – 39 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 20 – 150 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 40-49 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 30 – 160 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia &amp;gt; 50 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 40 – 190 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;ANAK&lt;/span&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bayi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 5 – 40 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 5-11 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 10 – 135 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;DEWASA&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nilai ideal&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: &amp;lt; style="font-style: italic;"&amp;gt;Risiko sedang : 200 – 240 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko tinggi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: &amp;gt; 240 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kehamilan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: kadar berisiko tinggi, tetapi akan kembali normal seperti sebelum kehamilan 1 bulan setelah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;ANAK&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bayi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 90 – 130 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anak usia 2 – 19 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: nilai ideal 130 – 170 mg/dl, risiko sedang 171 – 184 mg/dl, risiko tinggi &amp;gt; 185 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol HDL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 20-24 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 30 – 79 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 25-29 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 31 – 83 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 30-34 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 28 – 77 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 35-39 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 36 – 62 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 40-44 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 34 – 67 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 45-49 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 30 – 87 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usia 50-54 tahun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 28 – 92 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol LDL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang dianjurkan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko sedang&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 130 – 159 mg/dl.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risiko tinggi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: &amp;gt;= 160 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) tahun 2004, kadar lipid serum yang dianggap optimal dan yang abnormal dapat dilihat pada tabel berikut :&lt;table style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="s" cellspacing="r" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;" witdh="p"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol total (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Yang diinginkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 - 239&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;240 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol LDL (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;100 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Optimal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;100 - 129&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mendekati optimal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;160 - 189&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;190 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat Tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Kolesterol HDL (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;40 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rendah (kurang baik)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;60 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tinggi (baik)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-weight: bold;"&gt;Trigliserida (mg/dl)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;150 atau kurang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Normal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;150 - 199&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;200 - 499&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Batas tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;500 atau lebih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat tinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar lemak darah dapat menimbulkan risiko penyakit arteri koronaria atau penyakit kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol (hiperkolesterolemia) menyebabkan penumpukan kerak lemak di arteri koroner (arteriosklerosis) dan risiko penyakit jantung (infark miokardial). Kadar kolesterol serum tinggi dapat berhubungan dengan kecenderungan genetik (herediter), obstruksi bilier, dan/atau asupan diet. Peningkatan trigliserid dalam waktu yang lama akan menjadi gajih di bawah kulit dan menyebabkan obesitas. Gajih yang berlebih akan diubah juga menjadi kolesterol LDL. Kolesterol LDL yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah merupakan risiko penyakit aterosklerosis. Sebaliknya, kolesterol LDL yang rendah dan kolesterol HDL tinggi dapat menurunkan risiko penyakit arteri koronaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar kolesterol dapat dijumpai pada : infak miokardial (MCI) akut, aterosklerosis, hiperkolesterolemia keluarga, hiperlipoproteinemia tipe II, III dan V, diet tinggi kolesterol (lemak hewani). Selain itu juga dijumpai pada : hipotiroidisme, obstruksi bilier, sirosis bilier, miksedema, hepatitis infeksiosa, DM yang tidak terkontrol, sindrom nefrotik, pankreatektomi, kehamilan trimester III, periode stress berat.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: aspirin, kostikosteroid, steroid (agens anabolic dan androgen), kontrasepsi oral, epinefrin dan norepinefrin, bromide, fenotiazin (klorpromazin [Thorazine], trifluoperazin [Stelazine]), Vitamin A dan D, sulfonamide, fenitoin (Dilantin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar trigliserida dapat dijumpai pada : hiperlipoproteinemia, infark miokardial akut, hipertensi, thrombosis serebral, arteriosklerosis, diet tinggi karbohidrat. Juga dapat dijumpai pada : hipotiroidisme, sindrom nefrotik, sirosis Laennec atau alkoholik, DM tak terkontrol, pancreatitis, sindrom Down, stress, kehamilan.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: Estrogen, kontrasepsi oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan lemak darah umumnya dipengaruhi oleh faktor makanan. Konsumsi makanan tinggi kalori dalam jangka waktu lama terutama yang banyak mengandung lemak, menyebabkan peningkatan persisten trigliserida yang terutama berada dalam partikel VLDL. Asupan karbohidrat yang tinggi menyebabkan peningkatan cepat trigliserida dan VLDL. Kolesterol dalam makanan meningkatkan kandungan kolesterol LDL, demikian juga asupan asam lemak jenuh melalui makanan; konsumsi asam lemak tak jenuh mungkin menurunkan kolesterol total. Alkohol meningkatkan konsentrasi trigliserida, terutama mempengaruhi VLDL dan kadang-kadang kilomikron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Obat aspirin dan kortison dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diet tinggi kolesterol yang dikonsumsi sebelum pemeriksaan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hipoksia berat dapat meningkatkan kadar kolesterol serum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hemolisis pada sampel darah dapat menyebabkan hasil uji kolesterol serum meningkat,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diet tinggi karbohidrat dan alcohol dapat meningkatkan kadar trigliserida serum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8024166331063463013?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8024166331063463013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8024166331063463013&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8024166331063463013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8024166331063463013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/profil-lipid.html' title='Profil Lipid'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1412991587153466845</id><published>2011-03-17T20:14:00.001+08:00</published><updated>2011-03-17T20:24:19.685+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profesi'/><title type='text'>Standar Kompetensi Analis Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfQHNXb3V2eI2a6wQc_pJ-A4-Eh5MoU0zg3m_rSggdzmgOxtz-GXziLA" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfQHNXb3V2eI2a6wQc_pJ-A4-Eh5MoU0zg3m_rSggdzmgOxtz-GXziLA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah sering kita mendengar istilah "kompeten" dan "kompetensi". Lalu apa maksud dari kedua kata itu? Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Sedangkan kompetensi adalah apa yang seorang mampu kerjakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari satu pekerjaan. Kinerja atau hasil yang diinginkan dicapai dengan perilaku ditempat kerja yang didasarkan pada pengetahuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;knowledge&lt;/span&gt;), keterampilan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;skills&lt;/span&gt;), sikap (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;attitude&lt;/span&gt;) dan sifat-sifat pribadi lainnya.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Secara umum, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;skill&lt;/span&gt;), atribut personal, dan pengetahuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;knowledge&lt;/span&gt;) yang tercermin melalui perilaku kinerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;job behavior&lt;/span&gt;) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Yang dimaksud dengan kompetensi adalah : seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Kompetensi profesional didapatkan melalui pendidikan, pelatihan dan pemagangan dalam periode yang lama dan cukup sulit, pembelajarannya dirancang cermat dan dilaksanakan secara ketat, dan diakhiri dengan ujian sertifikasi (Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Standar Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Standar Kompetensi adalah pernyataan yang menguraikan keterampilan dan pengetahuan yang harus dilakukan saat bekerja serta penerapannya, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh tempat kerja (industri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimensi Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Mampu melakukan tugas per tugas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;task skills&lt;/span&gt;). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Mampu mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam melaksanakan pekerjaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;task management skills&lt;/span&gt;). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu menanggapi kelainan dan kerusakan dalam pekerjaan sehari-hari (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;contingency management skills&lt;/span&gt;). Contoh : Sedang memindahkan biakan, gas habis. Menggunakan lampu spiritus untuk sterilisasi ose.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu mengahadapi tanggung jawab dan harapan dari lingkungan kerja termasuk bekerjasama dengan orang lain (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Job role Environment Skills&lt;/span&gt;). Contoh : Biakan tumpah, menangani tumpahan (didisinfeksi) sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain / lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda /situasi yang baru/ tempat kerja yang baru (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;transfer skills/adaptation skills&lt;/span&gt;). Contoh : Memindahkan biakan bakteri dalam safety cabinet.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan dan Manfaat Standar Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Dasar pemberian rekomendasi kewenangan pelayanan bagi tenaga kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Dasar pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jembatan kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan implementasi kewenangan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pedoman CPD (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Continuing Profesional Development&lt;/span&gt;) bagi organisasi profesi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai salah satu alat untuk skrining tenaga kesehatan asing yang akan beri pelayanan kesehatan&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Standar Kompetensi Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Ilmu pengetahuan yang melatarbelakangi dan berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Kemampuan untuk merancang proses teknik operasional&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat merancang alur kerja pengujian/pemeriksaan mulai tahap pra analitik, analitik, sampai dengan paska analitik.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat SOP, Manual Mutu, indikator kinerja dan proses analisis yang akan digunakan.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan melaksanakan proses teknik operasional.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengambilan spesimen :pengetahuan persiapan pasien&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penilaian terhadap spesimen (memenuhi syarat atau tidak).&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelabelan, pengawetan, fiksasi, pemrosesan, penyimpanan, pengiriman&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat melakukan pemilihan alat, alat bantu, metode, reagent untuk pemeriksaan atau analisa tertentu.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat mengerjakan prosedur laboratorium&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memahami cara kerja dan menggunakan peralatan dalam proses teknis operasional&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui cara-cara kalibrasi dan cara menguji kelaikan alat&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memelihara alat dan menjaga kinerja alat tetap baik&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan untuk memberikan penilaian (judgement) hasil proses teknik operasioanl.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu menilai layak dan tidak hasil pemeriksaan, pemantapan mutu yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan proses selanjutnya&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu menilai proses pemeriksaan atau rangkaian pemeriksaan. Diterima tidaknya suatu hasil atau rangkaian hasil pemeriksaan&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan komunikasi dengan pelanggan atau pemakai jasa, seperti pasien, klinisi, mitra kerja, dll.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu mendeteksi secara dini :&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;munculnya penyimpangan dalam proses operasional&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;terjadinya kerusakan media, reagent alat yang digunakan atau lingkungan pemeriksaan&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mampu menilai validitas (kesahihan) suatu hasil pemeriksaan atau rangkaian hasil pemeriksaan&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan untuk melakukan koreksi atau penyesaian terhadap masalah teknis operasional yang muncul.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan menjaga keselamatan kerja dan lingkungan kerja&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan administrasi&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas Pokok Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Analis Kesehatan bertugas melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi, patologi anatomi (histology, histopatologi, imunopatologi, histokimia), toksikologi, kimia lingkungan, biologi dan fisika. Di dalam pelayanan laboratorium, Analis Kesehatan melakukan pengujian/analisis terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Penyelia teknis operasional laboratorium kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Promotion Health Laboratory&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analis Kesehatan Sebagai Profesi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Memberikan pelayanan kepada masyarakat bersifat khusus atau spesialis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Melalui jenjang pendidikan tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kewenangan yang sah, peran dan fungsi jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kompetensi jelas dan terukur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki organisasi profesi, kode etik, standar pelayanan, standar praktek, standar pendidikan.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Standar Profesi Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Profesionalisme : tuntutan profesi sebagai jawaban memenangkan kompetisi GLOBAL&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Standar mutu : berlaku bagi semua Analis Kesehatan di Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melindungi pasien/klien &amp;amp; masyarakat dari pelayanan yg tidak profesional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melindungi Analis Kesehatan dari tuntutan klien&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penapisan Ahli Laboratorium asing&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen, yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium dari yang sederhana sampai dengan yang canggih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengevaluasi teknik, instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang Teknik kelaboratoriuman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemampuan yang Harus Dimiliki Analis Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan, atau fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam melaksanakan prosedur laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam pembuatan uji kualitas media dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kewaspadaan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil uji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen, sebelum melaporkan hasil uji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-1412991587153466845?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/1412991587153466845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=1412991587153466845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1412991587153466845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1412991587153466845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/standar-kompetensi-analis-kesehatan.html' title='Standar Kompetensi Analis Kesehatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-4522394024620386419</id><published>2011-03-17T19:54:00.001+08:00</published><updated>2011-03-17T19:59:08.305+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>Pemantapan Mutu Laboratorium</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQm24iHiwzLxGr5QVpC2dKNAtxHmYk91V0X1DNU1COGQSeAV6ieqE7qSg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQm24iHiwzLxGr5QVpC2dKNAtxHmYk91V0X1DNU1COGQSeAV6ieqE7qSg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemantapan mutu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;quality assurance&lt;/span&gt;) laboratorium adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini terdiri atas empat komponen penting, yaitu : pemantapan mutu internal (PMI), pemantapan mutu eksternal (PME), verifikasi, validasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Pemantapan Mutu Internal (PMI)&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan proses, yaitu pra-analitik, analitik dan paska analitik.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Beberapa kegiatan pemantapan mutu internal antara lain : persiapan penderita, pengambilan dan penanganan spesimen, kalibrasi peralatan, uji kualitas air, uji kualitas reagen, uji kualitas media, uji kualitas antigen-antisera, pemeliharaan strain kuman, uji ketelitian dan ketepatan, pencatatan dan pelaporan hasil.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;li&gt;Pemantapan Mutu Eksternal (PME)&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;PME adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu. Penyelenggaraan PME dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional dan diikuti oleh semua laboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta dan dikaitkan dengan akreditasi laboratorium kesehatan serta perizinan laboratorium kesehatan swasta.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan reagen/peralatan/metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya. Setiap nilai yang diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu pemeriksaan.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Verifikasi&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Verifikasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam melakukan kegiatan laboratorium mulai dari tahap pra-analitik, analitik sampai dengan pasca-analitik. Setiap tahapan tersebut harus dipastikan selalu berpedoman pada mutu sesuai dengan bakuan mutu yang ditetapkan.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Validasi hasil&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Validasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk memantapkan kualitas hasil pemeriksaan yang telah diperoleh melalui pemeriksaan ulang oleh laboratorium rujukan. Validasi dapat mencegah keragu-raguan atas hasil laboratorium yang dikeluarkan.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Audit&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Audit adalah proses menilai atau memeriksa kembali secara kritis berbagai kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium. Audit ada dua macam, yaitu audit internal dan audit eksternal.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Audit internal dilakukan oleh tenaga laboratorium yang sudah senior. Penilaian yang dilakukan haruslah dapat mengukur berbagai indikator penampilan laboratorium, misalnya kecepatan pelayanan, ketelitian laporan hasil pemeriksaan laboratorium dan mengidentifikasi titik lemah dalam kegiatan laboratorium yang menyebabkan kesalahan sering terjadi.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Audit eksternal bertujuan untuk memperoleh masukan dari pihak lain di luar laboratorium atau pemakai jasa laboratorium terhadap pelayanan dan mutu laboratorium. Pertemuan antara kepala-kepala laboratorium untuk membahas dan membandingkan berbagai metode, prosedur kerja, biaya dan lain-lain merupakan salah satu bentuk dari audit eksternal.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan dan Pelatihan&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Pendidikan dan pelatihan bagi tanaga laboratorium sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan laboratorium melalui pendidikan formal, pelatihan teknis, seminar, workshop, simposium, dsb. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dipantau pelaksanaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-4522394024620386419?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/4522394024620386419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=4522394024620386419&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/4522394024620386419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/4522394024620386419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/pemantapan-mutu-laboratorium.html' title='Pemantapan Mutu Laboratorium'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-5730493333417808855</id><published>2011-03-17T19:44:00.000+08:00</published><updated>2011-03-17T19:44:42.288+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Urinalisa'/><title type='text'>Protein Urine</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRue8Y74bM86g3sc6hNHwTBY79Sa-DVaTEsiVtp554oUVOljgzjnIFeazk" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRue8Y74bM86g3sc6hNHwTBY79Sa-DVaTEsiVtp554oUVOljgzjnIFeazk" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px; text-align: justify;"&gt;Biasanya, hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Dengan menggunakan spesimen urin acak (random) atau urin sewaktu, protein dalam urin dapat dideteksi menggunakan strip reagen (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dipstick&lt;/span&gt;). Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah kecil protein dapat dideteksi pada urin orang yang sehat karena perubahan fisiologis. Selama olah raga, stres atau diet yang tidak seimbang dengan daging dapat menyebabkan proteinuria transien. Pra-menstruasi dan mandi air panas juga dapat menyebabkan proteinuria. Bayi baru lahir dapat mengalami peningkatan proteinuria selama usia 3 hari pertama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Spesimen urin acak (random)&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Kumpulkan spesimen acak (random)/urin sewaktu. Celupkan strip reagen (dipstick) ke dalam urin. Tunggu selama 60 detik, amati perubahan warna yang terjadi dan cocokkan dengan bagan warna. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Dipstick mendeteksi protein dengan indikator warna Bromphenol biru, yang sensitif terhadap albumin tetapi kurang sensitif terhadap globulin, protein Bence-Jones, dan mukoprotein.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Spesimen urin 24 jam&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Kumpulkan urin 24 jam, masukkan dalam wadah besar dan simpan dalam lemari pendingin. Jika perlu, tambahkan bahan pengawet. Ukur kadar protein dengan metode kolorimetri menggunakan fotometer atau analyzer kimiawi otomatis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urin acak : negatif (≤15 mg/dl)&lt;br /&gt;Urin 24 jam : 25 – 150 mg/24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran proteinuria dapat dipakai untuk membedakan antara penderita yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit ginjal kronik yang asimptomatik dengan yang sehat. Proteinuria yang&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;persistent&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(tetap ≥ +1, dievaluasi 2-3x / 3 bulan) biasanya menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Proteinuria persistent juga akan memberi hasil ≥ +1 yang terdeteksi baik pada spesimen urine pagi maupun urine sewaktu setelah melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Protein terdiri atas fraksi albumin dan globulin. Peningkatan ekskresi albumin merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang disebabkan karena penyakit glomeruler, diabetes mellitus, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.masriswanto.com/2009/07/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html" style="color: #607b88; text-decoration: none;" target="new"&gt;hipertensi&lt;/a&gt;. Sedangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakit&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tubulointerstitiel&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria positif perlu dipertimbangkan untuk analisis kuantitatif protein dengan menggunakan sampel urine tampung 24 jam. Jumlah proteinuria dalam 24 jam digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat keparahan ginjal. Proteinuria rendah (kurang dari 500mg/24jam).&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh obat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;: penisilin, gentamisin, sulfonamide, sefalosporin, media kontras, tolbutamid (Orinase), asetazolamid (Diamox), natrium bikarbonat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria sedang (500-4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan glomerulonefritis akut atau kronis, nefropati toksik (toksisitas obat aminoglikosida, toksisitas bahan kimia), myeloma multiple, penyakit jantung, penyakit infeksius akut, preeklampsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proteinuria tinggi (lebih dari 4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan sindrom nefrotik, glomerulonefritis akut atau kronis, nefritis lupus, penyakit amiloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh hematuria, tingginya substansi molekular, infus polivinilpirolidon (pengganti darah), obat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lihat pengaruh obat&lt;/span&gt;), pencemaran urine oleh senyawa ammonium kuaterner (pembersih kulit, klorheksidin), urine yang sangat basa (pH &amp;gt; 8)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTQgR2-5h17H58Ly9l6StU-LDezyNqnmCOfAjyQQdKwqwnUC8HxCv1OUw" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTQgR2-5h17H58Ly9l6StU-LDezyNqnmCOfAjyQQdKwqwnUC8HxCv1OUw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasil negatif palsu dapat disebabkan oleh urine yang sangat encer, urine sangat asam (pH di bawah 3)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-5730493333417808855?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/5730493333417808855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=5730493333417808855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5730493333417808855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5730493333417808855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/protein-urine.html' title='Protein Urine'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8296170033000070292</id><published>2011-03-17T19:36:00.000+08:00</published><updated>2011-03-17T19:36:40.848+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hematologi'/><title type='text'>Laju Endap Darah ( LED )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROUS43mGLT8LsCKLlCNTAky8sEA31EvVmaVRisxM_QQM6y7-pMzeiQAQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROUS43mGLT8LsCKLlCNTAky8sEA31EvVmaVRisxM_QQM6y7-pMzeiQAQ" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Laju endap darah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;erithrocyte sedimentation rate, ESR&lt;/span&gt;) yang juga disebut kecepatan endap darah (KED) atau laju sedimentasi eritrosit adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). Sebagian ahli hematologi, LED tidak andal karena tidak spesifik, dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis yang menyebabkan temuan tidak akurat.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan CRP dipertimbangkan lebih berguna daripada LED karena kenaikan kadar CRP terjadi lebih cepat selama proses inflamasi akut, dan lebih cepat juga kembali ke kadar normal daripada LED. Namun, beberapa dokter masih mengharuskan uji LED bila ingin membuat perhitungan kasar mengenai proses penyakit, dan bermanfaat untuk mengikuti perjalanan penyakit. Jika nilai LED meningkat, maka uji laboratorium lain harus dilakukan untuk mengidentifikasi masalah klinis yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan untuk pemeriksaan LED ada dua, yaitu metode Wintrobe dan Westergreen. Hasil pemeriksaan LED dengan menggunakan kedua metode tersebut sebenarnya tidak seberapa selisihnya jika nilai LED masih dalam batas normal. Tetapi jika nilai LED meningkat, maka hasil pemeriksaan dengan metode Wintrobe kurang menyakinkan. Dengan metode Westergreen bisa didapat nilai yang lebih tinggi, hal itu disebabkan panjang pipet Westergreen yang dua kali panjang pipet Wintrobe. Kenyataan inilah yang menyebabkan para klinisi lebih menyukai metode Westergreen daribada metode Wintrobe. Selain itu,&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LED berlangsung 3 tahap, tahap ke-1 penyusunan letak eritrosit (rouleaux formation) dimana kecepatan sedimentasi sangat sedikit, tahap ke-2 kecepatan sedimentasi agak cepat, dan tahap ke-3 kecepatan sedimentasi sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Metode Westergreen&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk melakukan pemeriksaan LED cara Westergreen diperlukan sampel darah citrat 4 : 1 (4 bagian darah vena + 1 bagian natrium sitrat 3,2 % ) atau darah EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0.85 % 4 : 1 (4 bagian darah EDTA + 1 bagian NaCl 0.85%). Homogenisasi sampel sebelum diperiksa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampel darah yang telah diencerkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung Westergreen sampai tanda/skala 0.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabung diletakkan pada rak dengan posisi tegak lurus, jauhkan dari getaran maupun sinar matahari langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm penurunan eritrosit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Metode Wintrobe&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sampel yang digunakan berupa darah EDTA atau darah Amonium-kalium oksalat. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampel dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe menggunakan pipet Pasteur sampai tanda 0.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan tabung dengan posisi tegak lurus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm menurunnya eritrosit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Metode Westergreen :&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pria : 0 - 15 mm/jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita : 0 - 20 mm/jam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Metode Wintrobe :&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pria : 0 - 9 mm/jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita 0 - 15 mm/jam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penurunan kadar : polisitemia vera, CHF, anemia sel sabit, mononukleus infeksiosa, defisiensi faktor V, artritis degeneratif, angina pektoris. Pengaruh obat : Etambutol (myambutol), kinin, salisilat (aspirin), kortison, prednison.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Peningkatan kadar : artirits reumatoid, demam rematik, MCI akut, kanker (lambung, kolon, payudara, hati, ginjal), penyakit Hodgkin, mieloma multipel, limfosarkoma, endokarditis bakterial, gout, hepatitis, sirosis hati, inflamasi panggul akut, sifilis, tuberkulosis, glomerulonefritis, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (eritroblastosis fetalis), SLE, kehamilan (trimester kedua dan ketiga). Pengaruh obat : Dextran, metildopa (Aldomet), metilsergid (Sansert), penisilamin (Cuprimine), prokainamid (Pronestyl), teofilin, kontrasepsi oral, vitamin A.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi temuan laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQzTVV97CtKboqibTOZ1iNm2BeNG5GplvZbcB5k8l3bAb02uCT2kjvw7kI" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQzTVV97CtKboqibTOZ1iNm2BeNG5GplvZbcB5k8l3bAb02uCT2kjvw7kI" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor yang mengurangi LED : bayi baru lahir (penurunan fibrinogen), obat (lihat pengaruh obat), gula darah tinggi, albumin serum, fosfolipid serum, kelebihan antikoagulan, penurunan suhu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Faktor yang meningkatkan LED : kehamilan (trimester kedua dan ketiga), menstruasi, obat (lihat pengaruh obat), keberadan kolesterol, fibrinogen, globulin, peningkatan suhu, kemiringan tabung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8296170033000070292?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8296170033000070292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8296170033000070292&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8296170033000070292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8296170033000070292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/laju-endap-darah-led.html' title='Laju Endap Darah ( LED )'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-7655379902317733277</id><published>2011-03-17T19:07:00.000+08:00</published><updated>2011-03-17T19:07:57.376+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imunologi dan Serologi'/><title type='text'>Rheumatoid Factor ( RF )</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Faktor reumatoid (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rheumatoid factor&lt;/span&gt;, RF) adalah immunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG. Karena penderita juga mengandung IgG dalam serum, maka RF termasuk autoantibodi. Faktor penyebab timbulnya RF ini belum diketahui pasti, walaupun aktivasi komplemen akibat adanya interaksi RF dengan IgG memegang peranan yang penting pada&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.masriswanto.com/2009/09/penyakit-rematik.html" style="color: #607b88; text-decoration: none;" target="new"&gt;rematik artritis&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rheumatoid arthritis&lt;/span&gt;, RA) dan penyakit-penyakit lain dengan RF positif. Sebagian besar RF adalah IgM, tetapi dapat juga berupa IgG atau IgA.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;RF positif ditemukan pada 80% penderita&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.masriswanto.com/2009/09/penyakit-rematik.html" style="color: #607b88; text-decoration: none;" target="new"&gt;rematik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;artritis. Kadar RF yang sangat tinggi menandakan prognosis yang buruk dengan kelainan sendi yang berat dan kemungkinan komplikasi sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RF sering dijumpai pada penyakit autoimun lain, seperti LE, scleroderma, dermatomiositis, tetapi kadarnya biasanya lebih rendah dibanding kadar RF pada rematik arthritis. Kadar RF yang rendah juga dijumpai pada penyakit non-imunologis dan orang tua (di atas 65 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji RF tidak digunakan untuk pemantauan pengobatan karena hasil tes sering dijumpai tetap positif, walaupun telah terjadi pemulihan klinis. Selain itu, diperlukan waktu sekitar 6 bulan untuk peningkatan titer yang signifikan. Untuk diagnosis dan evaluasi RA sering digunakan tes CRP dan ANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji RF untuk serum penderita diperiksa dengan menggunakan metode latex aglutinasi atau nephelometry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;DEWASA&lt;/span&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penyakit inflamasi kronis&lt;/span&gt;; 1/20-1/80&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;positif untuk keadaan rheumatoid arthritis dan penyakit lain&lt;/span&gt;; &amp;gt; 1/80&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;positif untuk rheumatoid arthritis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;ANAK&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: biasanya tidak dilakukan&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;LANSIA&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: sedikit meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nilai rujukan mungkin bisa berbeda untuk tiap laboratorium, tergantung metode yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masalah Klinis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;PENINGKATAN KADAR&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: rematik arthritis, LE, dermatomiositis, scleroderma, mononucleosis infeksiosa, leukemia, tuberculosis, sarkoidosis, sirosis hati, hepatitis, sifilis, infeksi kronis, lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasil uji RF sering tetap didapati positif, tanpa terpengaruh apakah telah terjadi pemulihan klinis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Hasil uji RF bisa positif pada berbagai masalah klinis, seperti penyakit kolagen, kanker, sirosis hati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Lansia dapat mengalami peningkatan titer RF, tanpa menderita penyakit apapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;blockquote style="line-height: 1.3em; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; margin-right: 20px; margin-top: 1em;"&gt;&lt;/blockquote&gt;Akibat keanekaragaman dalam sensitivitas dan spesifisitas uji skrining ini, temuan positif harus diinterpretasikan berdasarkan bukti yang terdapat dalam status klinis pasien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-7655379902317733277?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/7655379902317733277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=7655379902317733277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7655379902317733277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7655379902317733277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/rheumatoid-factor-rf.html' title='Rheumatoid Factor ( RF )'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-6419923605398497956</id><published>2011-03-17T18:47:00.003+08:00</published><updated>2011-03-17T18:53:08.337+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOP'/><title type='text'>Teknik pengambilan darah vena pada pasien yang terpasang Intravena (IV)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ5BK3QNLiTsWWD1NIwnIxvB1TeqkvoKKTl3kSVJ_E8Zg9gy-LK7ifWZRc" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ5BK3QNLiTsWWD1NIwnIxvB1TeqkvoKKTl3kSVJ_E8Zg9gy-LK7ifWZRc" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Agar dapat diperoleh spesimen darah yang memenuhi syarat uji laboratorium, maka prosedur pengambilan sampel darah harus dilakukan dengan benar, mulai dari persiapan peralatan, pemilihan jenis antikoagulan, pemilihan letak vena, teknik pengambilan sampai dengan pelabelan (&lt;a href="http://labkesehatan.blogspot.com/2009/12/phlebotomy.html" style="color: #000099; font-weight: bold; text-decoration: none;" target="new"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk melihat prosedur pengambilan sampel darah).&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Pemilihan letak vena menjadi perhatian penting ketika pasien terpasang&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;intravena (IV) line&lt;/span&gt;, misalnya infus. Prinsipnya, pengambilan sampel darah tidak boleh dilakukan pada lengan yang terpasang infus. Jika salah satu lengan terpasang infus, maka pengambilan darah dilakukan pasa lengan yang tidak terpasang infus. Jika kedua lengan terpasang infus, lakukan pengambilan pada vena kaki. Lalu bagaimana jika seluruh akses vena tidak memungkinkan untuk dilakukan pengambilan sampel darah? Berikut ini adalah teknik pengambilan sampel darah pada pasien yang terpasang infus atau IV-lines (contoh kasus pasien luka bakar di atas 70%).&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aternatif 1&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika memungkinkan, lakukan pengambilan darah pada lengan yang tidak terpasang infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alternatif 2&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak memungkinkan, lakukan pengambilan sampel darah di daerah kaki.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alternatif 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada akses vena di tempat lain, lakukan pengambilan sampel darah pada lengan yang terpasang infus dengan cara :&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: decimal; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mintalah perawat untuk menghentikan aliran infus selama minimal 2 menit sebelum pengambilan.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasang tourniquet pada bagian sebelah bawah jarum infus.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lakukan pengambilan sampel darah pada vena yang berbeda dari yang terpasang infus atau di bagian bawah vena yang terpasang infus.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mintalah perawat untuk me-restart infus setelah spesimen dikumpulkan.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Buatlah catatan bahwa spesimen dikumpulkan dari lengan yang terpasangi infus beserta jenis cairan infus yang diberikan. Tulislah informasi ini pada lembar permintaan lab.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alternatif 4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Jika hanya ada satu saja akses vena di tempat yang terpasang infus, maka :&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: decimal; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hentikan aliran infus seperti cara di atas&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Keluarkan darah dari vena tersebut, buang 2-5 ml pertama, dan tampung aliran sampel darah selanjutnya dalam tabung.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mintalah perawat untuk me-restart infus setelah spesimen dikumpulkan.&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Buatlah catatan bahwa spesimen dikumpulkan dari lengan yang terpasangi infus beserta jenis cairan infus yang diberikan. Tulislah informasi ini pada lembar permintaan lab.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Perhatian : Pemilihan alternatif 3 dan 4 harus dengan ijin dan pengawasan dokter. Phlebotomis dapat bekerjasama dengan perawat untuk prosedur pengambilan ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-6419923605398497956?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/6419923605398497956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=6419923605398497956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6419923605398497956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6419923605398497956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/teknik-pengambilan-darah-vena-pada.html' title='Teknik pengambilan darah vena pada pasien yang terpasang Intravena (IV)'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-5724033648969514717</id><published>2011-03-17T18:42:00.003+08:00</published><updated>2011-03-17T19:09:40.810+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia Darah'/><title type='text'>Tes toleransi glukosa oral/TTGO (oral glucose tolerance test, OGTT)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Tes toleransi glukosa oral/TTGO (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oral glucose tolerance test, OGTT&lt;/span&gt;) dilakukan pada kasus hiperglikemia yang tidak jelas; glukosa sewaktu 140-200 mg/dl, atau glukosa puasa antara 110-126 mg/dl, atau bila ada glukosuria yang tidak jelas sebabnya. Uji ini dapat diindikasikan pada penderita yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.masriswanto.com/2010/02/obesitas.html" style="color: #000099; font-weight: bold; text-decoration: none;" target="new"&gt;gemuk&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan riwayat keluarga&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.masriswanto.com/2010/03/diabetes-mellitus.html" style="color: #000099; font-weight: bold; text-decoration: none;" target="new"&gt;diabetes mellitus&lt;/a&gt;; pada penderita penyakit vaskular, atau neurologik, atau infeksi yang tidak jelas sebabnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TTGO juga dapat diindikasikan untuk diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional). Banyak di antara ibu-ibu yang sebelum hamil tidak menunjukkan gejala, tetapi menderita gangguan metabolisme glukosa pada waktu hamil. Penting untuk menyelidiki dengan teliti metabolisme glukosa pada waktu hamil yang menunjukkan glukosuria berulangkali, dan juga pada wanita hamil dengan riwayat keluarga diabetes, riwayat meninggalnya janin pada kehamilan, atau riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir &amp;gt; 4 kg. Skrining diabetes hamil sebaiknya dilakukan pada umur kehamilan antara 26-32 minggu. Pada mereka dengan risiko tinggi dianjurkan untuk dilakukan skrining lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 hari sebelum tes dilakukan penderita harus mengkonsumsi sekitar 150 gram karbohidrat setiap hari. Terapi obat yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium harus dihentikan hingga tes dilaksanakan. Beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium adalah insulin, kortikosteroid (kortison), kontrasepsi oral, estrogen, anticonvulsant, diuretik, tiazid, salisilat, asam askorbat. Selain itu penderita juga tidak boleh minum alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan karbohidrat, tidak ada aktifitas atau tirah baring dapat mengganggu toleransi glukosa. Karena itu TTGO tidak boleh dilakukan pada penderita yang sedang sakit, sedang dirawat baring atau yang tidak boleh turun dari tempat tidur, atau orang yang dengan diit yang tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol urutan pengambilan darah berbeda-beda; kebanyakan pengambilan darah setelah puasa, dan setelah 1 dan 2 jam. Ada beberapa yang mengambil darah jam ke-3, sedangkan yang lainnya lagi mengambil darah pada ½ jam dan 1½ jam setelah pemberian glukosa. Yang akan diuraikan di sini adalah pengambilan darah pada waktu ½ jam, 1 jam, 1½ jam, dan 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilakukan tes, penderita harus berpuasa selama 12 jam. Pengambilan sampel darah dilakukan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pagi hari setelah puasa, penderita diambil darah vena 3-5 ml untuk uji glukosa darah puasa. Penderita mengosongkan kandung kemihnya dan mengumpulkan sampel urinenya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Penderita diberikan minum glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam segelas air (250ml). Lebih baik jika dibumbui dengan perasa, misalnya dengan limun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada waktu ½ jam, 1 jam, 1½ jam, dan 2 jam, penderita diambil darah untuk pemeriksaan glukosa. Pada waktu 1 jam dan 2 jam penderita mengosongkan kandung kemihnya dan mengumpulkan sampel urinenya secara terpisah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama TTGO dilakukan, penderita tidak boleh minum kopi, teh, makan permen, merokok, berjalan-jalan, atau melakukan aktifitas fisik yang berat. Minum air putih yang tidak mengandung gula masih diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai Rujukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa : 70 – 110 mg/dl (3.9 – 6.1 mmol/L)&lt;br /&gt;½ jam : 110 – 170 mg/dl (6.1 – 9.4 mmol/L)&lt;br /&gt;1 jam : 120 – 170 mg/dl (6.7 – 9.4 mmol/L)&lt;br /&gt;1½ jam : 100 – 140 mg/dl (5.6 – 7.8 mmol/L)&lt;br /&gt;2 jam : 70 – 120 mg/dl (3.9 – 6.7 mmol/L)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Interpretasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Toleransi glukosa normal&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah pemberian glukosa, kadar glukosa darah meningkat dan mencapai puncaknya pada waktu 1 jam, kemudian turun ke kadar 2 jam yang besarnya di bawah 126 mg/dl (7.0 mmol/L). Tidak ada glukosuria.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambaran yang diberikan di sini adalah untuk darah vena. Jika digunakan darah kapiler, kadar puasa lebih tinggi 5.4 mg/dl (0.3 mmol/L), kadar puncak lebih tinggi 19.8 – 30.6 mg/dl (1.1 – 1.7 mmol/L), dan kadar 2 jam lebih tinggi 10.8 – 19.8 mg/dl (0.6 – 1.1 mmol/L). Untuk plasma vena kadar ini lebih tinggi sekitar 18 mg/dl (1 mmol/L).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Toleransi glukosa melemah&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada toleransi glukosa yang melemah, kurva glukosa darah terlihat meningkat dan memanjang. Pada diabetes mellitus, kadar glukosa darah di atas 126 mg/dl (7.0 mmol/L); jika tak begitu meningkat, diabetes bisa didiagnosis bila kadar antara dan kadar 2 jam di atas 180 mg/dl (10 mmol/L). Toleransi glukosa melemah ringan (tak sebanyak diabetes) jika kadar glukosa puasa dibawah 126 mg/dl (7.0 mmol/L), kadar antara di bawah 180 mg/dl (10 mmol/L), dan kadar 2 jam antara 126-180 mg/dl (7.0-10.0 mmol/L). Terdapat glukosuria, walaupun tak selalu ada dalam sampel puasa.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada diabetes gestasional, glukosa puasa normal, glukosa 1 jam 165 mg/dl (9.2 mmol/L), dan glukosa 2 jam 145 mg/dl (8.0 mmol/L).&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada banyak kasus diabetes, tidak ada puncak 1 jam karena kadar glukosa darah meningkat pada keseluruhan waktu tes. Kurva diabetik dari jenis yang sama dijumpai pada penyakit Cushing yang berat.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Toleransi glukosa yang lemah didapatkan pada obesitas (kegemukan), kehamilan lanjut (atau karena kontrasepsi hormonal), infeksi yang berat (terutama staphylococci, sindrom Cushing, sindrom Conn, akromegali, tirotoksikosis, kerusakan hepar yang luas, keracunan menahun, penyakit ginjal kronik, pada usia lanjut, dan pada diabetes mellitus yang ringan atau baru mulai.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tes toleransi glukosa yang ditambah dengan steroid dapat membantu mendeteksi diabetes yang baru mulai. Pada pagi dini sebelum TTGO dilaksanakan, penderita diberikan 100 mg kortison, maka glukosa darah pada 2 jam bisa meningkat di atas 138.8 mg/dl (7.7 mmol/L) pada orang-orang yang memiliki potensi menderita diabetes.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Penyimpanan glukosa yang lambat&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadar glukosa darah puasa normal. Terdapat peningkatan glukosa darah yang curam. Kadar puncak dijumpai pada waktu ½ jam di atas 180 mg/dl (10 mmol/L). Kemudian kadar menurun tajam dan tingkatan hipoglikemia dicapai sebelum waktu 2 jam. Terdapat kelambatan dalam memulai homeostasis normal, terutama penyimpanan glukosa sebagai glikogen. Biasanya ditemukan glukosuria transien.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurva seperti ini dijumpai pada penyakit hepar tertentu yang berat dan kadang-kadang para tirotoksikosis, tetapi lebih lazim terlihat karena absorbsi yang cepat setelah gastrektomi, gastroenterostomi, atau vagotomi. Kadang-kadang dapat dijumpai pada orang yang normal.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Toleransi glukosa meningkat&lt;blockquote style="margin-bottom: 0px; margin-left: 3em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadar glukosa puasa normal atau rendah, dan pada keseluruhan waktu tes kadarnya tidak bervariasi lebih dari ± 180 mg/dl (1.0 mmol/L). Kurva ini bisa terlihat pada penderita miksedema (yang mengurangi absorbsi karbohidrat) atau yang menderita antagonis insulin seperti pada penyakit Addison dan hipopituarisme. Tidak ada glukosuria. Kurva yang rata juga sering dijumpai pada penyakit seliak. Pada glukosuria renal, kurva toleransi glukosa bisa rata atau ormal tergantung pada kecepatan hilangnya glukosa melalui urine.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil laboratorium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Penggunaan obat-obatan tertentu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Stress (fisik, emosional), demam, infeksi, trauma, tirah baring, obesitas dapat meningkatkan kadar glukosa darah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aktifitas berlebihan dan muntah dapat menurunkan kadar glukosa darah. Obat hipoglikemik dapat menurunkan kadar glukosa darah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: square; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 1em; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 2.4em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Usia. Orang lansia memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi. Sekresi insulin menurun karena proses penuaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-5724033648969514717?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/5724033648969514717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=5724033648969514717&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5724033648969514717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5724033648969514717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/tes-toleransi-glukosa-oralttgo-oral.html' title='Tes toleransi glukosa oral/TTGO (oral glucose tolerance test, OGTT)'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-5451794767011537988</id><published>2011-03-17T08:33:00.001+08:00</published><updated>2011-03-17T18:21:13.012+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>C- Reactive Protein ( CRP )</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kata Pengantar Pada C-Reactive Protein Testing &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Peradangan (pembengkakan) dari arteri-arteri adalah faktor risiko  untuk penyakit kardiovaskular. Ia telah dihubungkan pada peningkatan  risiko &lt;a href="http://www.totalkesehatananda.com/jantung1.html" linkindex="18"&gt;penyakit jantung&lt;/a&gt;, serangan jantung,  stroke dan penyakit arteri peripheral. &lt;br /&gt;Untuk melihat apakah arteri-arteri anda meradang sebagai akibat dari  atherosclerosis, dokter-dokter dapat menguji darah anda untuk &lt;b&gt;C-reactive protein (CRP)&lt;/b&gt;.  Tubuh menghasilkan CRP sewaktu proses umum dari peradangan. Oleh  karenanya, CRP adalah "penanda" untuk peradangan, yang berarti  kehadirannya mengindikasikan keadaan peradangan yang meningkat didalam  tubuh. &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;CRP dan Risiko Penyakit Kardiovaskular &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Pada studi-studi yang melibatkan jumlah yang besar dari  pasien-pasien, tingkat-tingkat CRP tampaknya berkorelasi dengan  tingkat-tingkat dari risiko kardiovaskular. Kenyataannya, CRP tampaknya  memprediksi risiko kardiovaskular paling sedikit sebaik yang dilakukan  tingkat-tingkat kolesterol. Data dari studi kesehatan dokter-dokter,  percobaan klinik yang melibatkan 18,000 dokter-dokter yang terlihat  sehat, menemukan bahwa tingkat-tingkat dari CRP yang naik dihubungkan  dengan peningkatan risiko serangan jantung sebesar tiga kali. &lt;br /&gt;Pada studi kesehatan wanita Harvard, hasil-hasil dari tes CRP adalah  lebih akurat daripada tingkat-tingkat kolesterol dalam memprediksi  persoalan-persoalan koroneri. Dua belas penanda-penanda yang berbeda  dari peradangan dipelajari pada wanita-wanita yang sehat dan sudah  menopause. Setelah tiga tahun, CRP adalah peramal risiko yang paling  kuat. Wanita-wanita dalam kelompok dengan tingkat-tingkat CRP yang  paling tinggi adalah lebih dari empat kali lebih mungkin telah meninggal  dari penyakit koroneri, atau telah menderita serangan jantung yang  tidak fatal atau stroke. Kelompok ini juga lebih mungkin telah  memerlukan prosedur kardiak seperti angioplasty (prosedur yang membuka  arteri-arteri yang tersumbat dengan menggunakan tabung fleksibel) atau  operasi bypass daripada wanita-wanita dalam kelompok dengan  tingkat-tingkat yang paling rendah. &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mengukur CRP &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;CRP diukur dengan tes darah sederhana, yang dapat dilakukan pada saat  yang sama dimana kolesterol anda diperiksa. Satu tes sejenis ini adalah  tes C-reactive protein (HS-CRP, juga disebut ultra-sensitive CRP atau  US-CRP) yang sangat peka. &lt;br /&gt;Risiko ditentukan berdasarkan pada hasil-hasil tes anda. &lt;br /&gt;&lt;table border="1" id="table1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td&gt;CRP &lt;/td&gt;   &lt;td&gt;Risiko untuk Penyakit Kardiovaskular &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td&gt;Kurang dari 1.0 mg/L &lt;/td&gt;   &lt;td&gt;Rendah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td&gt;1.0-2.9 mg/L &lt;/td&gt;   &lt;td&gt;Menengah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td&gt;Lebih besar dari 3.0 mg/L &lt;/td&gt;   &lt;td&gt;Tinggi&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Adalah penting untuk mencatat bahwa peradangan yang disebabkan oleh  kondisi-kondisi lain, seperti infeksi, penyakit, atau keluarnya  arthritis yang serius, dapat menaikan tingkat-tingkat CRP. Sebelum  mendapatkan tes CRP, beritahukan dokter anda kondisi-kondisi medis lain  mana yang anda punya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-5451794767011537988?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/5451794767011537988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=5451794767011537988&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5451794767011537988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/5451794767011537988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2011/03/c-reactive-protein-crp.html' title='C- Reactive Protein ( CRP )'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-2575162999129404350</id><published>2010-12-04T23:01:00.008+08:00</published><updated>2011-03-17T18:38:32.393+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>MEDICAL CHECK UP,  Apa fungsinya... ??</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQg_KTCpA-Cx2_JlLtV7fA7h8EdS-HzQ6AoWJzJGEDa_it1XR5lJqHwuQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQg_KTCpA-Cx2_JlLtV7fA7h8EdS-HzQ6AoWJzJGEDa_it1XR5lJqHwuQ" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="title"&gt;&lt;span class="submitted"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="title"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="submitted"&gt;     &lt;/span&gt;             &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dengan mengetahui penyakit di tahap awal, perjalanannya bisa  dihentikan.Anda pernah melakukan medical check up"? Di Jepang, skrining  kesehatan ini dilakukan tanpa mengenal usia. Bayi dan anak-anak pun  disertakan dalam program ini.Mereka sadar betul sejuta manfaat medical  check up. Sebaliknya, di Indonesia, aktivitas ini belum membudaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="node"&gt;&lt;div class="content"&gt;Kebanyakan melakukannya atas permintaan perusahaan tempat mereka  bekerja, Apa yang membuat masyarakat enggan ke rumah sakit untuk medical check  up? sebagian besar takut jika nantinya  mendapatkan kabar buruk tentang kesehatannya. "Sebagian lain merasa  sehat sehingga tak perlu memeriksakan kesehatannya."&lt;br /&gt;Medical check up mencakup serangkaian pemeriksaan kesehatan yang  dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya berbagai penyakit di dalam tubuh  sejak dini. Logikanya, jika diketahui di tahap awal, perjalanan  penyakit bisa dihentikan atau paling tidak dilambatkan lajunya.  "Otomatis itu akan membuat peluang sembuh lebih besar dan memangkas  biaya kesehatan," &lt;br /&gt;Tentang tren medical check up ke luar negeri, peralatan di rumah sakit di Indonesia dapat disandingkan dengan  negara-negara tetangga. Persoalannya, faktor prestise. "Terkadang, orang  melakukannya sambil mengajak keluarga berwisata."&lt;br /&gt;Uji darah lengkap&lt;br /&gt;Pemeriksaan kesehatan mencakup uji laboratorium dan nonlaboratori-um. Di  lab, darah, urine, dan feses akan diteliti. "Lainnya dilakukan denga  foto rontgen, USG, treadmill, dan EKG," .Apa yang dapat  kita ketahui dari uji darah lengkap? Pemeriksaan yang satu . ini penting  dijalani untuk menyibak keberadaan beragam penyakit. "Seperti diabetes,  penyakit hepatitis, dan anemia," &lt;br /&gt;Anda yang sering tiba-tiba merasa pandangannya menggelap, hampir  pingsan, dapat melihat kadar hemoglobin dengan tes darah. Kasus ini  cukup banyak dialami peserta medical check up. "Banyak yang mengira yang  dialaminya tekanan darah rendah,"&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kekeliruan pemahaman seperti itu juga dapat dikoreksi saat  berkonsultasi dengan dokter ketika medical check up. Jika ditemukan  masalah serius, dokter dapat langsung merujuk pasien ke dokter  spesialis. "Itulah tujuan utama medical check up, agar kita bisa  melakukan pencegahan sekaligus deteksi dini,"&lt;br /&gt;Kebanyakan pasien di usia 30 sampai 40 tahunan bermasalah dengan  kolesterol dan asam urat. Kondisi ini tercipta menyusul pola makan yang  tidak seimbang.Usai menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan, pasien  dapat konsultasi dengan ahli gizi. Ahli gizi akan menuntun pasien  menyusun dietnya. "Di sinilah mereka akan mendapat edukasi untuk  meluruskan pemahaman yang keliru," . &lt;br /&gt;Mata&lt;br /&gt;Saat melakukan medical check up, pasien juga akan mengikuti pemeriksaan  mata. Kelainan refraksi, seperti minus, plus, atau silindris dapat  diketahui segera. "Selain itu, tekanan bola mata juga diukur," .&lt;br /&gt;USG&lt;br /&gt;Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) berguna untuk meneropong isi  perut. USG akan memperlihatkan kondisi hati, ginjal, empedu, rahim, dan  prostat. "Dengan USG akan terlihat apakah ada kista di rahim, pembesaran  prostat, batu di ginjal dan empedu, serta selubung lemak di hati,".&lt;br /&gt;Rontgen&lt;br /&gt;Selain rekam jantung, rontgen dada atau thorax photo termasuk  pemeriksaan mendasar yang ada di setiap paket medical check up. Para  perokok baiknya mencermati betul gambaran foto dadanya. "Paru-paru  mereka biasanya tampak corakan kasar," .&lt;br /&gt;Kondisi paru seperti itu mungkin belum mendatangkan masalah di usia  muda. Namun, suatu saat, ketika daya tahan tubuh menurun, paru perokok  akan terganggu fungsinya. "Kami pun mengedukasi pasien tentang dampak  kesehatan yang mendatang mungkin dirasakannya akibat pola hidupnya  sekarang,".&lt;br /&gt;Skrining TB&lt;br /&gt;Sampai sekarang, di Indonesia, Tuberkulosis (TB) masih menjadi penyebab  kematian utama dan angka kesakitan dengan urutan teratas setelah infeksi  saluran napas. Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium  tuberculosis ini tercatat merenggut 175 ribu nyawa per tahun (Depkes,  2009). Sementara itu, secara global, Indonesia bertengger di posisi  ketiga jumlah penderita TB terbanyak, setelah India dan Cina.&lt;br /&gt;Kendati termasuk ancaman besar, tak banyak orang yang betul-betul  melihat secara utuh gambaran penyakit TB. &lt;br /&gt;Dampak keberadaan bakteri TB dapat diketahui salah satunya dengan  memantau rontgen dada (thorax). Jika gambarannya mengarah ke ciri TB,  pasien akan dirujuk ke dokter spesialis paru. "Selain untuk pemeriksaan  lanjutan dan pemberian obat, mereka juga diberikan penyuluhan agar tidak  menularkan ke orang lain,".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-2575162999129404350?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/2575162999129404350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=2575162999129404350&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2575162999129404350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/2575162999129404350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/12/medical-check-up-apa-fungsinya.html' title='MEDICAL CHECK UP,  Apa fungsinya... ??'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-7898395867903489742</id><published>2010-08-01T21:01:00.000+08:00</published><updated>2010-08-01T21:01:55.077+08:00</updated><title type='text'>Foto Keluarga Besar Analis Kesehatan Dinas Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TFVufwYFd2I/AAAAAAAAAVo/_tvAyxfpYwE/s1600/IMG_0355+revisi.jpg" imageanchor="1" linkindex="5" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TFVufwYFd2I/AAAAAAAAAVo/_tvAyxfpYwE/s320/IMG_0355+revisi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-7898395867903489742?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/7898395867903489742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=7898395867903489742&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7898395867903489742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7898395867903489742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/08/foto-keluarga-besar-analis-kesehatan.html' title='Foto Keluarga Besar Analis Kesehatan Dinas Kesehatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TFVufwYFd2I/AAAAAAAAAVo/_tvAyxfpYwE/s72-c/IMG_0355+revisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1368789045863328501</id><published>2010-07-26T18:37:00.000+08:00</published><updated>2010-07-26T18:37:43.151+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>Organisasi Profesi Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1lOv5wfmI/AAAAAAAAAVc/ML5XZ3yezvc/s1600/organisasi+profesi.jpg" imageanchor="1" linkindex="577" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1lOv5wfmI/AAAAAAAAAVc/ML5XZ3yezvc/s400/organisasi+profesi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-1368789045863328501?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/1368789045863328501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=1368789045863328501&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1368789045863328501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1368789045863328501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/07/organisasi-profesi-kesehatan.html' title='Organisasi Profesi Kesehatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1lOv5wfmI/AAAAAAAAAVc/ML5XZ3yezvc/s72-c/organisasi+profesi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-6221988480629917585</id><published>2010-07-26T17:15:00.001+08:00</published><updated>2010-07-26T17:16:06.554+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RADIOLOGI'/><title type='text'>Fakta tentang Radiologi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1QmVu21sI/AAAAAAAAAT4/xXlsb6-bHcQ/s1600/ra1.jpg" imageanchor="1" linkindex="19" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1QmVu21sI/AAAAAAAAAT4/xXlsb6-bHcQ/s320/ra1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1RxGf8M2I/AAAAAAAAAUM/8B8TkpMDO10/s1600/ra3.jpg" imageanchor="1" linkindex="20" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1RxGf8M2I/AAAAAAAAAUM/8B8TkpMDO10/s320/ra3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1QqZzvurI/AAAAAAAAAUA/j8ZfJVcVAPY/s1600/ra2.jpg" imageanchor="1" linkindex="21" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1QqZzvurI/AAAAAAAAAUA/j8ZfJVcVAPY/s320/ra2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelayanan radiologi  pada dasarnya adanya pelayanan konsultatif dalam suatu rumah sakit.  Pekerjaan yang dilakukan seorang dokter spesialis radiologi adalah  dengan melihat gambar, mirip seperti yang dilakukan seorang dokter  spesialis patologi. Bedanya, analisis gambar radiologis ini seringkali  merupakan langkah awal penanganan pasien, dan sering dianggap “abstrak”  oleh dokter lain. Hal ini mengandung konsekuensi bahwa seorang dokter  spesialis radiologi haruslah cukup pandai, berwawasan luas, dan  mempunyai naluri detektif yang tinggi dalam mendeteksi  kelainan/penyakit. Adanya data mengenai keadaan klinis pasien akan  membantu seorang spesialis radiologi dalam memverifikasi diagnosis  radiologisnya atau dalam menyingkirkan diagnosis banding, dan tidak  tersedianya informasi klinis yang adekuat membuat pekerjaan radiologi  menjadi rentan terhadap kesalahan diagnosis. Oleh sebab itu komunikasi  dengan sejawat dari bidang spesialistik lain merupakan hal yang  esensial. Manajemen alur pemeriksaan, administrasi pelaporan dan  distribusi gambar radiologis juga memegang peran penting dalam upaya  diagnostik dan intervensi yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sejumlah  alasan mengapa seorang dokter spesialis radiologi patut dikasihani :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Seorang dokter yang mempresentasikan setumpuk gambar radiologis  dihadapan sejumlah dokter bedah trauma yang keras kepala, yang akan  menghujani 1001 pertanyaan sebelum melakukan operasi di kamar bedah.  Dapat dibayangkan tekanan psikologis yang dialami dalam profesi  radiologi ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang dokter yang setiap harinya menyatakan pasien memiliki  kondisi jantung-paru yang sehat hanya berdasarkan selembar film saja,  bahkan dengan nekatnya menuliskannya dalam laporan yang dapat dibaca dan  dipertanyakan oleh sejawat yang lain untuk sekarang dan selama-lamanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang dokter yang (berdasarkan data klinis yang sangat minimal)  mempresentasikan setumpuk gambar radiologis pada suatu konferensi ilmiah  inter departemen, disertai sederet diagnosis banding yang bervariasi  untuk setiap pasien. Pada saat yang sama muncul dokter klinisi lain yang  memberikan data tambahan yang tidak diinformasikan sebelumnya. Data  tambahan tersebut membuat sejumlah diagnosis banding sang spesialis  radiologi tersebut menjadi terlihat konyol.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Seorang dokter yang harus memikirkan  ulang semua prosedur radiologi diagnostik dan intervensional setiap 6  bulan, akibat tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi radiologi yang  sangat cepat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Disadur  dari :&lt;br /&gt;Getting Started in Clinical Radiology : From Image to  Diagnosis (George W. Eastman, Christoph Wald, Jane Crossin). Thieme  Publisher. Stuttgart, 2006.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-6221988480629917585?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/6221988480629917585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=6221988480629917585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6221988480629917585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/6221988480629917585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/07/fakta-tentang-radiologi.html' title='Fakta tentang Radiologi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1QmVu21sI/AAAAAAAAAT4/xXlsb6-bHcQ/s72-c/ra1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-630148109297450206</id><published>2010-07-26T16:49:00.003+08:00</published><updated>2010-07-26T17:33:58.445+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RADIOLOGI'/><title type='text'>Asal-Usul Penemuan Sinar X</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WGzWZ5_I/AAAAAAAAAUY/Qs34CIbnxGk/s1600/FRD1.jpg" imageanchor="1" linkindex="307" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WGzWZ5_I/AAAAAAAAAUY/Qs34CIbnxGk/s320/FRD1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WY6DbJxI/AAAAAAAAAUo/bG6PTvoX-cU/s1600/FRD3.jpg" imageanchor="1" linkindex="308" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WY6DbJxI/AAAAAAAAAUo/bG6PTvoX-cU/s320/FRD3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WQFOA43I/AAAAAAAAAUg/awQMtihnH9g/s1600/FRD2.jpg" imageanchor="1" linkindex="309" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WQFOA43I/AAAAAAAAAUg/awQMtihnH9g/s320/FRD2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilhelm Conrad Roentgen seorang ahli fisika di Universitas Wurzburg,  Jerman, pertama kali menemukan sinar Roentgen pada tahun 1895 sewaktu  melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Saat itu dia melihat timbulnya  sinar fluoresensi yang berasal dari krostal barium platinosianida dalam  tabung Crookes-Hittorf yang dialiri listrik. Ia segera menyadari bahwa  fenomena ini merupakan suatu penemuan baru sehingga dengan gigih ia  terus menerus melanjutkan penyelidikannya dalam minggu-minggu  berikutnya. Tidak lama kemudian ditemukanlah sinar yang disebutnya sinar  baru atau sinar X. Baru di kemudian hari orang menamakan sinar tersebut  sinar Roentgen sebagai penghormatan kepada Wilhelm Conrad Roentgen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan  Roentgen ini merupakan suatu revolusi dalam dunia kedokteran karena  ternyata dengan hasil penemuan itu dapat diperiksa bagian-bagian tubuh  manusia yang sebelumnya tidak pernah dapat dicapai dengan cara-cara  konvensional. Salah satu visualisasi hasil penemuan Roentgen adalah foto  jari-jari tangan istrinya yang dibuat dengan mempergunakan kertas  potret yang diletakkan di bawah tangan istrinya dan disinari dengan  sinar baru itu.  Roentgen dalam penyelidikan selanjutnya segera menemukan hampir semua  sifat sinar Roentgen, yaitu sifat-sifat fisika dan kimianya. Namun ada  satu sifat yang tidak sampai diketahuinya, yaitu sifat biologik yang  dapat merusak sel-sel hidup. Sifat yang ditemukan Roentgen antara lain  bahwa sinar ini bergerak dalam garis lurus, tidak dipengaruhi oleh  lapangan magnetic dan mempunyai daya tembus yang semakin kuat apabila  tegangan listrik yang digunakan semakin tinggi, sedangkan di antara  sifat-sifat lainnya adalah bahwa sinar ini menghitamkan kertas potret.  Selain foto tangan istrinya, terdapat juga foto-foto pertama yang  berhasil dibuat oleh Roentgen ialah benda-benda logam di dalam kotak  kayu, diantaranya sebuah pistol dan kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah  Roentgen menemukan sinar-X, maka Henri Becquerel, di Perancis, pda tahun  1895 menemukan unsur uranium yang mempunyai sifat hampir sama.  Penemuannya diumumkan dalam kongres Akademi Ilmu Pengetahuan Paris pada  tahun itu juga. Tidak lama kemudian, Marie dan Piere Curie menemukan  unsur thorium pada awal tahun 1896, sedangkan pada akhir tahun yang sama  pasangan suami istri tersebut menemukan unsur ketiga yang dinamakan  polonium sebagai penghormatan kepada negara asal mereka, Polandia. Tidak  lama sesudah itu mereka menemukan unsur radium yang memancarkan radiasi  kira-kira 2 juta kali lebih banyak dari uranium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Roentgen  yang pada tahun-tahun setelah penemuannya mengumumkan segala yang  diketahuinya tentang sinar X tanpa mencari keuntungan sedikitpun, maupun  Marie dan Piere Curie yang juga melakukan hal yang sama, menerima  hadiah Nobel. Roentgen menerima pada tahun 1901, sedangkan Marie dan  Piere Curie pada tahun 1904. Pada tahun 1911, Marie sekali lagi menerima  hadiah Nobel untuk penelitiannya di bidang kimia. Hal ini merupakan  kejadian satu-satunya di mana seseorang mendapat hadiah Nobel dua kali.  Setelah itu, anak Marie dan Piere Curie yang bernama Irene Curie juga  mendapat hadiah Nobel dibidang penelitian kimia bersama dengan suaminya,  Joliot pada tahun 1931.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya sering terjadi pada  penemuan-penemuan baru, tidak semua orang menyambutnya dengan tanggapan  yang baik. Ada saja yang tidak senang, malahan menunjukkan reaksi  negative secara berlebihan. Suatu surat kabar malamdi London bahkan  mengatakan bahwa sinar baru itu yang memungkinkan orang dapat melihat  tulang-tulang orang lain seakan-akan ditelanjangi sebagai suatu hal yang  tidak sopan. Oleh karena itu, Koran tersebut menyerukan kepada semua  Negara yyang beradab agar membakar semua karya Roentgen dan menghukum  mati penemunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perusahaan lain di London mengiklankan  penjualan celana dan rok yang tahan sinar-X, sedangkan di New Jersey,  Amerika Serikat, diadakan suatu ketentuan hokum yang melarang pemakaian  sinar-X pada kacamata opera. Untunglah suara-suara negatif ini segera  hanyut dalam limpahan pujian pada penemu sinar ini, yang kemudian  ternyata benar-benar merupakan suatu revolusi dalam ilmu kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  dikatakan di atas, Roentgen menemukan hampir semua sifat fisika dan  kimia sinar yang diketahuinya, namun yang belum diketahui adalah sifat  biologiknya. Sidat ini baru diketahui beberapa tahun kemudian sewaktu  terlihat bahwa kulit bias menjadi berwarna akibat penyinaran Roentgen.  Mulai saat itu, banyak sarjana yang menaruh harapan bahwa sinar ini juga  dapat digunakan untuk pengobatan. Namun pada waktu itu belum sampai  terpikirkan bahwa sinar ini dapat membahayakan dan merusak sel hidup  manusia. Tetapi lama kelamaan yaitu dalam dasawarsa pertama dan kedua  abad ke-20, ternyata banyak pionir pemakai sinar Roentgen yang menjadi  korban sinar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan biologik yang diakibatkan oleh  Roentgen adalah berupa kerusakan pada sel-sel hidup yang dalam tingkat  dirinya hanya sekedar perubahan warna sampai penghitam kulit, bahkan  sampai merontokkan rambut. Dosis sinar yang lebih tinggi lagi dapat  mengakibatkan lecet kulit sampai nekrosis, bahkan bila penyinaran masih  saja dilanjutkan nekrosis itu dapat menjelma menjadi tumor kulit ganas  atau kanker kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dasawarsa pertama dan kedua abad ini,  barulah diketahui bahwa puluhan ahli radiologi menjadi korban sinar  Roentgen ini. Nama-nama korban itu tercantum dalam buku yang diterbitkan  pada waktu kongres Internasional Radiologi tahun 1959 di Munich: Das  Ehrenbuch der Roentgenologen und Radiologen aller Nationen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  seorang korban diantara korban sinar Roentgen ini ialah dr.Max Hermann  Knoch, seorang Belanda kelahiran Paramaribo yang bekerja sebagai ahli  radiologi di Indonesia. Beliau adalah dokter tentara di Jakarta yang  pertama kali menggunakan alat Roentgen maka ia bekerja tanpa menggunakan  proteksi terhadap radiasi, seperti yang baru diadakan pada tahun lima  puluhan. Misalnya pada waktu ia membuat foto seorang penderita patah  tulang, anggota tubuh dan tangannya pun ikut terkena sinar, sehingga  pada tahun 1904, dr.Knoch telah menderita kelainan-kelainan yang cukup  berat, seperti luka yang tak kunjung sembuh pada kedua belah tangannya.  Pada tahun 1905 beliau dikirim kembali ke Eropa untuk mengobati  penyakitnya ini, namun pada tahun 1908 kembali lagi ke Indonesia dan  bekerja sebagai ahli radiologi di RS.Tentara, Surabaya, sampai tahun  1917. Pada tahun 1924 ia dipindahkan ke Jakarta, dan bekerja di rumah  sakit Fakultas Kedokteran sampai akhir hayatnya. Akhirnya hamper seluruh  lengan kiri dan kanannya menjadi rusak oleh penyakit yang tak sembuh  yaitu nekrosis, bahkan belakangan ternyata menjelma menjadi kanker  kulit. Beliau sampai di amputasi salah satu lengannya, tetapi itupun  tidak berhasil menyelamatkan jiwanya. Pada tahun 1928, dr.Knoch  meninggal dunia setelah menderita metastasis luas di paru-parunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  diketahui bahwa sinar Roentgen dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan  yang dapat berlanjut sampai berupa kanker kulit bahka leukemia, maka  mulailah diambil tindakan-tindakan untuk mencegah kerusakan tersebut.  Pada kongres Internasional Radiologi di Kopenhagen tahun 1953 dibentuk  The International Committee on Radiation Protection, yang menetapkan  peraturan-peraturan lengkap untuk proteksi radiasi sehingga diharapkan  selama seseorang mengindahkan semua petunjuk tersebut, maka tidak perlu  khawatir akan bahaya sinar Roentgen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara petunjuk-petunjuk  proteksi terhadap radiasi sinar Roentgen tersebut adalah: menjauhkan  diri dari sumber sinar, menggunakan alat-alat proteksi bila harus  berdekatan dengan sinar seperti sarung tangan, rok, jas, kursi  fluoroskopi, berlapis timah hitam (Pb) dan mengadakan pengecekan berkala  dengan memakai film-badge dan pemeriksaan darah, khususnya jumlah sel  darah putih (leukosit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia penggunaan sinar Roentgen  cukup lama. Menurut laporan, alat Roentgen sudah digunakan sejak tahun  1898 oleh tentara kolonial Belanda dalam perang di Aceh dan Lombok.  Selanjutnya pada awal abad ke-20 ini, sinar Roentgen terutama digunakan  di Rumah sakit Militer dan rumah sakit pendidikan dokter di Jakarta dan  Surabaya. Ahli radiologi Belanda yang bekerja pada Fakultas Kedokteran  di Jakarta pada tahun-tahun sebelum perang dunia ke II adalah Prof.B.J.  Van der Plaats yang jugatelah memulai melakukan radioterapi disamping  radiodiagnostik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia yang telah menggunakan sinar  Roentgen pada awal abad ini adalah R.M. Notokworo yang lulus dokter di  Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 1912. Beliau mula-mula bekerja  di Semarang, lalu pada permulaan masa pendudukan Jepang dipindahkan ke  Surabaya. Pada tahun 1944 ia meninggal secara misterius, dibunuh oleh  tentara Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama dengan penemuan sinar  Roentgen, lahirlah seorang bayi di pulau Rote, NTT, yang bernama  Wilhelmus Zacharias Johannes, yang dikemudian hari berkecimpung di  bidang radiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun dua puluhan waktu berkedudukan  di kota Palembang, dr. Johannes jatuh sakit cukup berat sehingga  dianggap perlu dirawat untuk waktu yang cukup lama di rumah sakit CBZ  Jakarta. Penyakit yang diderita ialah nyeri pada lutut kanan yang  akhirnya menjadi kaku (ankilosis). Selama berobat di CBZ Jakarta, beliau  sering diperiksa dengan sinar Roentgen dan inilah saat permulaan beliau  tertarik dengan radiologi. Johannes mendapat brevet ahli radiologi dari  Prof. Van der Plaats pada tahun 1939. Beliau dikukuhkan sebagai guru  besar pertama dalam bidang radiologi Fakultas Kedokteran UI pada tahun  1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1952 Johannes diberi tugas untuk mempelajari  perkembangan-perkembangan ilmu radiologi selama beberapa bulan di Eropa.  Beliau berangkat dengan kapal Oranje dari Tanjung Priok. Pada saat  keberangkatan, beberapa anggota staf bagian radiologi, yaitu dr.  Sjahriar Rasad, Ny. Sri Handoyo dan Aris Hutahuruk alm. turut mengantar  beliau. Prof. Johannes meninggal dunia dalam melakukan tugasnya di Eropa  pada bulan September 1952. selain menunjukkan gejala serangan jantung,  beliau juga menderita Herpes Zoster pada matanya, suatu penyakit yang  sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha untuk menempatkan nama beliau  sebagai tokoh radiologi kaliber dunia, maka pada kongres radiologi  internasional tahun 1959 di Munich, delegasi Indonesia di bawah pimpinan  Prof.Sjahriar Rasad berhasil menempatkan foto beliau di antara Martyrs  of Radiology yang ditempatkan di suatu ruangan khusus kongres tersebut.  Tahun 1968 beliau dianugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan oleh  Pemerintah, walaupun telah wafat. Dan pada tahun 1978 jenazah almarhum  dipindahkan ke Taman Pahlawan Kalibata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum tidak saja  dianggap sebagai Bapak Radiologi bagi para ahli radiologi, melainkan  juga oleh semua orang yang berkecimpung dalam radiologi termasuk  radiographer. Beliau juga adalah Bapak Radiologi dalam bidang pendidikan  dan keorganisasian. Beliaulah yang mengambil prakarsa untuk mendirikan  Sekolah Asisten Roentgen pada tahun 1952, dan beliaulah yang mulai  mendirikan organisasi yang mendahului Ikatan Ahli Radiologi Indonesia  (IKARI) yaitu seksi radiologi IDI pada tahun 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun  1952 segelintir ahli radiologi yang bekerja di RSUP yaitu G.A.Siwabessy,  Sjahriar Rasad, dan Liem Tok Djien, mendirikan Sekolah Asisten Roentgen  karena dirasakan sangat perlunya tenaga asisten Roentgen yang  berpendidikan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970 Sekolah Asisten Roentgen yang  dahulunya menerima murid lulusan SMP ditingkatkan menjadi Akademi  Penata Roentgen (APRO) yang menerima siswa lulusan SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  semakin banyaknya jumlah asisten Roentgen yang berpengalaman, bahkan  beberapa diantaranya mendapat pendidikan tambahan di luar negeri, maka  pelajaran-pelajaran di APRO sebagian besar sudah dapat diberikan oleh  para asisten Roentgen dan hanya Direktur sajalah yang berpangkat ahli  radiologi karena merupakan syarat bagi suatu akademi. Para ahli  radiologi sangat berkepentingan dalam perkembangan dan peningkatan mutu  para asisten Roentgen, yang sekarang nama resminya menjadi penata  Roentgen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-630148109297450206?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/630148109297450206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=630148109297450206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/630148109297450206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/630148109297450206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/07/asal-usul-radiologi.html' title='Asal-Usul Penemuan Sinar X'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TE1WGzWZ5_I/AAAAAAAAAUY/Qs34CIbnxGk/s72-c/FRD1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1197773176896028376</id><published>2010-07-19T23:31:00.000+08:00</published><updated>2010-07-19T23:31:48.122+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOP'/><title type='text'>SOP CUCI TANGAN</title><content type='html'>Mencuci tangan dengan air dan sabun akan banyak  mengurangi jumlah mikroorganisma dari kulit dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mencuci  Tangan sebaiknya dilakukan, sebelum:&lt;br /&gt;Memeriksa pasien&lt;br /&gt;Memakai  sarung tangan&lt;br /&gt;atau sesudah:&lt;br /&gt;Terjadi kontaminasi pada tangan  seperti&lt;br /&gt;Memegang instrumen dan item lain yang kotor&lt;br /&gt;Menyentuh  selaput lendir, darah atau cairan tubuh lain (sekresi dan ekskresi)&lt;br /&gt;Terjadi  kontak lama dan intensif dengan pasien&lt;br /&gt;Setelah melepas sarung tangan  &lt;br /&gt;Pada daerah triase / penapisan di fasilitas pelayanan, perlu  disediakan paling tidak:&lt;br /&gt;Sabun (batang atau cair, yang antiseptik  atau bukan)&lt;br /&gt;Wadah sabun yang berlubang supaya air bisa terbuang  keluar&lt;br /&gt;Air mengalir (pipa, atau ember dengan keran) dan wastafel&lt;br /&gt;Handuk/lap  sekali pakai (kertas, atau kain yang dicuci setelah sekali pakai)&lt;br /&gt;Langkah-langkah  cuci tangan rutin adalah:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;LANGKAH 1:&lt;/b&gt;  Basahi tangan seluruhnya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LANGKAH 2:&lt;/b&gt; Pakai sabun (sabun  biasapun cukup memadai)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LANGKAH 3:&lt;/b&gt; Gosok benar-benar semua  bagian tangan dan jari selama 10-15 detik, terutama untuk membersihkan  bagian-bagian bawah kuku, antara jari, dan punggung tangan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LANGKAH  4:&lt;/b&gt;   Bilas tangan dengan air bersih mengalir.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LANGKAH 5:&lt;/b&gt;Keringkan  tangan dengan handuk (lap) kertas dan gunakan handuk untuk menutup  keran. Bila handuk tidak tersedia, keringkan dengan udara/dianginkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Panduan  tambahan untuk cuci tangan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kulit  lecet atau perlu sering-sering cuci tangan karena banyak kasus, bisa  dipakai sabun lunak (tanpa antiseptik) untuk mengangkat kotoran. Krim  dan lotion pelembab bisa dipakai untuk menghindari iritasi kulit.&lt;br /&gt;Bila  diperlukan antimikroba (a.l. kontak dengan pasien suspek SARS), dan  bila tangan tampak tidak kotor, maka sebagai altrernatif bisa dipakai  antiseptik gel setelah kontak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MEMBUAT LARUTAN GEL  ALKOHOL UNTUK ANTISEPTIK TANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk 100 ml gel tangan&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;100 ml Alkohol Isopropil atau etil 60-90%&lt;br /&gt;2  ml Gliserin, propylene glycol atau sorbitol &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memakai antiseptik  tangan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tuangkan gel secukupnya untuk membasahi seluruh permukaan  tangan dan jari.&lt;br /&gt;Gosok benar-benar pada tangan, diantara jari, dan  bawah kuku sampai kering&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-1197773176896028376?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&amp;pg=169' title='SOP CUCI TANGAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/1197773176896028376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=1197773176896028376&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1197773176896028376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1197773176896028376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/07/sop-cuci-tangan.html' title='SOP CUCI TANGAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-8246680200610846497</id><published>2010-06-21T23:30:00.001+08:00</published><updated>2010-06-21T23:32:57.448+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>Cara pengambilan darah ( pada anak-anak )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-F82Fqw1I/AAAAAAAAAOQ/uxgmhSwkdyI/s1600/pleboto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-F82Fqw1I/AAAAAAAAAOQ/uxgmhSwkdyI/s200/pleboto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485250151518487378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(milis-nakita] Tonang D Ardyanto&lt;br /&gt;Sering muncul pertanyaan: kok ambil darahnya lain-lain, ada yang di jari, ada yang di lengan, kan sakit buat anak-anak.&lt;br /&gt;Begini ceritanya.&lt;br /&gt;Penentuan posisi pengambilan sampel darah, terutama ditentukan oleh jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Pertimbangan untuk sesedikit mungkin menimbulkan trauma tentu tetap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan melalui ujung jari, disebut "darah kapiler". Sedangkan pengambilan di siku-dalam disebut "darah vena". Selain siku-dalam, bisa juga di tempat lain, hanya siku-dalam lebih disukai karena lebih menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah kapiler bisa dipakai untuk tujuan pemeriksaan hematologi (darah) rutin : penyaring dasar anemia (Hb, sel darah merah, hematokrit), penghitungan sel darah, golongan darah. Memang ada kekurangan, tapi dianggap bisa diabaikan untuk hematologi rutin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan tes gula darah yang hanya pakai tetesan itu? Ini bagian dari konsep PoCT (Point of Care Test). Pengukuran kadar gula darah dengan darah vena itu disebut wet-chemistry sedang yang kita lihat portable itu "dry-chemistry".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa boleh dipakai? Dipakai boleh, dijadingan pegangan jangan. Artinya, pemakaian di rumah secara berkala silakan, tetapi cross-check tetap harus ke laboratorium. Faktor "kondisi darah" maupun teknik pemeriksaan dengan dry-chemistry sangat mempengaruhi hasil. Karena itu, secara berkala 1 minggu sekali periksa di rumah silakan, tetapi pemeriksaan rutin tetap ke&lt;br /&gt;laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk keperluan pemeriksaan yang lebih lengkap, perlu darah vena :&lt;br /&gt;penyaringan anemia spesifik (misalnya menyaring anemia defisiensi zat besi), untuk gambaran darah tepi (blood-smear), maupun untuk keperluan pemeriksaan kimiawi darah (kadar bilirubin, kadar gula, kadar lemak, kadar protein, elektrolit darah, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal cara pengambilan sampel, kalau dilihat dari sisi pemeriksaan saja, tentu darah vena lebih baik. Tetapi dari sisi kenyamanan, tentu kalau masih bisa dengan darah kapiler, akan lebih nyaman bagi pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengambilan darah ini disebut phlebotomy (sebenarnya lebih luas daripada sekedar pengambilan sampel darah atau pengambilan darah di PMI, ini sederhananya saja). Ada perangkat persyaratan dan pelatihan standar untuk menjalankan tugas sebagai phlebotomist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana terjadi di kalangan profesi perawat, dulunya para petugas pengambil sampel darah ini juga hanya berdasarkan pengalaman lapangan bertahun-tahun. Tetapi sekarang sudah ada standarissasi dan masuk dalam parameter baku-mutu laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegangan nomor 1 seorang phlebotomis adalah : YAKIN. Menentukan lokasi pengambilan, lokasi pembuluh darah, ciri-ciri pasien seperti apa yang kemungkinan ada hambatan, yang ada risiko pembekuannya lambat, ada ilmunya. Begitu seorang phlebotomis tidak yakin, maka dia harus langsung mundur dan digantikan yang lain. Begitu juga, kalau 2 kali mencoba gagal, akan&lt;br /&gt;digantikan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ciri yang lebih mungkin ada hambatan pengambilan :&lt;br /&gt;1. Anak gemuk,sehingga tidak mudah menentukan lokasi pembuluh darah&lt;br /&gt;2. Anak dengan pembuluh darah kecil, biasanya anak perempuan lebih kecil&lt;br /&gt;ukurannya, sehingga lebih sulit diambil.&lt;br /&gt;3. Anak dengan pola posisi pembuluh darah yang berbeda. Meski ada pola umum,&lt;br /&gt;ada pula yang polanya berbeda, sehingga phlebotomis harus mencari lebih&lt;br /&gt;lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap dipahami, tidak pula rasional kalau kita lantas mudah memarahi mereka.&lt;br /&gt;Membuat phlebotomis gelisah karena kita marah, hanya akan memperbesar risiko kegagalan mereka menjalankan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih rasional :&lt;br /&gt;1. Pastikan petugas phlebotomis sudah tahu persis dan mengecek identitas anak kita. Jangan sampai terjadi salah identitas. Pengalaman akhir-akhir ini makin banyak kesamaan nama yang "indah-indah". Juga - maaf bukan bermaksud SARA - yang menggunakan nama Tionghoa/Suku tertentu, perlu sekali dipastikan karena tidak semua petugas memahami konsep "family-name" sehingga bisa&lt;br /&gt;terjadi keliru. Lebih baik kita ikut susah-payah sedikit memastikan hal ini, karena bisa terjadi kesalahan yang murni tanpa kesengajaan petugas, selain karena benar-benar tidak tahu.&lt;br /&gt;2. Kalau anak kita pernah diambil sampel darahnya, sampaikan pengalaman itu.&lt;br /&gt;Apakah saat itu ada hambatan, di lengan yang mana, kapan terakhir diambil, bagaimana reaksi setelah diambil. Ini sangat berguna bagi phlebotomis.&lt;br /&gt;3. Tanyakan "berapa banyak yang akan diambil, cukup sekali dengan satu alat, atau harus dua kali?" (untuk pemeriksaan tertentu, memang harus ada beda perlakuan sampel darah, sehingga bisa saja diambil secara terpisah).&lt;br /&gt;4. Setelah itu tanyakan "menurut Anda anak saya ini akan sulit atau tidak diambil sampel darahnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur pengecekan identitas, pertanyaan rentang riwayat pengambilan sampel sebelumnya, penjelasan tentang berapa volume darah dan teknik yang akan diambil, sudah menjadi prosedur baku untuk dijelaskan. Dengan kita aktif bertanya dan menjelaskan, akan makin kecil risiko adanya data yang terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dari pasien juga akan memberi kesempatan kepada dua pihak untuk saling mengukur keyakinan diri. Kalau nanti si petugas menyatakan sulit, baru kita teruskan "Anda yakin mengambil sampel darah anak saya?". Dengan tahapan seperti ini, si petugas tidak akan mengedepankan emosi - yang tentu saja sebenarnya tidak diperbolehkan apapun alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kalau memang si petugas yakin, beri dia dukungan agar makin yakin. Kalau berhasil dengan mulus, sampaikan terima kasih. Kalaupun kemudian memang gagal, sampaikan "apa tidak sebaiknya Anda minta diganti yang lain agar lebih yakin?". Dengan langkah-langkah seperti ini, bisa terhindarkan kekakuan hubungan yang tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, alat pengambilan sampel darah sudah makin maju, tidak lagi menggunakan tabung suntik seperti dulu. Ada tabung khusus yang bersifat "vacuum" (bertekanan negatif) sehingga rasa sakit lebih ringan sekaligus memperkecil risiko darah-beku saat baru saja diambil. Tetapi, ada saatnya pula pengambilan tetap menggunakan jarum biasa, karena keperluan pemeriksaan&lt;br /&gt;tertentu (karena ada beda perlakuan terhadap sampel darah, tidak sama dengan sampel darah untuk pemeriksaan darah secara umum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan sampel darah relatif lebih sulit pada bayi, yang makin muda. Perlu teknik tinggi dan pengalaman lapangan lama. Tempatnya sering harus mencari-cari yang paling memungkinkan. Paling disukai tetap di siku-dalam, tetapi bisa juga di kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anak kita dirawat di RS, ada lagi prosedur pengambilan darah yang memang secara teknis lebih sulit, yaitu untuk pemeriksaan Blood-Gas Analysis (BGA : analisa gas darah). Yang diperlukan adalah "darah arteri" bukan darah vena. Biasanya diambil dari arteri femoralis (di bagian pangkal paha). Warna darahnya(lebih cerah) beda dengan darah vena (lebih gelap). Setelah diambil sesegera mungkin dihindari dari kontak dengan udara dan diperiksa secepat-cepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sekolah phlebotomis "hanya" bisa mengajarkan ilmu, teori, latihan pada manequin dan sedikit latihan pada pasien. Keterampilan hanya bisa diperoleh dari pengalaman.&lt;br /&gt;Ada kemungkinan pengambilan sampel darah pada Anda atau anak Anda tidak bisa sekali berhasil. Namun, dari pengalaman seperti itulah phlebotomis akan makin terampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tonang&lt;br /&gt;dokter umum (bukan SpPK).&lt;br /&gt;Mailing List Nakita&lt;br /&gt;milis-nakita@news.gramedia-majalah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-8246680200610846497?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/8246680200610846497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=8246680200610846497&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8246680200610846497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/8246680200610846497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/06/cara-pengambilan-darah-pada-anak-anak.html' title='Cara pengambilan darah ( pada anak-anak )'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-F82Fqw1I/AAAAAAAAAOQ/uxgmhSwkdyI/s72-c/pleboto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-7849840140688975357</id><published>2010-06-21T23:14:00.000+08:00</published><updated>2010-06-21T23:24:28.742+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>Helicobacter Pylori</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-D__vnR2I/AAAAAAAAAOI/PGknFjdpWhs/s1600/helicobakter.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-D__vnR2I/AAAAAAAAAOI/PGknFjdpWhs/s200/helicobakter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485248006626690914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Definisi Helicobacter Pylori&lt;br /&gt;Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia. Bakteri ini juga adalah penyebab yang paling umum dari borok-borok (ulcers) diseluruh dunia. Infeksi H. pylori kemungkinan besar didapat dengan memakan makanan dan air yang tercemar (terkontaminasi) dan melalui kontak orang ke orang. Di Amerika, 30% dari populasi orang dewasa terinfeksi. 50% dari orang-orang yang terinfeksi adalah terinfeksi pada umur 60 tahun. Infeksi lebih umum pada kondisi-kondisi hidup yang penuh sesak dengan sanitasi yang jelek. Pada negara-negara dengan sanitasi yang jelek, 90% dari populasi dewasa dapat terinfeksi. Individu-individu yang terinfeksi biasanya membawa infeksi terus menerus (tak terbatas) hingga mereka dirawat dengan obat-obat untuk membasmi bakteri. Satu dari setiap tujuh pasien dengan infeksi H. pylori akan mengembangkan borok-borok duodenum (usus dua belas jari) atau lambung. H. pylori juga berhubungan dengan kanker perut dan suatu tipe yang jarang dari tumor lymphocytic dari perut yang disebut MALT lymphoma.&lt;br /&gt;Mendiagnosis Infeksi Helicobacter Pylori&lt;br /&gt;Tes-tes yang akurat dan mudah untuk mendeteksi infeksi H. pylori tersedia. Mereka termasuk tes-tes darah antibodi, tes-tes napas urea, tes-tes antigen tinja , dan biopsi-biopsi endoskopi.&lt;br /&gt;Tes-tes darah untuk kehadiran antibodi-antibodi dari H. pylori dapat dilaksanakan secara mudah dan cepat. Bagaimanapun, antibodi-antibodi darah dapat bertahan bertahun-tahun setelah pembasmian H. pylori dengan antibiotik-antibiotik. Oleh karenanya, tes-tes antibodi darah mungkin baik untuk mendiagnosis infeksi, namun mereka tidak baik untuk menentukan apakah antibiotik-antibiotik telah membasmi secara sukses bakteri-bakterinya.&lt;br /&gt;Tes napas urea [urea breath test (UBT)] adalah suatu tes yang aman, mudah dan akurat untuk kehadiran dari H. pylori didalam perut/lambung. Tes napas bersandar pada kemampuan dari H. pylori mengurai kimia yang terjadi secara alami, urea, kedalam karbondioksida yang diserap dari perut dan dieliminasi dari tubuh dalam napas. Sepuluh sampai 20 menit setelah menelan sebuah kapsul yang mengandung suatu jumlah yang sangat kecil dari urea yang beradioaktif, suatu contoh napas diambil dan dianalisa untuk karbondioksida yang beradioaktif. Kehadiran dari karbondioksida yang beradioaktif dalam napas (sebuah tes yang positif) berarti bahwa ada infeksi yang aktif. Tes menjadi negatif (tidak ada karbondioksida beradioaktif dalam napas) tidak lama sesudah pembasmian bakteri dari perut dengan antibiotik-antibiotik. Meskipun faktanya bahwa individu-individu yang mempunyai tes napas terpapar pada suatu jumlah yang kecil dari radioaktif, tes napas telah dimodifikasi sehingga ia juga dapat dilaksanakan dengan urea yang tidak beradioaktif.&lt;br /&gt;Endoskopi adalah suatu tes yang akurat untuk mendiagnosis H. pylori begitu juga peradangan dan borok-borok yang disebabkan olehnya. Untuk endoskopi, dokter memasukkan suatu tabung peneropong yang lentur (endoscope) melalui mulut turun ke kerongkongan (esophagus), dan kedalam lambung dan duodenum. Sewaktu endoskopi contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsies) dari lapisan lambung dapat diangkat/diambil. Sebuah contoh biopsi diletakkan diatas sebuah kaca mikroskop khusus yang mengandung urea (contoh, CLO test slides). Jika ureanya diurai oleh H. pylori didalam biopsi, ada suatu perubahan warna sekeliling biopsi pada kaca mikroskop. Ini berarti ada suatu infeksi dengan H. pylori didalam perut/lambung.&lt;br /&gt;Tes yang paling akhir dikembangkan untuk H. pylori adalah suatu tes dimana kehadiran bakteri dapat didiagnosis dengan sebuah contoh dari feces/tinja. Tes menggunakan suatu antibodi dari H. pylori untuk memastikan jika H. pylori hadir dalam feces/tinja. Jika ya, itu berarti H. pylori menginfeksi perut. Seperti tes napas urea, sebagai tambahan pada diagnosis infeksi dengan H. pylori, feces dapat digunakan untuk menentukan apakah pembasmian telah efektif tidak lama kemudian setelah perawatan.&lt;br /&gt;Tujuan Merawat H. pylori&lt;br /&gt;Infeksi kronis dengan H. pylori melemahkan pertahanan-pertahanan alami dari lapisan perut terhadap aksi/tindakan dari asam yang mebuat borok. Obat-obat yang menetralkan asam lambung (antacids), dan obat-obat yang mengurangi pengeluaran asam didalam lambung (H2-blockers dan proton pump inhibitors atau PPIs) telah digunakan secara efektif bertahun-tahun untuk merawat borok-borok. H2-blockers, termasuk ranitidine (Zantac), famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet), dan nizatidine (Axid). PPIs termasuk omeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), rabeprazole (Aciphex), pantoprazole (Protonix), dan esomeprazole (Nexium). Antacids, H2-blockers dan PPIs, bagaimanapun, tidak membasmi H. pylori dari perut, dan borok-borok (ulcers) seringkali segera kembali setelah obat-obat ini dihentikan. Karenanya, antacids, H2-blockers atau PPIs harus diminum setip hari untuk bertahun-tahun untuk mencegah kekambuhan dari borok-borok dan komplikasi-komplikasi dari borok-borok seperti perdarahan, perforasi/pelubangan, dan gangguan perut. Pembasmian dari H. pylori mencegah kembalinya borok-borok dan komplikasi-komplikasi borok bahkan setelah obat-obat dihentikan. Pembasmian dari H. pylori juga adalah penting dalam merawat kondisi yang jarang yang dikenal sebagai MALT lymphoma dari perut. Perawatan dari H. pylori untuk mencegah kanker perut adalah kontroversial dan didiskusikan kemudian.&lt;br /&gt;Merawat H. pylori H. pylori adalah sulit untuk dibasmi dari perut karena ia mampu mengembangkan perlawanan terhadap antibiotik-antibiotik yang biasa digunakan. Oleh karenanya, dua atau tiga antibiotik-antibiotik biasanya diberikan bersama dengan suatu campuran yang mengandung PPI dan/atau bismuth untuk membasmi bakteri. Bismuth dan PPIs mempunyai efek-efek anti H. pylori. Contoh-contoh dari kombinasi-kombinasi obat-obat yang efektif adalah:&lt;br /&gt;Suatu PPI, amoxicillin (Amoxil) dan clarithromycin (Biaxin) Suatu PPI, metronidazole (Flagyl), tetracycline dan bismuth subsalicylate Kombinasi-kombinasi dari obat-obat ini dapat diharapkan menyembuhkan 70%-90% dari infeksi-infeksi. Bagaimanapun, studi-studi telah menunjukkan bahwa perlawanan dari H. pylori (kegagalan dari antibiotik-antibiotik untuk membasmi bakteri-bakteri) pada clarithromycin adalah umum diantara pasien-pasien yang mempunyai paparan sebelumnya pada clarithromycin atau antibiotik-antibiotik macrolide lainnya yang secara kimia serupa (seperti erythromycin). Dengan cara yang ama, perlawanan H. pylori pada metronidazole adalah umum diantara pasien-pasien yang mempunyai paparan sebelumnya pada metronidazole. Pada pasien-pasien ini, dokter-dokter harus mencari konbinasi-kombinasi lain dari antibiotik-antibiotik untuk merawat H. pylori. Perlawanan (resistensi) terhadap antibiotik adalah penyebab yang lain mengapa antibiotik-antibiotik harus digunakan secara hati-hati dan bijaksana untuk sebab-sebab yang benar, dan penggunaan antibiotik-antibiotik yang sembarangan untuk sebab-sebab yang tidak pantas harus tidak dilakukan.&lt;br /&gt;Beberapa dokter mungkin ingin memastikan pembasmian dari H. pylori setelah perawatan dengan suatu tes napas urea atau suatu tes feces, terutama jika telah ada komplikasi-komplikasi serius dari infeksi seperti perforasi/pelubangan atau perdarahan didalam lambung atau duodenum. Biops-biopsi endoskopi untuk memastikan pembasmian bakteri adalah tidak perlu, dan tes-tes darah adalah tidak baik untuk memastikan pembasmian karena akan memakan waktu berbulan-bulan untuk antibodi-antibodi dari H. pylori untuk berkurang. Tes-tes terbaik untuk memastikan pembasmian adalah tes-tes napas dan feces yang telah dibahas sebelumnya. Pasien-pasien yang telah gagal untuk membasmi H. pylori dengan perawatan dirawat kembali, seringkali dengan suatu kombinasi berbeda dari obat-obatan.&lt;br /&gt;Siapa Yang Harus Menerima Perawatan ?&lt;br /&gt;Ada suatu konsensus umum diantara dokter-dokter bahwa pasien-pasien harus dirawat jika mereka terinfeksi dengan H. pylori dan mempunyai borok-borok (ulcers). Tujuan dari perawatan adalah untuk membasmi bakteri, menyembuhkan borok-borok, dan mencegah kembalinya borok-borok. Pasien-pasien dengan MALT lymphoma dari perut juga harus dirawat. MALT lymphoma adalah jarang, namun tumor seringkali mundur dengan cepat atas pembasmian yang sukses dari H. pylori.&lt;br /&gt;Pada saat ini tidak ada rekomendasi yang formal untuk merawat pasien-pasien yang terinfeksi H. pylori tanpa penyakit borok atau MALT lymphoma. Karena kombinasi-kombinasi antibiotik dapat mempunyai efek-efek sampingan dan kanker-kanker perut adalah jarang di Amerika, dirasakan bahwa risiko-risiko perawatan untuk membasmi H. pylori pada pasien-pasien tanpa gejala-gejala atau borok-borok mungkin tidak membenarkan manfaat-manfaat yang tidak terbukti dari perawatan untuk tujuan pencegahan kanker perut. Pada sisi lain, infeksi H pylori diketahui menyebabkan atrophic gastritis (peradangan kronis dari perut yang menjurus pada berhentinya pertumbuhan lapisan dalam perut). Beberapa dokter-dokter percaya bahwa atrophic gastritis dapat menjurus pada perubahan-perubahan sel (intestinal metaplasia) yang dapat menjadi pelopor dari kanker perut. Studi-studi telah menunjukkan bahwa pembasmian H.pylori dapat membalikkan atrophic gastritis. Jadi, beberapa dokter-dokter merekomendasikan perawatan dari pasien-pasien yang bebas borok dan gejala yang terinfeksi H. pylori.&lt;br /&gt;Banyak dokter-dokter percaya bahwa dyspepsia mungkin berhubungan dengan infeksi H. pylori. Meskipun masih belum jelas apakah H. pylori menyebabkan dyspepsia, banyak dokter-dokter akan memeriksa pasien-pasien dengan infeksi H. pylori dan merawat mereka jika infeksi hadir.&lt;br /&gt;Ilmuwan-ilmuwan yang sedang mempelajari genetik-genetik dari H. pylori telah menemukan tipe-tipe (strain) berbeda dari bakteri-bakteri. Beberapa tipe-tipe dari H. pylori tampaknya lebih mudah menyebabkan borok-borok dan kanker perut. Penelitian lebih lanjut pada area ini mungkin membantu dokter-dokter untuk memilih secara cerdas pasien-pasien yang memerlukan perawatan. Vaksinasi terhadap H. pylori tampaknya tidak tersedia dalam waktu yang dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-7849840140688975357?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/7849840140688975357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=7849840140688975357&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7849840140688975357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/7849840140688975357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/06/helicobacter-pylori.html' title='Helicobacter Pylori'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JDIt7fLUMak/TB-D__vnR2I/AAAAAAAAAOI/PGknFjdpWhs/s72-c/helicobakter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1855015661133348673</id><published>2010-06-21T23:08:00.000+08:00</published><updated>2010-06-21T23:10:03.475+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Laboratorium'/><title type='text'>PRA INSTRUMENTASI PEMERIKSAAN LABORATORIUM</title><content type='html'>PRA INSTRUMENTASI&lt;br /&gt;Dr.Petrus Hendra Gunadi SpPK&lt;br /&gt;RSUD Pasar Rebo Jakarta timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa. Karena itu perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu :&lt;br /&gt;1. Faktor Pra instrumentasi : sebelum dilakukan pemeriksaan&lt;br /&gt;2. Faktor Instrumentasi : saat pemeriksaan ( analisa ) sampel&lt;br /&gt;3. Faktor Pasca instrumentasi : saat penulisan hasil pemeriksaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra instrumentasi :&lt;br /&gt;Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas , pasien dan dokter. Hal ini karena tanpa kerja sama yang baik akan mengganggu / mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi meliputi :&lt;br /&gt;1. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir laboratorium.&lt;br /&gt;2. Persiapan penderita&lt;br /&gt;3. Persiapan alat yang akan dipakai&lt;br /&gt;4. Cara pengambilan sampel&lt;br /&gt;5. Penanganan awal sampel ( termasuk pengawetan ) &amp; transportasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini perlu diperhatikan benar apa yang diperintahkan oleh dokter dan dipindahkan ke dalam formulir. Hal ini penting untuk menghindari pengulangan pemeriksaan yang tidak penting, membantu persiapan pasien sehingga tidak merugikan pasien dan menyakiti pasien.&lt;br /&gt;Pengisian formulir dilakukan secara lengkap meliputi identitas pasien : nama, alamat / ruangan, umur, jenis kelamin, data klinis / diagnosa, dokter pengirim, tanggal dan kalau diperlukan pengobatan yang sedang diberikan. Hal ini penting untuk menghindari tertukarnya hasil ataupun dapat membantu intepretasi hasil terutama pada pasien yang mendapat pengobatan khusus dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persiapan penderita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Puasa&lt;br /&gt;Dua jam setelah makan sebanyak kira2 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume plasma, sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. Perubahan volume plasma akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel / ul darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Obat&lt;br /&gt;Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi misalnya : asam folat, Fe, vitamin B12 dll. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil, sedang adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Pemberian transfusi darah akan mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah tepi maupun penilaian hemostasis. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil pemeriksaan hemostasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Waktu pengambilan&lt;br /&gt;Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari tertutama pada pasien rawat inap. Kadar beberapa zat terlarut dalam urin akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas perintah dokter. Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan pasien dan memerlukan penanganan segera disebut pemeriksaan sito. Beberapa parameter hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum menunjukkan variasi diurnal, hasil yang dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan. Kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 ug/dl. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Posisi pengambilan&lt;br /&gt;Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10 % demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa yang akan dikerjakan sebagai sopan santun atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya tidak merasa asing atau menjadi obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persiapan alat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempersiapkan alat yang akan digunakan selalu diperhatikan instruksi dokter sehingga tidak salah persiapan dan berkesan profesional dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Pengambilan darah&lt;br /&gt;Yang harus dipersiapkan antara lain : - kapas alkohol 70 %, karet pembendung (torniket) semprit sekali pakai umumnya 2.5 ml atau 5 ml, penampung kering bertutup dan berlabel. Penampung dapat tanpa anti koagulan atau mengandung anti koagulan tergantung pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Kadang-kadang diperlukan pula tabung kapiler polos atau mengandung antikoagulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Penampungan urin&lt;br /&gt;Digunakan botol penampung urin yang bermulut lebar, berlabel, kering, bersih, bertutup rapat dapat steril ( untuk biakan ) atau tidak steril. Untuk urin kumpulan dipakai botol besar kira-kira 2 liter dengan memakai pengawet urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Penampung khusus&lt;br /&gt;Biasanya diperlukan pada pemeriksaan mikrobiologi atau pemeriksaan khusus yang lain. Yang penting diingat adalah label harus ditulis lengkap identitas penderita seperti pada formulir termasuk jenis pemeriksaan sehingga tidak tertukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cara pengambilan sampel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini perhatikan ulang apa yang harus dikerjakan, lakukan pendekatan dengan pasien atau keluarganya sebagai etika dan sopan santun, beritahukan apa yang akan dikerjakan. Selalu tanyakan identitas pasien sebelum bekerja sehingga tidak tertukar pasien yang akan diambil bahan dengan pasien lain. Karena kepanikan pasien akan mempersulit pengambilan darah karena vena akan konstriksi.&lt;br /&gt;Darah dapat diambil dari vena, arteri atau kapiler. Syarat mutlak lokasi pengambilan darah adalah tidak ada kelainan kulit di daerah tersebut, tidak pucat dan tidak sianosis. Lokasi pengambilan darah vena : umumnya di daerah fossa cubiti yaitu vena cubiti atau di daerah dekat pergelangan tangan. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah vena yang dipilih tidak di daerah infus yang terpasang / sepihak harus kontra lateral. Darah arteri dilakukan di daerah lipat paha (arteri femoralis ) atau daerah pergelangan tangan ( arteri radialis ). Untuk kapiler umumnya diambil pada ujung jari tangan yaitu telunjuk, jari tengah atau jari manis dan anak daun telinga. Khusus pada bayi dapat diambil pada ibu jari kaki atau sisi lateral tumit kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1. Cara pengambilan darah kapiler :&lt;br /&gt;- dilakukan tindakan asepsis dengan alkohol 70 %, biarkan kering&lt;br /&gt;- lakukan tusukan dengan arah memotong garis sidik jari&lt;br /&gt;- tetesan pertama dibuang dengan menggunakan kapas kering&lt;br /&gt;- selanjutnya dapat diambil dengan menggunakan tabung kapiler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2. Cara pengambilan darah vena :&lt;br /&gt;- lakukan pembendungan dengan torniket&lt;br /&gt;- dilakukan tindakan asepsis dengan alkohol 70 % dengan arah putaran melebar menjauhi titik tengah, biarkan kering&lt;br /&gt;- ambil semprit dengan arah mulut jarum dan skala menghadap ke atas&lt;br /&gt;- arah tusukan jarum membentuk sudut sekitar 10-30°&lt;br /&gt;- bila sudah terkena venanya, isap pelan2 darah supaya tidak terjadi hemolisis - cabut jarum dengan sebelumnya melepas dan menekan daerah tusukan&lt;br /&gt;- jarum dilepas kemudian alirkan darah ke dalam penampung melalui dinding penampung pelahan-lahan sehingga tidak hemolisis&lt;br /&gt;- bila penampung menggunakan antikoagulan segera campur darah dengan mengocok tabung seperti angka 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemeriksaan hematologi biasanya digunakan antikoagulan Na2EDTA / K2EDTA, sedang untuk hemostasis digunakan Na sitrat 0.109 M.&lt;br /&gt;Jangan melakukan pembendungan terlalu lama karena akan terjadi perubahan komposisi plasma karena terjadi hemokonsentrasi, selain itu pada darah kapiler jangan menekan-nekan ujung jari karena akan terbawa cairan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3. Cara pengambilan darah arteri :&lt;br /&gt;- siapkan semprit yang telah dibasahi antikoagulan heparin steril&lt;br /&gt;- tanda-tanda pembuluh darah arteri /nadi adalah terabanya denyutan yang tidak ditemukan pada vena&lt;br /&gt;- bila telah ditemukan arteri, lakukan tindakan asepsis dengan alkohol 70 %&lt;br /&gt;- dengan 2 jari telunjuk dan jari tengah lakukan fiksasi arteri tersebut&lt;br /&gt;- kemudian lakukan tusukan / pungsi tegak lurus ( karena letaknya dalam )sampai terkena arteri tersebut&lt;br /&gt;- bila arteri telah tercapai akan tampak darah yang akan mengalir sendiri oleh tekanan darah ke dalam semprit yang telah mengandung heparin. Cabut semprit dan segera ditutup dengan gabus sehingga tidak terkena udara. Goyangkan semprit sehingga darah tercampur rata dan tidak membeku.&lt;br /&gt;- tekan bekas pungsi dengan baik sampai tidak tampak darah mengalir. Hal ini tidak sama dengan vena karena dengan vena lebih mudah membeku daripada arteri.&lt;br /&gt;- Segera kirim ke laboratorium ( sito )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan darah arteri dan vena :&lt;br /&gt;1. Lokasi tusukan lebih dalam&lt;br /&gt;2. Teraba denyutan yang tidak ada pada vena&lt;br /&gt;3. Warna darah lebih merah terang dibandingkan vena&lt;br /&gt;4. Darah akan mengalir sendiri ke dalam semprit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penanganan awal sampel &amp; transportasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini sangat penting diperhatikan karena sering terjadi sumber kesalahan ada disini. Yang harus dilakukan :&lt;br /&gt;- Catat dalam buku expedisi dan cocokan sampel dengan label dan formulir. Kalau sistemnya memungkinkan dapat dilihat apakah sudah terhitung biayanya ( lunas )&lt;br /&gt;- Jangan lupa melakukan homogenisasi pada bahan yang mengandung antikoagulan&lt;br /&gt;- Segera tutup penampung yang ada sehingga tidak tumpah&lt;br /&gt;- Segera dikirim ke laboratorium karena tidak baik melakukan penundaan&lt;br /&gt;- Perhatikan persyaratan khusus untuk bahan tertentu seperti darah arteri untuk analisa gas darah, harus menggunakan suhu 4-8° C dalam air es bukan es batu sehingga tidak terjadi hemolisis. Harus segera sampai ke laboratorium dalam waktu sekitar 15-30 menit.&lt;br /&gt;Perubahan akibat tertundanya pengiriman sampel sangat mempengaruhi hasil laboratorium. Sebagai contoh penundaan pengiriman darah akan mengakibatkan penurunan kadar glukosa, peningkatan kadar kalium. Hal ini dapat mengakibatkan salah pengobatan pasien. Pada urin yang ditunda akan terjadi pembusukan akibat bakteri yang berkembang biak serta penguapan bahan terlarut misalnya keton. Selain itu nilai pemeriksaan hematologi juga berubah sesuai dengan waktu.&lt;br /&gt;Tabel berikut menggambarkan batasan waktu maksimum yang diijinkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kadar hemoglobin   stabil&lt;br /&gt;- Jumlah leukosit   &lt; 2 jam&lt;br /&gt;- Jumlah eritrosit   &lt; 6 jam&lt;br /&gt;- Nilai hematokrit   &lt; 6 jam&lt;br /&gt;- Laju endap darah   &lt; 2 jam&lt;br /&gt;- Jumlah trombosit   &lt; 1 jam&lt;br /&gt;- Retikulosit    &lt; 6 jam&lt;br /&gt;- Sediaan apus darah tepi &lt; 1 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebagai pegangan selalu berprinsip bahan laboratorium harus selalu segar &lt; 1 jam harus sudah tiba di laboratorium&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;lab.dkk_bpn&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7124216617820884532-1855015661133348673?l=laboratoriumbpn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/feeds/1855015661133348673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7124216617820884532&amp;postID=1855015661133348673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1855015661133348673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7124216617820884532/posts/default/1855015661133348673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laboratoriumbpn.blogspot.com/2010/06/pra-instrumentasi-pemeriksaan.html' title='PRA INSTRUMENTASI PEMERIKSAAN LABORATORIUM'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7124216617820884532.post-1500856503432353342</id><published>2010-06-21T22:43:00.000+08:00</published><updated>2010-06-21T22:46:05.396+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Kesehatan'/><title type='text'>Demam Berdarah Dengue</title><content type='html'>Demam Berdarah Dengue&lt;br /&gt;Penanggung Jawab:  Titte K. Adimidjaja&lt;br /&gt;Editor:  Tri Djoko Wahono&lt;br /&gt;Tim Penulis:  Kristina, Isminah, Leny Wulandari &lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 2004 kita dikejutkan kembali dengan merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan jumlah kasus yang cukup banyak. Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah sakit menjadi kewalahan dalam menerima pasien DBD. Untuk mengatasinya pihak rumah sakit menambah tempat tidur di lorong-lorong rumah sakit serta merekrut tenaga medis dan paramedis. Merebaknya kembali kasus DBD ini menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Sebagian menganggap hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan sebagian lagi menganggap karena pemerintah lambat dalam mengantisipasi dan merespon kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Januari sampai dengan 5 Maret tahun 2004 total kasus DBD di seluruh propinsi di Indonesia sudah mencapai 26.015, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang (CFR=1,53% ). Kasus tertinggi terdapat di Propinsi DKI Jakarta (11.534 orang) sedangkan CFR tertinggi terdapat di Propinsi NTT (3,96%)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. Oleh karena itu diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman pengamatan klinis. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diagnosis DBD serta pemeriksaan penunjang (laboratorium) dapat membantu terutama bila gejala klinis kurang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akan tetapi konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Sejak itu penyakit tersebut menyebar ke berbagai daerah, sehingga sampai tahun 1980 seluruh propinsi di Indonesia kecuali Timor-Timur telah terjangkit penyakit. Sejak pertama kali ditemukan, jumlah kasus menunjukkan kecenderungan meningkat baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadis selalu terjadi KLB setiap tahun. &lt;br /&gt;KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan Incidence Rate (IR) = 35,19 per 100.000 penduduk dan CFR = 2%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17%, namun tahun-tahun berikutnya IR cenderung meningkat yaitu 15,99 (tahun 2000); 21,66 (tahun 2001); 19,24 (tahun 2002); dan 23,87 (tahun 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit, disebabkan karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini. Pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan, kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Akan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyebab&lt;br /&gt;Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne viruses (arboviruses). Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga. 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gejala&lt;br /&gt;Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :&lt;br /&gt;a. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 �C- 40 �C)&lt;br /&gt;b. Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.&lt;br /&gt;c. Hepatomegali (
